Karya Seni Yang Menakjubkan Ini Seakan-akan Melawan Hukum Fisika

posted in: unik | 0

Sebelum kita melihat foto-foto karya seni yang seakan-akan melawan hukum fisika ini, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu karya seni?

Karya Seni

Karya seni adalah suatu hasil yang diciptakan oleh seseorang yang mempunyai unsur keindahan dan terkadang ada yang bisa dimanfaatkan dan ada pula yang diciptakan hanya untuk jadi pajangan. Karya seni terbagi menjadi 2, yaitu. Karya seni terapan dan karya seni murni.

Karya seni terapan adalah karya seni rupa yang dirancang untuk tujuan fungsional, yaitu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis (kejiwaan) manusia. Seni rupa terapan memiliki fungsi guna atau pakai. Artinya selain sebagai benda yang bernilai seni(artistik) juga sebagai benda yang indah (estetis) dan dapat digunakan untuk kepentingan manusia. Contoh benda seni terapan antara lain benda-benda gerabah dari tanah liat, benda-benda anyaman, kerajinan keramik, peralatan rumah tangga dan kerajinan furniture. Sedangkan karya seni murni merupakan seni rupa yang tidak memperhatikan unsur praktis. Karya seni rupa murni diciptakan khusus berdasarkan kreativitas dan ekspresi pribadi pembuatnya.

Dalam seni rupa murni, terdapat beberapa aliran gaya. Aliran gaya, yaitu aliran dalam gerakan seni rupa yang memiliki ideologi dan ciri khas yang unik dan baru dalam karya-karya yang dihasilkannya. Aliran seni rupa, di antaranya romantisme, ekspresionistne, impresionisme, dan surcalisme. Cabang-cabang seni rupa murni, diantaranya seperti seni lukis, seni grafis, seni patung dan seni keramik.

Karya seni memang dibuat sedemikian rupa untuk menarik perhatian orang, khususnya di era perkembangan estetis seni yang lebih menekankan eksplorasi bentuk. Semakin karya seni itu bisa menarik perhatian orang, akan semakin tinggi pula kemungkinan karya seni itu untuk diklaim sebagai karya seni yang indah.

Untuk menarik perhatian orang, karya seni terkadang memang harus keluar dari batas logika orang-orang pada umumnya. Hal itu menunjukkan bahwa karya seni dapat ditampilkan, baik secara rasional maupun irasional. Di era yang sudah melampaui zaman modern ini, rasionalitas memang tidak lagi dijunjung tinggi dalam segala bidang, khususnya dalam seni. Meskipun begitu, bukan berarti seni itu akhirnya bertolak belakang dengan kehidupan ini. Justru irasionalitas dalam seni itu menunjukkan bahwa tidak semua hal di dunia ini dapat dicermati dengan rasio.

Untuk membantah logika yang berlaku di masyarakat, tidak berarti akhirnya seni dilakukan secara serampangan. Pembantahan terhadap logika pun tetap membutuhkan model berpikir yang tetap terstruktur. Misalnya, jika ada suatu karya seni yang hendak melawan hukum fisika dalam tampilannya, tentu pemahaman terhadap hukum fisika itu sangat dibutuhkan. Sama seperti halnya saat kita hendak membantah tradisi ortodoks yang sudah tidak lagi sesuai dengan konteks yang ada pada zaman sekarang. Tentunya diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap tradisi itu sendiri sebelum akhirnya kita bisa memberi penilaian atau merekonstruksi tradisi tersebut.

Dengan adanya suatu pembantahan terhadap aturan yang sewajarnya dikenal oleh masyarakat, karya seni akhirnya dapat membedakan dirinya dari karya-karya seni lain dan dapat membuat orang-orang tergugah dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu. Di zaman yang segalanya sudah bukan lagi merupakan kebaruan, tentunya memang diperlukan unsur keunikan dalam karya yang hendak kita pamerkan kepada masyarakat.

Di bawah ini kamu bisa melihat beberapa foto yang memperlihatkan karya-karya seni 3 Dimensi yang dibuat seakan-akan dapat melawan hukum fisika. Untuk membuat karya semacam ini, para senimannya tentu harus mempelajari hukum fisika secara mendalam sehingga mereka bisa mengukur secara tepat saat membuat struktur karyanya dan hasilnya pun terlihat seperti sebuah karya yang ajaib. Langsung aja yuk, kita lihat!

1. Batu terbang

Patung batu yang memperlihatkan seakan-akan batu di bawah sedang menahan batu lainnya dengan tli agar tidak terbang ini dibuat oleh seorang seniman bernama Smaban Abbas.

2. Patung “No Parking Space”

Patung yang dalam bahasa Indonesianya diberi nama “Tidak Ada Tempat Parkir” ini dibuat oleh Alex Chinneck dalam rangka mengungkapkan gagasannya mengenai volume kendaraan yang semakin padat.

3. Gajah melayang

Patung gajah melayang ini diberi nama “Nasutamanus”. Dengan perhitungan yang presisi, seorang seniman asal Perancis bernama Daniel Firman berhasil membuat karya yang menakjubkan seperti ini.

4. Bersandar di udara

Emil Alzamora adalah seorang pematung yang seringkali mengeksplorasi bentuk tubuh manusia yang mengalami distorsi. Patung pada foto ini menunjukkan kepiawaian Alzamora dengan patung yang seakan-akan tengah bersandar di udara.

5. Patung “Force of Nature”

Setelah menyaksikan banyak bencana alam yang terjadi di berbagai negara, seorang pematung asal Italia bernama Lorenzo Quinn menggarap patung berjudul “Force of Nature” yang menggambarkan bahwa ada kekuatan semesta yang lebih kuat dari manusia. Patung ini disimpan di berbagai negara untuk mengingatkan hal tersebut.

6. Meja “Cattelan”

Maurizio Cattelan adalah seorang seniman asal Italia yang memproduksi benda-benda furnitur untuk dijual. Meja pada foto di atas merupakan salah satu karyanya yang epik karena terlihat seperti melawan hukum logika.

7. Boks kayu yang menggantung

Patung berbentuk boks kayu ini seakan-akan mustahil untuk bisa berdiri dengan struktur seperti yang terlihat pada gambar. Patung ini dibuat oleh seniman asal Israel bernama Menashe Kadishman.

8. “Lucky Country”

Instalasi seni yang terletak di Pantai Cottesloe, Australia, ini dibuat oleh Norton Flavel.

9. “Planet”

Karya berjudul “Planet” pada foto di atas memperlihatkan patung bayi yang hanya menahan beban tubuhnya dengan satu tangan. Patung tersebut dibuat oleh Marc Quinn.

10. Patung pasir

Jika dilihat sekilas, kita akan berpikir bahwa patung pasir pada foto di atas itu terlihat sangat menakjubkan karena pasirnya yang tidak berjatuhan ke bawah. Patung ini dibuat oleh seorang pria dari Massachusetts, Amerika Serikat, yang dikenal dengan nama panggilan “Sandcastle Matt”.

11. Rumah yang melayang

Meskipun bukan berupa struktur rumah yang utuh, karya seni di atas terlihat menakjubkan karena terlihat bisa melawan hukum gravitasi. Karya ini dibuat oleh Leandro Elrich.

12. Patung seorang anak bersama lumba-lumba

Patung fantastis dengan pengaturan keseimbangan yang rumit ini dibuat oleh David Wynne.

13. Patung legenda rugby

Patung yang terletak di Selandia Baru ini merupakan replika dari pemain rugby bernama Michael Jones yang dibuat oleh Natalie Stamilla.

Gimana? keren-keren kan instalasi seni pada foto-foto di atas? Butuh ketekunan dan kesabaran yang tinggi untuk melakukan perhitungan-perhitungan agar karya-karya di atas terlihat menjadi magis.

Bocah AS Temukan Fosil Berusia 1 Juta Tahun

posted in: unik | 0

Seorang anak laki-laki asal New Mexico, Amerika Serikat, tak sengaja menemukan hal yang kemungkinan besar akan membuat teman-temannya dan bahkan peneliti profesional cemburu, yakni fosil berusia satu juta tahun. Wow.

Kejadian itu berawal saat bocah yang bernama Jude Sparks, sedang berjalan-jalan bersama keluarganya di Las Cruces, New Mexico, ketika ia tersandung dan jatuh di atas gundukan. Karena penasaran, ia dan saudara laki-lakinya memutuskan untuk “meneliti” apa yang mereka temukan dan menyebutnya sebagai bangkai sapi besar. Ketika dibawa kepada orangtuanya, mereka mengidentifikasi kerangka itu sebagai tengkorak gajah.

“Saat saya sedang berlari, saya tersandung pada sesuatu yang menonjol dari permukaan tanah,” kata Sparks.

“Wajah saya mendarat di sebelah rahang bawah. Saya melihat lebih jauh dan ternyata ada sebongkah gading lagi,” lanjutnya.

Saat mengetahui penemuan itu adalah sebuah fosil, keluarga Sparks langsung menghubungi Peter Houde, guru besar dari New Mexico State University. Ia memastikan bawah fosil itu berusia 1,2 juta tahun dan terlindungi dengan baik. Tengkorak itu merupakan milik stegomastodon berusia 1,2 juta tahun kerabat jauh gajah, serupa dengan mastodon.

Mastodon adalah spesies mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Amerika Tengah. Mastodon Amerika adalah spesies yang terkini dan paling terkenal dari kelompok ini. Yang membingungkan, beberapa genera proboscid yang tergolong familia gomphothere memiliki nama yang agak mirip (contohnya Stegomastodon) namun mereka sebenarnya lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding para mastodon.

Fosil stegomastodon jarang ditemukan di Amerika Serikat. Menurut kurator palaeontologi di New Mexico Museum of Natural History and Science, Spencer Lucas, hanya ada dua ratus fosil yang ditemukan di seluruh dunia. The Stegomastodon adalah makhluk sejenis gajah, tapi bukan mastodon meski tampilannya serupa dan keberadaannya relatif baru. Makhluk itu hidup di Bumi sekitar beberapa juta tahun terakhir dan bahkan mungkin menjadi buruan manusia.

Setelah berbincang-bincang dengan keluarga Sparks pada November 216, Houlde dengan segera membentuk tim, mengajukan perizinan dan mencari dana untuk ekskavasi.

Meskipun Stegomastodon terlihat sangat mirip dengan mastodon, keduanya berada dalam kelompok keluarga yang berbeda. “American mastodon, Mammut americanum adalah mammutid dan dalam kelompok keluarga yang berbeda,” kata Profesor Ross MacPhee dari Vertebrate Zoology di American Museum of Natural History di New York City.

Boleh jadi ini hanya tengkorak lengkap kedua yang ditemukan di New Mexico. Pada 2014, seorang laki-laki juga menemukan tengkorak Stegomastodon berusia 3 juta tahun di Elephant Butte Lake State Park di New Mexico.

Secara fisik, mereka akan terlihat sangat mirip dengan proboscideans primitif. Para ilmuwan menggali fosil rahang dan dua potong gading pada musim gugur yang lalu. Kemudian pada bulan Mei, Sparks bersama tim mahasiswa dan profesor menggali tengkorak itu.

Houde butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapat izin penggalian situs tersebut dan memperoleh bahan kimia yang diperlukan untuk melestarikan tengkorak tersebut. Ekskavasi terakhir ia lakukan pada Mei 2017, enam bulan setelah penemuan yang tak disengaja itu.

Rahang itu berbobot sekitar 120 lbs (54 kilogram), sementara keseluruhan tengkorak sekitar satu ton yang sebenarnya itu ukuran yang cukup ringan untuk sebuah tulang sedemikian besar. “Itu artinya hewan tersebut berukuran hampir sama seperti gajah Asia tapi dengan kaki yang agak kokoh,” ujar Houde.

Begitu mereka mengeluarkan tengkorak itu dari tanah, tim tersebut melapisinya dengan plester dan memasang kawat. Sebuah alat berat (front end loader) mengangkat tengkorak itu ke sebuah truk untuk dibawa kembali ke universitas. Tengkorak dan gadingnya akan dipelajari dan direkontruksi yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kemungkinan fosil tersebut akan dipajang di museum.

Salah satu teori yang relevan dengan kepunahan Stegomastodon adalah kehadiran mamut. Menurutnya, hewan purba tidak bisa bersaing dengan mamut. Memang kedua hewan tersebut sama-sama makan rumput. Namun mereka berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Houde berteori bahwa perubahan iklim bisa menyebabkan kematian hewan tersebut. “Mereka ada pada kondisi lingkungan yang basah dan dingin,” kata Houde. “Kini, Las Cruces adalah padang pasir.”

Para peneliti tidak mengetahui berapa banyak fosil yang terkubur di padang pasir. Namun, jika di temukan di tempat mana pun di AS, wilayah barat daya adalah lokasi yang memungkinkan. Karena daerah tersebut kering alami dan berbatu yang mendukung ketahanan tulang selama jutaan tahun.

Dalam wawancara dengan media lokal, keluarga Sparks berspekulasi bahwa hujan yang terjadi di Las Cruces sebelum penemuan mungkin menjadi faktor munculnya fosil itu.

Ahli paleontologi di New Mexico, Spencer Lucas, setuju dengan pendapat itu. Ia mengatakan, hujan mengikis lebih banyak sedimen sehingga sebuah penemuan mungkin bisa saja terjadi. “Erosi adalah teman terbaik paleontologi,” ucapnya kepada National Geographic (19/7).

Peneliti Indonesia, Nama Untuk Spesies Ular Terbaru

posted in: animal | 0

Baru-baru ini telah di temukan spesies fauna baru di Indonesia dan peneliti Indonesi menjadi nama spesies ular atau fauna baru tersebut. Nama peneliti Asal Indonesia diabadikan sebagai nama ilmiah spesies fauna baru. Nama belakang Irvan Sidik, peneliti reptil senior dari LIPI itu, diambil dan dipakai ke dalam nama ilmiah Lycodon sidiki, seekor spesies dari jenis wolf snake atau ular serigala yang baru ditemukan pada 2017 ini.

Penemuan spesies baru yang merupakan kelompok genus Lycodon itu diumumkan baru-baru ini melalui melalui paper atau sebuah kertas yang berjudul “A new species of Wolf Snake of the genus Lycodon H. Boie in Fitzinger (Squamata: Colubridae) from the Aceh Province of northern Sumatra, Indonesia”. Paper yang dipublikasikan ke dalam jurnal Zootaxa edisi pertengahan Juni 2017 itu menjelaskan Lycodon sidiki adalah ular yang memiliki panjang tubuh sekitar 71 sentimeter dan kulit berwarna hitam dengan lingkaran-lingkaran putih.

Penemuan spesies baru itu bermula dari penelitian kolaborasi yang dilakukan oleh Amir Hamidy, ahli herpetologi dari LIPI, dengan peneliti-peneliti dari University of Texas at Arlington dan Universitas Brawijaya. Kolaborasi riset itu berjalan sejak 2013 hingga 2016. Tujuan utama kolaborasi penelitian itu adalah mengungkap keanekaragaman reptil yang ada di pulau Jawa dan di pulau Sumatera.

Spesies ular yang di temukan pada 2015, sejauh ini hanya ada di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Menurut Amir, berdasarkan survei 2013 hingga 2016, ular ini tidak terlihat di tempat lain. Akan tetapi proses untuk mengidentifikasi ular itu sebagai spesies baru perlu melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang.

Amir Hamidy menjelaskan, Lycodon sidiki merupakan ular yang tidak berbisa, tapi memiliki karakter yang mirip ular weling (Bungarus candidus) yang berbisa. Spesies ular baru ini memiliki taring yang tajam dan kuat seperti ular-ular berbisa pada umumnya. Bentuk taring yang tajam dan kuat itu merupakan ciri khas dari ular-ular yang termasuk ke dalam jenis ular serigala. “Jadi dia berperilaku menyerupai si Bungarus candidus. Padahal dia sendiri tidak berbisa, hanya saja si Bungarus candidus ini sangat berbisa sekali, dia berperilaku menyerupai itu, warnanya juga. Itu salah satu strategi dia,” jelas Amir.

Ular ini biasanya memakan hewan-hewan reptil maupun amfibi kecil seperti, cicak dan katak. Ciri khas ular nokturnal yang memakan hewan-hewan reptil maupun amfibi kecil lainnya ini adalah memiliki sisik-sisik pada bagian punggungnya. Sisik-sisik itu berlunas atau memiliki lengkungan di tepinya.

“Sisik lorealnya memanjang, sisik analnya tidak terbagi dan bagian perutnya belang-belang,” tambah Amir Hamidy. Sisik loreal adalah sisik yang menghubungkan antara mata dan bagian hidung ular tersebut.

Butuh dua tahun bagi Amir Hamidy dan para kolega untuk menyimpulkan Lycodon sidiki sebagai spesies baru. “2015, 2016 dan 2017 itu, harus melalui analisis lapangan, analisis laboratorium dan semuanya, baru dituliskan di jurnal internasional,” kata Amir. Ia menjelaskan, penemuan jenis spesies baru haruslah ditulis ke dalam jurnal internasional. “Jadi nggak bisa diumumkan di koran atau di seminar,” kata Amir.

“Jurnal internasional itu pun haruslah jurnal yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk mempublikasikan jenis-jenis fauna baru”, terang Amir. Untuk lolos publikasi di jurnal internasional itu, paper ilmiah yang dikirimkan akan di ulas dan di periksa terlebih dahulu oleh para pakar internasional di bidang yang bersangkutan.

Mengenai pemberian nama Lycodon sidiki yang diambil dari nama belakang Irvan Sidik, Amir menjelaskan, “kami memberikan nama itu sebagai penghargaan kepada Pak Irvan Sidik.” Irvan Sidik adalah herpetolog senior di Laboratorium Herpetologi, Museum Laboratory of Herpetology, Museum Zoologicum Bogoriense Zoologi Bogor, LIPI, tempat di mana Amir juga biasa bekerja. Amir menjelaskan, penamaan nama spesies baru merupakan hak prerogatif taksonomial para penemunya.

“Profesi herpetolog di Indonesia ini kan cuma segelintir, nggak lebih dari sepuluh orang,” ujar Amir. Oleh sebab itulah Amir ingin memberi penghargaan kepada salah satu peneliti bernama Irvan Sidik yang berprofesi sebagai herpetolog karena menurutnya profesi herpetolog jarang sekali diapresiasi. Padahal, menurut Amir, tugas para herpetolog atau ahli reptil dan amfibi di Indonesia itu cukup berat, mengingat banyaknya keberadaan jenis reptil dan amfibi di wilayah negeri ini.

“Tanggung jawab kami untuk mendeskripsikan jenis-jenis reptil baru di Indonesia sangat besar. Potensi munculnya jenis spesies baru di Indonesia pada tahun-tahun ke depan juga sangat besar, bisa dua kali lipatnya,” tambah Amir.

Amir mengatakan, nama Irvan Sidik yang dipakai pada nama ilmiah spesies Lycodon sidiki akan melekat selamanya hingga ratusan tahun ke depan. Bahkan tak akan lekang sampai Pak Irvan meninggal, pungkas Amir.

Untuk Membuat Wanita Jatuh Cinta, Barista Tampan Ini Membuat Latte Art Menakjubkan

posted in: unik | 0

Pria tampan ini menjadi viral setelah foto dirinya dan hasil olahan latte artnya banyak tersebar di media sosial. Pria ini bernama Lee Kang Bin, ia adalah orang yang bertugas membuat kopi atau biasa disebut barista. Oh iya, sebelum kita lihat seperti apa hasil karya dari barista tampan ini, mari kita simak sekilas tentang barista.

Sekilas Tentang Barista Dan Latte Art

Barista bukan hanya sekedar orang yang “bertugas” untuk membuat kopi di kedai kopi. Lebih dari itu, mereka adalah seniman. Barista adalah seseorang yang sudah terlatih secara professional untuk membuat espresso, plus memiliki keahlian tingkat tinggi untuk meracik kopi-kopi yang melibatkan berbagai campuran dan rasio semacam latte atau cappuccino.

Secara etimologi, kata barista berasal dari Bahasa Italia yang berarti bartender, yaitu mereka yang menyajikan segala macam minuman, bukan hanya kopi. Namun seiring perkembangan jaman dan masuknya tren kopi ke Amerika dan Eropa, kata ini kemudian diadopsi menjadi yang sekarang kita kenal, yaitu barista. Sementara di Italia sendiri, barista sering disebut dengan baristi (untuk laki-laki) dan bariste (untuk perempuan).

Kesimpulannya, barista adalah seniman yang tahu betul seberapa banyak takaran dan campuran yang diperlukan untuk menyajikan espresso dan variasinya. Oh iya guys, sebelum kita melihat latte artnya Lee Kang Bin. Saya akan sedikit menjelaskan tentang latte art.

Saat menikmati café latte, hampir di semua coffee shop kita takkan mendapati secangkir café latte yang polos tanpa hiasan. Hiasan khas yang memperindah kopi kita ini disebut latte art. Saat barista beraksi membuatnya di coffee bar, kita yang menontonnya tertegun takjub. Betapa mudahnya para barista ini memeragakan ‘melukis’ kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa. Tapi tahukah kamu latte art tak lahir begitu saja. Diperlukan keterampilan khusus dan tentunya juga diperlukan ilmu agar latte art lahir dengan sempurna.

Lahirnya Latte Art

Kopi dan susu telah dikonsumsi sejak zaman dahulu. Tapi untuk menciptakan latte art diperlukan satu orang yang benar-benar menciptakannya. David Schomer adalah seorang pria yang berasal dari Amerika Serikat yang tergila-gila menciptakan seni di atas kopi pada pertengahan 1980-an. Dan ternyata, ada juga seorang pria Italia bernama Luigi Lupi di waktu yang hampir bersamaan melakukan hal yang sama yaitu latte art.

Jadi, tercatat dua orang penemu latte art di waktu yang hampir bersamaan. Siapapun yang terlebih dahulu menemukan metode ini tak ada yang menyangkal bahwa David Schomer-lah yang dianggap paling ahli dan bahkan telah membuat buku tentang ini. Pada 1994 di dalam artikel Coffee Talk, Schomer mengatakan bahwa dia telah mengembangkan bentuk hati ke dalam latte sejak musim gugur di 1989. Dalam artikel tersebut, Schomer secara tidak langsung mematenkan ‘bentuk hati’ dalam latte art.

Latte Art Adalah Semua Tentang “Ilmu Pengetahuan”

Kenapa? Karena latte art tak lahir dari sekedar menuangkan susu ke dalam espresso. Latte art terjadi karena bantuan susu yang dipanaskan dengan steamer atau frother dan membentuk microfoam. Kehadiran microfoam ini mengubah karakteristik dari susu cair biasa. Dalam bahasa ilmiah, proses ini disebut denaturasi. Susu terdiri dari lemak, gula dan protein. Ketika susu diuapkan, maka lemak mengurai dan memecah gula yang ada padanya dan membuat susu terasa lebih manis. Nah, susu yang telah menghasilkan microfoam inilah yang dituangkan barista ke dalam espresso dan bisa dibentuk menjadi berbagai desain dalam latte art.

Senjata Atau Peralatan Untuk Membuat Latte art

Jika seorang pelukis memerlukan kuas dan kanvas, maka barista memerlukan milk jug untuk melukis di atas cangkir. Milk jug adalah kuas bagi latte art. Bisa kamu bayangkan secangkir latte di atas cangkir acme cup yang berisi latte art sempurna berbentuk rosetta. Semua itu berkat milk jug yang dikendalikan baristanya. Milk jug sendiri terdiri dari berbagai jenis brand. Mulai dari Milk Jug MottaLatte Pro hingga Espro Toroid. Bahannya juga beragam karena ada yang terbuat dari stainless steel hingga teflon. Selain milk jug, biasanya latte art juga dibantu oleh Motta Latte Art Pen yang berguna menghias latte menjadi lebih indah.

Mungkin sudah cukup jelas penjelasan yang berikan tentang barista dan latte art. Nah, selanjutnya mari kita lihat hasil karya latte art yang di buat barista tampan ini. Hanya dengan berbekalan logam tipis dan pewarna makanan, Lee Kang Bin mampu membuat secangkir kopi agar terlihat lebih menarik. Inilah hasil karya latte Art dari Lee Kang Bin.

Mirip banget dengan tokoh Mario Bros

Kalau kopinya kayak gini sih, pasti enggak tega untuk meminumnya

Waw, detail banget. Gimana yah cara Lee Kang Bin membuatnya?

Pasti pelanggannya jatuh cinta nih kalau dikasih kopi kayak begini

Lucunya gambar kucing yang ada latte art ini, jadi gak tega ni mau diminum

Kali ini Jerapah, kayanya suka banget sama hewan yang lucu-lucu

Bukan cuma di Jepang aja yang ada sakura, di atas kopi pun ada haha…

Yang ini cocoknya tuh dipajang jangan diminum

Wow, tambah sedikit pop corn agar menjadi 3Dimensi, keren banget

Paduan warnanya itu kok bisa pas yah, kreatif banget

Kalo yang ini pasti sebelum minum difoto dulu, yakan? haha…

Semua karya menakjubkan itu dipamerkan melalui akun Instagram @leeekangbin91

“Aku hanya ingin membuat latte art dengan desain yang unik. Tak seperti latte art biasanya yang terdiri dari dua warna. Itulah yang membuatku menggunakan pewarna makanan dalam setiap desain. Aku rasa ini akan menjadi hal menarik dari kompetisi latte art dunia,” tutur Lee Kang Bin.

Kemampuan Lee Kang Bin yang luar biasa itu membuat akun Instagram-nya kebanjiran pengikut (followers). Sampai saat ini, akun tersebut telah memiliki sekitar 105.000 followers. 

Darbotz, Street Artis Asal Indonesia Yang Berkolaborasi Dengan DC Shoes

posted in: info | 0

Seniman Indonesia akan berkolaborasi dengan perusahaan produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, DC Shoes. DC Shoes resmi memperkenalkan produk hasil kolaborasinya dengan salah satu street artis Indonesia yaitu Darbotz pada tanggal 13 Juli lalu. Koleksi yang bertajuk DC Shoes X Darbotz tersebut dapat dilihat pada koleksi Klasik DC Heathrow dan DC Trase, T-shirt Pocket dan Logo, Boardshorts dan juga jaket.

Darbotz sendiri lebih dikenal lewat karya-karya khas hitam putihnya “Cumi-Kong” yang menghiasi banyak sudut ibu kota. Salah satu karya indahnya menghiasi dinding interior di hotel Artotel di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Selain itu ia juga sempat memamerkan karya-karya hitam putihnya pada acara pameran seni MIFA (Melbourne Intercultural Fine Art).

 

Sejarah Singkat DC Shoes

 

DC Shoes adalah sebuah perusahaan sepatu untuk olahraga aksi. Terkenal dengan brand sepatu Skate dan sepatu sportnya. Sepatu Extreme sport yang paling banyak populer yaitu di bidang olahraga SkateBoarding, SnowBoarding, BMX, MotorCross, dllnya. Penjualannya terdistribusi secara luas di pasar seluruh dunia termasuk DC Shoes Indonesia. Yang dijual bukan hanya sepatu saja, tapi ada juga pakaian, tas, aksesoris, topi, kemeja dan poster. Yang pertama kali menciptakan DC Shoes adalah Ken Block dan Damon Way.

Pada tahun 1989, Ken Block yang kita kenal sebagai Pe-rally Profesional ini awalnya adalah seorang Snowboarder, pada saat itu masih berusia 22 Tahun, dia mulai membuat cetakan pertamanya untuk T-shirt yang akan menjadi merk Eightball. Ia mengasah keterampilan desain komputer di Palomar Community College di San Marcos, California, di mana ia bertemu dengan seorang teman sekolah dan juga seorang skateboarder, Damon Way, dia membantu menemukan toko untuk menjual pakaian Eightball. Way Brothers, Danny Way, menjadi salah satu pemain skateboard pro pertama yang mendukung clothing line Eightball.

Desain yang unik Eightball terbukti langsung populer di skate shop lokal kala itu, lalu mereka meminta bantuan ayah seorang teman block, Clay Blehm dan memberikan dukungan dan urusan lainnya karena kebutuhan dan permintaan produksi saat itu sangat membludak. Blehm adalah seorang akuntan pengangguran yang telah meluncurkan beberapa bisnis selama karirnya. Saat itu dia sedang menjadi seorang jasa pusat penitipan anak dan bisnis pohon Natal. Setelah perusahaan Block tumbuh, Blehm menjadi kepala keuangan dan Blok menjadi presiden dan CEO perusahaan.

Keberhasilan Eightball membuat merk jeans Droors (“drawers”) lahir pada tahun 1992. Damon meluncurkan merek sepatu DC Shoes. DC Shoes adalah salah satu perusahaan sepatu yang pertama membuat ekstensif dukungan professional SkateBoarder. Tahun 1996 DC Shoes mempunyai 8 team SkateBoarder dan pergi ke tour dunia pada tahun 1997.

Merek DC Shoes yang dibuat dalam enam tahun pertama menyampaikan 30 merk. DC Shoes mampu memperluas distribusi di akhir 1999-an. DC Shoes diakusisi oleh QuickSilver senilai $87 juta dan membantu perusahaan dalam mencapai pendapatan $1 milyar pada tahun 2004. Semakin lama DC Shoes berkembang menjadi manufaktur sepatu dan pakaian raksasa pada tahun 2014.

Seniman Jalanan Yang Berkolaborasi Dengan DC Shoes

Siapa sangka, berbekal kegemarannya membuat sketsa Darbotz diajak bekerja sama dengan lini fashion dunia DC Shoes? Kolaborasi mereka kini telah hadir dalam sebuah seri apparel baru DC Shoes X Darbotz yang sudah dirilis secara global. Di Indonesia, seri ini dirilis di D’Gallerie Café pada Rabu, (13/7/2017).

“Darbotz adalah ‘OG’ dari Street Artis di Indonesia, penggunaan nuansa hitam dan putihnya yang mencolok dan karakter Cumi-Kong yang begitu mudah dikenali tetap relevan dengan perkembangan zaman, bahkan saat Jakarta dan kota besar lainnya terus tumbuh dan berubah. Kolaborasi ini memberi kesempatan kepada para penggemar Street Arts dan budaya untuk menikmati bagian karya seni Darbotz melalui koleksi sepatu danapparel DC Shoes yang akan terlihat menonjol di antara semua hal lainnya,” ungkap Sammy Gosling, DC Shoes Asia Marketing Excecutive.

Darbotz sendiri adalah seniman mural yang bermula dari kegemarannya membuat sketsa. Hal inilah yang menjadi titik temu antara DC dan Darbotz, sehingga ia ingin bekerja sama dalam sebuah produk lokal yang akan dijual DC di Indonesia. Ternyata usaha tersebut berbuah manis hingga DC memutuskan desain asli Darbotz dijual secara global.

Awalnya, produk hasil kolaborasi ini hanya dijual untuk konsumen Indonesia saja. Namun ketika Marketing Manager DC Shoes Indonesia Yusar Odang mempresentasikan DC Shoes X Darbotz ini ke DC pusat di USA, mereka tertarik untuk menjualnya secara global. Tak hanya sekedar menggunakan karya karakter Cumi-Kong, Darbotz juga terlibat dalam pemilihan bahan, mencetak desain gambar, hingga memilih produk. Ia mengambil konsep “Keep Em Dirty” yang menggambarkan situasi kesemrawutan kota besar.

Keep Em Dirty adalah sebuah slogan yang dibuat untuk menggambarkan suasana kota besar yang sebersih apapun pasti tetap ada sisi kotor, tidak rapi pada bagian kota yang masih raw. Slogan tersebut juga akan melekat pada sepatu ini kala dipakai dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi kota besar dan problematikanya,” ungkap Darbotz.

Tentunya berbagai koleksi baru DC Shoes X DARBOTZ sudah dapat dinikmati di seluruh dunia, hingga beberapa negara seperti Brasil dan Jepang sangat menggemari desain ini. Koleksi fashion yang ditawarkan dari sketsa ini adalah DC Heatrhrow, DC Trase, T-shirt Pocket dan Logo, Broadshorts dan juga Jaket. Koleksi ini juga sudah bisa didapatkan di Indonesia mulai harga Rp 299 ribu.

1 2 3 4 7