Membaca Puisi Terbanyak, Puluhan Ribu Siswa Karanganyar Pecahkan Rekor Muri

posted in: berita | 0

Wow, bikin bangga. Puluhan ribu siswa Karanganyar berhasil memecahkan rekor muri dengan membaca puisi terbanyak. Keren! Nah, sebelum saya membahas tentang siswa Karanganyar yang berhasil memecahkan rekor, saya akan membahas sedikit lebih dulu mengenai apa itu puisi. Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Sebuah puisi biasanya mengutamakan akan bunyi, bentuk serta makna yang terkandung untuk disampaikan. Keindahan pada puisi menjadi kualitas estetika yang begitu indah. Ada beberapa pengertian puisi menurut para ahli. Dari beberapa ahli tentang puisi, mereka mempunyai banyak sekali pendapat mengenai pengertian puisi. Namun beberapa pengertian yang mereka simpulkan tersebut sebenarnya hampir sama saja. Berikut beberapa pengertian seni tertulis ini menurut para ahli.

  • Pradopo: Pengertian puisi menurut Pradopo adalah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.
  • Herbert Spencer: Pengertian puisi menurutnya adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.
  • Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut Carley adalah ungkapan pikiran yang bersifat musikal.
  • Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut Herman adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
  • Sumardi: Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias(imajinatif).
  • James Reevas: Pengertian puisi menurut Reevas bahwa arti puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

Sejarah Puisi

Puisi adalah karya tulis yang sangat indah yang pernah ada. Siapapun orangnya, akan merasa takjub dan kagum saat melihat isi atau makna dari puisi yang terkandung. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa dalam bentuk irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis. Kembali kepertanyaan yang tadi, Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan.

Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Jadi wajar saja bila banya orang yang tiba-tiba suka membaca puisi dan biasanya orang yang suka tiba-tiba membaca puisi adalah orang yang sedang patah hati.

Suatu karya seni tertulis yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari–hari. Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan kata–kata yang digunakan mengandung banyak pengertian. Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, luasnya pengetahuan pembaca sangat penting, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut.

Di dalam puisi juga berisi suatu ungkapan perasaan dan pikiran dari penyair yang menggunakan imajinasinya. Kemudian ia berkonsentrasi untuk menyusun puisi dengan kekuatan bahasa, baik secara fisik maupun batin. Secara umum, puisi terdiri dari 6 unsur, yaitu, tema, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berarti penciptaan.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja. Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannya. Seni tertulis ini juga kadang-kadang hanya berisi satu suku kata yang terus diulang-ulang. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga beranekaragam, salah satunya adalah sarkasme, yaitu sindiran langsung dengan kasar. Di beberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun.

Jenis-jenis Puisi

Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.

Ciri-ciri Puisi Lama

  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
  • Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
  • Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

Jenis Puisi Lama

  • Mantra, merupakan sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib.
  • Pantun, merupakan salah satu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  • Karmina, merupakan salah satu jenis pantun yang kilat seperti pantun tetapi sangat pendek.
    Seloka, adalah pantun yang berkait.
  • Gurindam, adalah puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
  • Syair, merupakan puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
  • Talibun, adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.

Puisi Baru

Puisi baru adalah puisi yang memang tidak memiliki ikatan akan aturan. Sehingga bentuk pada puisi baru ini lebih bebas dari jumlah baris, rima, maupun suku kata.

Ciri-ciri Puisi Baru

  • Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya.
  • Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  • Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
  • Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  • Biasanya berisikan tentang kehidupan.
  • Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
  • Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  • Memiliki rima akhir yang teratur.
  • Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar), 4-5 suku kata.

Jenis Puisi Baru

Adapun jenis-jenis dari puisi baru, yaitu sebagai berikut.

Menurut Isinya

Puisi baru menurut isinya dibagi menjadi 7,antara lain sebagai berikut.

  • Balada, merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari tiga bait dan masing-masing dengan delapan larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selanjutnya.
  • Himne, merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.
  • Ode, adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
  • Epigram, adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran, didaktik berarti nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, dan ikhtibar yang artinya ada teladan.
  • Romansa, adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis
  • Romantique, yang berarti keindahan perasaan, yaitu persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.
  • Elegi, adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan seperti ratap tangis atau kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian atau kepergian seseorang.
  • Satire, adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran seperti kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena, tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb).

Menurut Bentuknya

Jika menurut bentuknya, puisi baru dibagi menjadi 8 jenis, antara lain sebagai beritkut.

  • Distikon, adalah suatu puisi yang tiap baitnya terdiri dari dua baris (puisi dua seuntai).
  • Terzina, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari tiga baris (puisi tiga seuntai).
  • Kuatrain, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari empat baris (puisi empat seuntai).
  • Kuint, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari lima baris (puisi lima seuntai).
  • Sektet, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari enam baris (puisi enam seuntai).
  • Septime, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari tujuh baris (puisi tujuh seuntai).
  • Oktaf atau Stanza, merupakan puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari delapan baris (double kutrain atau dapat disebut juga dengan puisi delapan seuntai).
  • Soneta, merupakan salah satu jenis puisi yang terdiri dari empat belas baris yang terbagi menjadi dua, duat bait pertama masing-masing terdiri dari empat baris dan dua bait kedua masing-masing 3 baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara.Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

Puisi terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terikat dengan jumlah baris, bait, ataupun rima (sajak). Puisi lama adalah pantun dan syair. Puisi modern tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi modern disebut puisi bebas.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Puisi

Istilah membaca puisi diambil dari bahasa Inggris, yaitu Poetry Reading. Hakekat membaca seni tertulis adalah seni menyatakan kembali ciptaan pengarang dengan keseluruhan jiwa disertai intonasi, ekspresi, irama dan interpretasi yang baik. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi.

  • Ketepan ekspresi/mimik, ekspresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Dan mimik adalah gerak wajah.
  • Kinesik, yaitu gerak anggota tubuh.
  • Kejelasan artikulasi, artikulasi adalah ketepatan dalam melafalkan kata-kata.
  • Timbre, yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
  • Dinamik, artinya keras lembutnya dan tinggi rendahnya suara.
  • Intonasi, yaitu lagu suara. Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi.
  • Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
  • Tekanan nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
  • Tekanan tempo, yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai puisi, kita kembali ke topik utama mengenai puluhan ribu siswa Karanganyar yang berhasil pecahkan rekor muri dengan membaca puisi terbanyak. Langsung saja lihat dibawah ini.

Luar biasa! Mungkin itu kalimat yang pantas diucapkan saat warga Karanganyar berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan kategori pencipta sekaligus pembaca puisi terbanyak, Karanganyar memecahkan rekor MURI membaca puisi terbanyak dengan jumlah peserta sebanyak 25.257 siswa dari berbagai sekolah. Baca puisi tersebut digelar di alun-alun Karanganyar. Rekor sebelumnya dipegang oleh sebuah yayasan di Jakarta, dengan jumlah peserta sebanyak 22.000. Rekor MURI ini, merupakan yang ke 14 kalinya, setelah di era mantan bupati Karanganyar, Rina Iriani, berhasil memecahkan 13 rekor MURI.

Selain memecahkan rekor MURI membaca pusi dengan peserta terbanyak, dalam pembacaan puisi ini, juga terkumpul sebanyakk 70.000 puisi hasil karya para pelajar Karanganyar. Puluhan ribu puisi ini, akan disimpan di kantor perpustakaan dan arsip daerah.

“Kalau sudah menjadi buku, akan disimpan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar. Semoga dengan cara seperti itu, koleksi puisi di Karanganyar semakin banyak. Tentunya dapat pula memajukan masyarakat agar semakin cerdas,” katanya.

Kegiatan yang ditujukan menyemarakkan Hari Jadi ke-100 Kabupaten Karanganyar itu juga diikuti beberapa seniman dan budayawan di Karanganyar dan sekitarnya.

“Jumlah peserta yang mengikuti cipta dan baca puisi kali ini melebihi target. Target awal 25.000 peserta. Ternyata jumlah di lapangan mencapai 27.000 peserta,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa, di sela-sela kegiatan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mempersilakan seluruh elemen masyarakat di Karanganyar untuk membuat puisi sesuai ide yang dimiliki. Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu terbuka menerima isi puisi yang dibuat setiap warganya, termasuk puisi berisi kritikan.

“Kegiatan ini menjadi ajang kreativitas untuk menggali potensi seni di Karanganyar. Silakan ciptakan dan bacakan puisi apa saja,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, bupati Karanganyar, Juliyatmono, membaca puisi hasil karyanya yang berjudul, Karanganyar ku, Karanganyar mu, Karanganayar kita semua.Sedangkan wakil bupati, Rohadi Widodo, dengan puisi yang berjudul, Bahagiamu.

“Puisi yang saya bacakan ini, murni hasil karya saya yang saya ciptakan satu jam sebelum acara dimulai. Saya ingin menggambarkan situasi Karanganyar, dulu, saat ini dan masa yang akan datang.”

“Maksud dari karya puisi yang saya buat tadi adalah, kita ingin membangun impian kita semua untuk Karanganyar. Beberapa kalimat saya torehkan, seperti dulu bisa saja banyak orang yang tidak tertarik, tapi sekarang engkau mempesona dan semua orang bahkan ingin mendekat. Adalah salah satu motivasi kami untuk bisa membawa Karanganyar lebih maju lebih dekat dengan semuanya,” ungkapnya usai membacakan puisi.

“Dulu Karanganyar tidak dilirik, sekarang menjadi rebutan, bahkan ada yang ingin merusak, seperti rencana pemanfaatan panas bumi Gunung Lawu,” kata bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga Karanganyar, Tarsa, mengatakan, target awal peserta baca puisi ini, sebanyak 25.000 peserta, namun dalam pelaksanaannya, yang hadir lebih dari yang ditargetkan.

Sementara itu, perwakilan MURI Indonesia wilayah Jawa Tengah, Widya mengatakan, dari hasil verifikasi, jumlah peserta baca puisi di Karanganyar, tercatat sebanyak 25.257 peserta. Dan Karanganyar berhasil memecahkan rekor MURI.

Ia juga mengatakan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan cipta dan baca puisi di Alun-alun Karanganyar ini merupakan yang terbanyak di Tanah Air. “Rekor terbanyak sebelumnya saat baca puisi serentak di Tugu Monas, Jakarta (diikuti 22.000 orang pada 2014),” katanya.

“Rekor ini langsung kita catatkan ke MURI Indonesia di Jakarata,” ujarnya.

Gimana? Keren bukan? Mengingat zaman sekarang sudah banyak masyarakat yang kurang suka membaca seni tertulis seperti puisi. Semoga setelah kita kamu membaca artikel diatas kamu jadi lebih semangat lagi untuk membaca dan semoga bisa menambah wawasan. Terima kasih telah membaca.