Beragam Jenis Komponen Elektronika Dan Fungsinya

posted in: info | 0

Guys, dalam hidup kita sehari-hari, kita telah banyak menjumpai beberapa perlengkapan elektronika yang sangat berhubungan dengan listrik. Mungkin tidak ada yang membayangkan betapa banyaknya komponen elektronik yang sering ditemukan disekitar kita terutama dirumah atau pada peralatan elektronik. Bagi anda yang ingin mengetahui apa sajakah komponen elektronika tersebut, bisa mencari tahunya disini.

Sebelum kami membantu anda untuk menguraikannya, lebih dulu kami menjelaskan apa sih yang dimaksudkan dengan komponen elektronik itu? Komponen elektronik adalah bagian dari peralatan elektronika yang memiliki fungsinya masing-masing pada sebuah rangkaian elektronika. Seiring berjalannya waktu, banyak sekali jenis komponen elektronika yang penting untuk kita ketahui seperti yang disebutkan dibawah ini.

Jenis-jenis Komponen Elektronika

Berdasarkan penjelasannya, ada beberapa jenis komponen elektronika yang sering kita temui dan tidak menenal namanya. Dan komponen tersebut adalah:

A. Resistor

Resistor adalah salah-satu komponen elektronik pasif yang fungsinya untuk menghambat serta mengatur atau mengontrol arus listrik yang ada pada suatu rangkaian elektronika.

Jenis-jenis resistor

Dari penjelasannya tersebut, resistor memiliki beberapa jenis yang berbeda seperti:

  • Fixed Resistor

Ini adalah jenis resistor yang nilai resistansinya tetap. Resistansi atau yang lebih dikenal sebagai hambatan Resistor biasanya terdiri dari kode warna maupun kode Angka.

  • Variable Resistor

Ini hampir sama dengan Fixed Resistor dimana nilai resistansi variable resistornya bisa berubah atau dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

  • Thermistor (Thermal Resistor)

Adalah komponen elektronika yang bisa digunakan dalam hal mengukur suhu. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).

  • LDR (Light Dependent Resistor)

Ini adalah jenis resistor dimana nilai hambatannya dapat dipengaruhi oleh adanya cahaya yang diterimanya.

B. Kapasitor (Capacitor)

Ini bisa saja disebut sebagai kondensator dimana komponen elektronik tersebut akan menyimpan energi maupun muatan listrik untuk sementara waktu. Fungsinya adalah memilih gelombang radio pada rangkaian Tuner serta menyeimbangkan arus dan lain sebagainya.

Jenis-jenis kapasitor

Kapasitor juga memiliki beragam jenis yang berbeda dan penting sekali untuk kalian ketahui.

  • Kapasitor Nilai Tetap (Fixed Capacitor)

Ini adalah bagian dari jenis kapasitor tetap dimana nilai konstannya tidak akan berubah. Dari kapasitor nilai tetap ini juga terbagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu:

1. Kapasitor Keramik (Ceramic Capasitor)

Sesuai dengan namanya, kapasitor yang satu ini berbahan keramik dimana bentuknya yang bervariasi seperti bulat dan persegi empat. Kapasitor Keramik ini tidak memiliki arah atau polaritas, jadi dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian Elektronika.

2. Kapasitor Polyester (Polyester Capacitor)

Ini adalah jenis kapasitor dimana isolatornya berasal dari bahan Polyester dan bentuknya yang persegi empat. Dalam suatu rangkaian Elektronika, kapasitor ini dapat dipasang terbalik.

3. Kapasitor Kertas (Paper Capacitor)

Seperti namanya, isolatornya berasal dari kertas yang tidak dilengkapi oleh suatu polaritas arah atau dapat dipasang bolak balik dalam suatu Rangkaian Elektronika.

4. Kapasitor Mika (Mica Capacitor)

Kapasitor mika adalah jenis isolator dimana bahannya terbuat dari mika. Karena tidak adanya polaritas searah, mika dapat dipasang bolak balik.

5. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor Elektrolit atau juga disingkat dengan ELCO ini sering digunakan saat sebuah Rangkaian Elektronika yang memerlukan Kapasintasi yang tinggi. Biasanya pada badan Kapasitor Elektrolit ini akan tertera suatu Nilai Kapasitansi, tegangan serta terminal negatif nya.

6. Kapasitor Tantalum

Jenis kapasitor inilah yang terdiri dari Polaritas rah Positif dan Negatif. Kapasitor Tantalum ini dapat beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi karena Kapasitor jenis ini menggunakan sebuah bahan Logam Tantalum.

  • Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)

Ini adalah kebalikan dari kapasitor nilai tetap dimana kapasitansi kapasitor variabel dapat diatur apalagi diubah. Berdasarkan jenisnya, kapasitor variabel juga terdiri dari dua jenis yaitu:

1. VARCO (Variable Condensator)

Jenis kapasitor variabel ini bahan bakunya adalah logam serta ukurannya yang lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. VARCO biasanya dipakai untuk memilih gelombang frekuensi pada radio.

2. Trimmer

Dan yang lain dari jenis kapasitor variabel adalah Trimmer. Dan yang dimaksudkan dengan trimmer adalah jenis kapasitor yang memiliki 2 pelat logam. Pada rangkaian elektronika, trimmer berfungsi untuk memilih gelombang Frekuensi yang tepat.

C. Induktor (Inductor)

Induktor sama halnya dengan coil atau kumparan merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengatur frekuensi, penyaring dan juga sebagai alat penyambung.

Jenis-jenis Induktor

Induktor memiiki beberapa macam jenis seperti apa yang disebutkan dibawah ini.

  • Iron Core Inductor

Sesuai dengan namanya, induktor ini terdiri dari inti berbahan besi. Ada berbagai macam inti besi yang bisa digunakan pada sebuah induktor sesuai dengan yang dibutuhkan.

  • Air Core Inductor

Berbeda dengan kerabatnya yang ada diatas dimana Air Core Inductor menggunakan inti dengan bahan udara. Jenis induktor ini bisa juga disebut sebagai induktor tak ber inti.

  • Ferrite Core Inductor

Ini merupakan jenis induktor yang menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya.

  • Torroidal Core Inductor

Ini berbeda dengan induktor yang lainnya dimana induktor jenis ini berbentuk seperti O dan sering ditemukan pada rangkaian TV.

  • Laminated Core Induction

Ini juga jenis induktor yang memiliki inti serta beberapa jenis logam. Logam yang ada pada induktor ini akan disambung dengan cara paralel.

  • Variable Inductor

Besar kecilnya jenis induktor yang satu ini dimana nilai induktansinya bisa diatur seperti apa yang diinginkan. Jenis induktor ini biasannya menggunakan bahan ferit.

D. Dioda (Diode)

Dioda adalah sebuah komponen yang biasanya terdapat pada peralatan elektronika yang memiliki dua kutub dengan fungsi sebagai penyearah arus. Komponen ini juga dikatakan memiliki gabungan dua semi konduktor dimana keduanya diberi penambahan material seperti konduktor agar mengalirkan listrik.

Jenis-jenis dioda

Dari penjelasannya tersebut, ada berbagai jenis dioda yang dapat dikarkulasikan atau disebutkan dibawah ini.

  • PN Junction Diode. Ini adalah dioda standar yang tersusun dari PN dan yang paling banyak beredar dipasaran sehingga banyak digunakan seperti dioda generik dengan fungsi utamanya dalam menyearahkan arus.
  • Light Emitting Diode (LED). Ini adalah jenis dioda yang dialiri arus forward-bias dan jenis dioda ini dikatakan dapat mengeluarkan cahaya yang sangat sering digunakan untuk penerangan.
  • Laser Diode. Ini juga jenis dioda yang memiliki cahaya dimana cahaya yang dihasilkan tersebut merupakan cahaya koheren. Dioda laser juga memiliki perangkat pembaca CD, DVD serta laser pointer.
  • Photodiode. Jenis dioda yang satu ini sebagai penghasil energi listrik jika daerah PN junction disinari. Secara umum, dioda digunakan untuk mendeteksi keberadaan arus kecil yang berasal dari cahaya.
  • Gunn diode. Ini adalah jenis dioda yang dikatakan tidak terdiri dari PN Junction tetapi memiliki elektroda. Dioda tersebut biasanya digunakan sebagai penghasil sinyal gelombang mikro.
  • BARITT Diode. BARITT merupakan singkatan dari Barrier Injection Transit Time dimana jenis dioda tersebut yang prinsip kerjanya berupa emisi termionik. Biasanya dioda yang satu ini hanya digunakan untuk menghasilkan sinyal gelombang mikro berlevel rendah.
  • Tunnel Diode. Cara kerja dari dioda jenis ini dengan memanfaatkan kuantum seperti tunneling dimana Tunnel junction dianggap sebagai salah-satu komponen pada osilator, penguat atau pencampur sinyal apabila kecepatan reaksinya melakukan perubahan tegangan.
  • Backward Diode. Ini bisa dikatakan hampir sama dengan Dioda Tunnel dan bedanya hanya dopingnya yang lebih rendah dari pada sisi yang berlawanan.
  • PIN Diode. Ini adalah dioda tanpa doping yang memiliki area semikonduktor intrinsic dimana letaknya diantara P dan N junction. Dari adanya area intrinsic tersebut memberikan efek melebarkan area yang mengekang pergerakan elektron.
  • Schottky diode. Ini adalah jenis dioda yang memiliki tambahan metal yang terletak pada permukaan bagian tengah semikonduktor. Keistimewaan dari dioda yang satu ini adalah dengan adanya tegangan aktivasi rendah serta waktu perbaikan atau pemulihan yang singkat. Dioda yang satu ini biasanya dapat ditemukan pada suatu rangkaian elektronik dengan frekuensi tinggi seperti pada radio.
  • Step recovery diode. Dioda pada bagian semikonduktor ini dikatakan memiliki doping yang menurun pada titik yang sangat rendah. Rendahnya doping dikatakan akan mengurangi hubungan jalur komunikasi atau switching yang menyebabkan daerah junction lebih sedikit.
  • Varactor diode. Ini adalah jenis dioda yang memiliki mode reverse yang biasanya memiliki lapisan penghalang yang dapat berubah tergantung dengan adanya tegangan yang diberikan.
  • Zener diode. Jenis dioda yang terakhir ini secara khusus dapat memberikan tegangan tetap yang biasanya digunakan untuk menghasilkan tegangan pada suatu rangakaian elektronik.

E. Saklar (Switch)

Saklar adalah suatu alat yang sangat berhubungan dengan listrik dimana saklar berfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik. Walaupun saklar dikatakan tidak memiliki bentuk yang terlalu besar, tetapi saklar memiliki 2 logam yang bisa dihubungkan atau dipisahkan seperti dalam keadaan On atau sambung dan Off atau putus.

Jenis-jenis saklar

Penting untuk anda ketahui, ternyata saklar tidak hanya satu jenis saja, melainkan ada banyak saklar seperti yang disebutkan dibawah ini.

  • Saklar tunggal
    Saklar tersebut adalah saklar yang paling umum ditemukan pada setiap rumah dan juga yang lainnya seperti hotel dan apartemen. Fungsi dari saklar ini adalah untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Saklar ini dikatakan memiliki sebuah tuas yang hanya dalam sekali tekan dapat mematikan lampu.
  • Saklar seri
    Ini adalah saklar yang memiliki dua saklar tunggal secara seri. Dengan adanya saklar ini, bisa menghidupkan lebih dari satu buah lampu dengan bersamaan.
  • Saklar kutub 2
    Saklar kutub 2 adalah salah-satu jenis saklar listrik yang berfungsi sebagai penghubung atau memutuskan aliran listrik. Ini merupakan saklar yang mudah ditemukan pada papan hubung bagi (PHB) 1 fasa (Phase). Penggunaan sakalr jenis ini biasanya pada ruangan yang lembab dan basah.
  • Saklar tukar
    Guna dari saklar ini adalah dapat difungsikan dalam menghidupkan serta mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Begitu juga saklar tersebut juga bisa mnyalakan beberapa buah lampu secara bergantian.

Berdasarkan penjelasannya saklar listrik yang ada diatas, ada juga berbagai jenis saklar lain yaitu:

  • Saklar push button
    Ini adalah jenis saklar yang bertugas sebagai penghubung aliran listrik sesaat saat ditekan dan pada saat dilepas maka posisinya akan kembali pada Off. Ini adalah salah-satu jenis saklar yang paling banyak digunakan pada sebuah rangkaian elektronik yang disertai dengan rangkaian pengunci.
  • Saklar toggle
    Ini juga merupakan jenis saklar yang dianggap sebagai penghubung dan pemutus arus yang dilakukan dengan cara mekanis atau dengan menggerakkannya. Pada umumnya, ini sering ditemukan pada ukurannya yang kecil dan juga biasa digunakan pada rangkaian elektronika.
  • Selector switch (SS)
    Ini adalah saklar yang memiliki beberapa posisi seperti On dan Off serta memiliki banyak pilihan posisi begitu juga dengan tipenya. Saklar tersebut biasanya terpasang pada panel kontrol dengan tujuan menentukan jenis pengoperasian. Dan ini juga mempunyai beberapa kontak dimana setiap kontaknya menggunakan kabel menuju pada rangkaina yang berbeda misalnya pada radio, tape dan sebagainya.
  • Saklar Mekanik
    Secara umum, saklar mekanik digunakan sebagai tombol otomatis serta sebagai proteksi rangkaian. Ini bekerja secara otomatis seperti On dan Off saat proses perubahan parameter seperti posisi, tekanan atau temperatur. Saklar ini akan On dan Off apabila telah mencapai proses yang ditentukan. Saklar mekanik juga memiliki berbagai jenis seperti Limit Switch, Flow Switch, Level Switch, Pressure Switch dan Temperature Switch.
  • Limit switch (LS)
    Ini juga termasuk saklar dan biasanya ini banyak digunakan pada indutri. Limit switch pada dasarnya bekerja sesuai dengan sirip saklar dengan memutar tuas karena tekanan plunger atau tripping sirip wobbler. Tuas yang ditekan berdasarkan gerakan mekanis, maka posisi kontak akan berubah.
  • Temperature Switch
    Ini juga disebut sebagai thermostat yang dasarnya bekerja pada perubahan temperatur yang dipicu berdasarkan pemuaian cairan yang berasal dari chamber tertutup yang terdiri dari tabung kapiler serta silinder berbahan stainless steel. Chamber yang mempunyai cairan dikatakan memiliki koefisiensi atau pemuaian panas yang tinggi sehingga dapat memanaskan silinder dan ciran akan memuai dan disinilah akan menimbulkan tekana pada seluruh lapisan penutup chamber. Tekanan tersebut akan memberikan perubahan status kontak.
  • Flow Switch (FL)
    Saklar yang satu ini biasanya digunakan sebagai pendeteksi perubahan aliran. Apabila cairan yang ada dalam pipa tidak memiliki aliran, inilah yang menyebabkan tuas tidak bergerak dan adanya tekanan pada sebelah kanan dan kiri tuas. Sewaktu adanya lairan, tuas akan bergerak dan akan terjadi perubahan kontak sehingga rangkaian dapat disambung dan diputus.
  • Float switch (FS)
    Ini juga disebut sebagai saklar level atau saklar diskret yang biasa digunakan sebagai pengontrol cairan dalam tangki. Kontak saklar akan berubah sesuai dengan posisi level cairan yang ada dalam tangki dimana posisi level tersebut ada yang horizontal dan ada yang vertikal.
  • Saklar tekanan atau Pressure Switch
    Ini adalah saklar yang cara kerjanya berdasarkan tekanan pada perangkat saklar. Saklar yang satu ini juga memiliki 2 macam seperti absolut (trigger (pemicu) terjadi pada tekanan tertentu) dan konfigurasi diferensial (trigger terjadi karena perbedaan tekanan). Tekanan pada saklar ini dikatakan berasal dari udara atau cairan lainnya seperti oli.

Komponen elektronik adalah bagian dari peralatan elektronika yang memiliki fungsinya masing-masing pada sebuah rangkaian elektronika. Sekian pembahasan ini kami berikan untuk anda, semoga saja memberikan banyak manfaat. Akhir kata kami ucapkan selamat membaca.