Mengenal Lebih Dalam Tentang Busi

posted in: info | 0

Guys, untuk melancarkan fungsi dari sepeda motor, tidak hanya tugas mesin untuk melakukannya. Dan juga ada perangkat lain yang mendukung sistem dari sepeda motor dan perangkat yang dimaksudkan tersebut adalah busi. Setiap kendaraan bermotor dapat berfungsi dengan sangat baik tidak hanya adanya mesin akan tetapi bantuan dari sebuah busi. Ini artinya busi motor tidak kalah penting dengan sebuah mesin. Jika berbicara mengenai busi, ada banyak yang patut untuk anda ketahui seperti apa yang tertulis dibawah ini.

Pengertian Busi Motor

Sebelum kita mencari tahu lebih dalam mengenai busi motor, sebaiknya lebih dulu mengetahui apa sih busi itu? Tanpa banyak berbasa-basi lagi, yuk ikuti penjelasannya yang ada dibawah ini.

Busi adalah sebuah alat yang sangat berguna untuk melancarkan fungsi dari sebuah kendaraan bermotor. Dengan kata lain, busi disebut sebagai suatu alat yang dapat menghasilkan api diruang bakar. Untuk menghidupkan kendaraan, busi menghasilkan api sehingga membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Pada tengah busi, ada yang namanya elektrode yang biasanya terhubung pada kabel ke koil pengapian.

Dari pengertian singkatnya yang ada diatas, ada beragam jenis busi motor yang penting untuk anda kenali. Seperti apakah jenis busi tersebut? Berikut uraiannya.

1. Busi standar

Ini adalah jenis busi asli bawaan pabrikan sepeda motor dimana ukuran pada busi tersebut rata-rata berkisar 2,5 mm dengan ujung elektrodanya berbahan nikel. Busi ini memiliki ketahanan yang sangat luar biasa yang dapat dipakai hingga berjarak 20 ribu km.

2. Busi beresistor

Busi jenis ini pada dasarnya hampir sama dengan busi standar namun bedanya busi beresisitor memiliki logo R. Logo R inilah yang sering menjadi kesalah pahaman bagi pengendara motor karena banyak yang menanggapnya sebagai busi racing. Tetapi yang sebenarnya logo R tersebut menyimpan arti yang sesungguhnya yaitu resistor.

3. Busi platinum

Mengapa jenis busi yang satu ini sangat banyak sekali dicari oleh para bikers? Karena kekuatannya yang tidak diragukan, dengan kata lain busi tersebut bisa digunakan pada jarak yang sangat jauh berkisar 30 ribu km berdiameter 0,5 mm hingga 0,8 mm. Bagian ujung dari busi ini berbahan nikel sehingga panas yang akan mempengaruhinya lebih kecil.

4. Busi Iridium

Pada umumnya busi iridium sering sekali digunakan untuk balapan. Inilah yang disebutkan sebagai busi racing dan ujung elektrodanya berbahan nikel. Besarnya diameter elektroda busi iridium terbaik antara 0,6 mm hingga 0,8 mm.

5. Busi racing

Busi racing adalah busi yang diciptakan secara khusus dengan bahannya yang tahan akan tinggi atau besarnya kompresi serta tingginya pada suhu mesin. Ukurannya lebih kecil dan meruncing membuat ia hampir mirip dengan sebuah jarum. Namun pemakaiannya tidak tahan lama berkisar 20 ribu hingga 30 ribu km. Harga busi Racing ini lebih mahal dari harga busi lainya, karena busi Racing ini khusus untuk mesin full modifikasi.

Bagian-bagian Busi

Guys, kalian semua sudah tentu mengetahui bagaimana bentuk dari busi yang dimaksudkan tersebut bukan? Namun tahukah anda dengan bagian-bagian yang ada padanya? Busi memiliki beberapa bagian seperti apa yang dituliskan dibawah ini.

1. Terminal

Pada bagian atas busi terdiri dari yang bisa disebutkan sebagai terminal. Terminal tersebut berfungsi untuk menghubungkan busi dengan sistem pengapian.

2. Insulator

Busi juga terdiri dari yang namanya Insulator dimana bagian utamanya berbahan porselen atau keramik. Fungsinya yang paling penting adalah menopang mekanik inti elektroda dan sebagai isolator elektrik terhadap tegangan tinggi yang akan mengalir di inti elektroda.

3. Ribs

Walaupun busi memiliki berbagai macam jenis, tetapi bentuknya tidak ada yang beda. Pada setiap lekukan busi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan insulator. Lekukan tersebut disebut sebagai ribs dimana jarak elektroda jauh dari yang biasanya. Jika jaraknya semakin jauh, maka hambatan inti sel akan semakin besar.

4. Insulator tip

Insulator tip adalah salah-satu bagian busi dimana ujung insulatornya masuk ke dalam ruang bakar mesin. Bagian ini memiliki kemampuan dalam menahan temperatur tinggi dan menjaga insulasi elektrik. Agar elektroda tidak kepanasan, bagian ini harus memiliki konduktifitas panas yang baik.

5. Seal

Busi memiliki yang namanya seal dimana fungsinya pembakaran di ruang bakar tidak bocor dan keluar melalui ulir busi.

6. Metal case

Casing metal adalah bagian busi yang berguna untuk mengantarkan panas sehingga panas dari busi dapat berpindah ke tempat lain.

7. Center electrode

Inti elektroda terhubung dengan terminal kepala busi melalui penghubung internal yang di selubungi oleh keramic insulatornya. Inti elektroda bisa terbuat dari kombinasi tembaga, besi dan nikel atau logam-logam terbaik lainnya. Pada umumnya material yang paling sering digunakan adalah cupprum atau copper atau tembaga. Fungsi inti elektroda ini untuk menyalurkan energi listrik.

8. Side electrode (ground )

Elektroda merupakan bagian dari ujung busi yang berhubungan langsung dengan badan kendaraan. Elektroda yang bisa memberikan panas juga memiliki kemampuan menahan suhu yang tinggi serta arus yang bersifat erosif. Bagian dari busi tersebut terbuat dari campuran nikel kromiumbarium dan lain sebagainya seperti platinum, tungsten atau campuran iridium.

Cara Kerja Busi

Setelah kita mengetahui berbagai jenis dan bagian-bagian busi seperti yang disebutkan diatas, dibawah ini akan memberitahukan kepada anda bagaimana busi bekerja.

Busi yang terhubung ke tegangan tinggi dihasilkan oleh koil. Ketika elektron mengalir, perbedaan tegangan antara elektroda pusat dan elektroda samping. Tidak ada arus yang dapat mengalir karena bahan bakar dan udara pada celah adalah isolator, tetapi ketika tegangan naik, akan mulai mengubah struktur gas di antara elektroda. Namun semakin besar beda tegangan, struktur gas diantara kedua electrode tersebut berubah.

Disaat tegangan lebih besar daripada gas, gas tersebut nantinya akan mengalami ionisasi dari sifatnya insulator hingga berubah manjadi konduktor. Setelah hal tersebut terjadi, akan mengalirkan arus elektron dan dengan adanya aliran tersebut, suhu pada percikan api akan naik hingga 60.000 K. Suhu tinggi tersebut akan membuat gas memuai dan akan mengalami ledakan kecil.

Cara melepas dan memasang busi sepeda motor

Bagi anda yang ingin mengetahui cara untuk melepas dan memasang busi sepeda motor, dibawah ini akan membantu anda untuk melakukannya.

  • Bagi anda yang ingin memasang dan melepaskan busi sepeda motor, pastikan keadaan mesin sepeda motor anda dalam keadaan dingin. Setelah itu dengan menyiapkan kunci dan sebaiknya jangan menggunakan kunci pas karena bisa merusak busi. Dianjurkan untuk menggunakan kunci busi yang sesuai standar. Salah-satu alat yang diperlukan disini adalah obeng untuk menahan busi pada saat diputar.
  • Setelah itu dengan menempatkan kunci dengan posisi yang tepat sesuai dengan keadaan busi. Dan masukkkan ujung obeng pada lubang busi lalu memutarnya.
  • Setelah busi berhasil terlepas, jangan lupa untuk memeriksa apakah busi tersebut masih bisa digunakan atau tidak. Tanda-tanda busi tidak lagi dapat diigunakan adalah adanya warna hitam berkerak pada permukaannya. Sebaiknya mengunakan busi yang baru.
  • Untuk anda yang ingin memasang busi, sebelum memasangnya ada hal penting untuk diperhatikan adalah lebih dulu membersihkan businya. Setelah itu, pasanglah busi ditempatnya yang semula dengan menggunakan alat yang telah tersedia seperti obeng atau kunci busi lainnya.
  • Setelah busi benar-benar terpasang, untuk meyakinkan, sebaiknya mengeceknya lagi sebelum mencobanya.

Langkah Mudah Merawat Busi Agar Awet

Setelah anda selesai memasang busi baru pada motor, ada beberapa hal yang harus anda lakukan agar busi tersebut pemakaiannya lebih tahan lama seperti apa yang disebutkan dibawah ini.

1. Cek kerak pada bagian kepala busi

Untuk mencari tahu kondisi busi bermasalah atau tidak, kita bisa melihat apakah pada bagian kepala busi berkerak atau tidak. Busi yang ada keraknya menjadi salah-satu permasalahan yang tidak boleh diabaikan. Agar masalahnya tidak berkepanjangan, perlu melakukan pembersihan terhadap kerak yang menempel tersebut.

Ketika tidak membersihkan dan membiarkannya, maka daya tahan busi secara otomatis akan menurun da tegangan yang dihasilkan juga berkurang.

2. Hindari membersihkan kerak dengan amplas atau sikat kawat

Bagi anda yang rutin dalam melakukan pembersihan terhadap busi, apa yang anda gunakan untuk membersihkannya? Untuk membersihkan busi sebaiknya tidak menggunakan alat yang keras seperti kawat besi, karena ini bisa mengikis permukaan busi.

Lalu apa yang harus digunakan untuk membersihkan busi, sebaiknya menggunakan bahan yang lembut dan bahannya tidak keras seperti yang diebutkan tadi. Kita bisa menggunakan sikat gigi bahkan kain lap.

3. Cek kerapatan kepala busi

Agar busi terawat dengan baik, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah dengan mengecek kerapatan kepala busi. Ini bisa dilakukan pada saat mengganti oli. Umumnya penggantian oli sesuai dengan rekomendasi servis atau keadaan motor pada kisaran 20 ribu km.

Walaupun demikian, jarak tempuh tidak menjadi suatu patokan untuk melakukan penggantian busi. Tetapi yang dapat menentukannya adalah si pemakai kendaraan.

Penyebab Busi Mati Atau Rusak

Busi pada motor anda sering mati, mungkin yang dibawah ini adalah beberapa penyebabnya.

Secara teknis

  • Elektroda dalam keramiknya patah karena suhu panasnya yang sangat tinggi.
  • Hisapan bensin terlalu banyak.
  • Banyaknya campuran bahan bakar hingga mengakibatkan penumpukan karbon.
  • Elektrodanya aus sehingga gap elektroda terlalu jauh.
  • Isolator keramik mengalami masalah seperti retak atau pecah.
  • Tingginya tegangan coil yang menyebabkan lompatan elektron sangat besar.
  • Ruang bensin terlalu basah oleh oli.
  • Kosleting pada jalur pengapian.

Secara non teknis

  • Terkena air pada saat banjir atau hujan dan pada saat dicuci.
  • Cop busi mengalami masalah sehingga aliran pengapian tidak terhubung ke busi.
  • Masih menggunakan busi yang lama alias belum mengganti busi.

Guys, busi adalah sebuah alat yang sangat berguna untuk melancarkan fungsi dari sebuah kendaraan bermotor. Dengan kata lain, busi disebut sebagai suatu alat yang dapat menghasilkan api diruang bakar. Untuk menghidupkan kendaraan, busi menghasilkan api sehingga membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Pada tengah busi, ada yang namanya elektrode yang biasanya terhubung pada kabel ke koil pengapian.

Sampai disini dulu artike ini kami berikan, semoga dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda. Untuk ini kami ucapkan selamat membaca dan sampai bertemu kembali.