Sering Baca Novel? Yuk, Ketahui Lebih Dalam Tentang Seni Tertulis Ini

posted in: info | 0

Kamu sering atau suka membaca novel? Namun, tahukah kamu sejarah terciptanya novel? Dan siapa penulis pertamanya? Nah, kali ini saya akan memjelaskan mengenai novel secara lengkap. Penasaran? Langsung saja lihat dibawah ini.

Pengertian

Novel merupakan bentuk karya sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak beredar, lantaran daya komunikasinya yang luas pada masyarakat. Sebagai bahan bacaan, novel dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu karya serius dan karya hiburan. Pendapat demikian memang benar tapi juga ada kelanjutannya.

Yakni bahwa tidak semua yang mampu memberikan hiburan bisa disebut sebagai karya sastra serius. Sebuah novel serius bukan saja dituntut agar dia merupakan karya yang indah, menarik dan dengan demikian juga memberikan hiburan pada kita. Tetapi ia juga dituntut lebih dari itu. Novel adalah novel syarat utamanya adalah bawa ia mesti menarik, menghibur dan mendatangkan rasa puas setelah orang habis membacanya.

Novel yang baik dibaca untuk penyempurnaan diri. Novel yang baik adalah novel yang isinya dapat memanusiakan para pembacanya. Sebaliknya novel hiburan hanya dibaca untuk kepentingan santai belaka. Yang penting memberikan keasyikan pada pembacanya untuk menyelesaikannya. Tradisi novel hiburan terikat dengan pola–pola.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa novel serius punya fungsi social, sedang novel hiburan cuma berfungsi personal. Novel berfungsi social lantaran novel yang baik ikut membina orang tua masyarakat menjadi manusia. Sedang novel hiburan tidak memperdulikan apakah cerita yang dihidangkan tidak membina manusia atau tidak, yang penting adalah bahwa novel memikat dan orang mau cepat–cepat membacanya.

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Penulis novel disebut novelis.

Genre novel digambarkan memiliki “sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun”. Pandangan ini melihat novel berawal dari Yunani dan Romawi Klasik, abad pertengahan, awal roman modern, dan tradisi novella. Novella adalah suatu istilah dalam bahasa Italia untuk menggambarkan cerita singkat, yang dijadikan istilah dalam bahasa Inggris saat ini sejak abad ke-18. Ian Watt, sejarawan sastra Inggris, menuliskan dalam bukunya The Rise of The Novel (1957) bahwa novel pertama muncul pada awal abad ke-18.

Miguel de Cervantes, penulis Don Quixote, sering disebut sebagai novelis Eropa terkemuka pertama di era modern. Bagian pertama dari Don Quixote diterbitkan tahun 1605.

Roman adalah narasi prosa panjang yang terkait erat dengan novel. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, roman adalah karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Walter Scott mendefinisikannya sebagai “narasi fiktif dalam bentuk prosa atau sajak. Tujuannya adalah menjadikan peristiwa di dalamnya sebagai peristiwa yang luar biasa dan jarang terjadi”, sementara dalam novel “peristiwa-peristiwanya adalah rentetan peristiwa biasa dalam kehidupan manusia dan keadaan masyarakat saat itu”.

Tetapi, banyak roman, termasuk roman-roman historis karya Scott, Wuthering Heights karya Emily Brontë, dan Moby-Dick karya Herman Melville, sering juga disebut novel. Roman yang disebutkan di sini berbeda dengan roman percintaan fiksi populer atau novel roman. Bahasa-bahasa Eropa lainnya tidak membedakan antara roman dan novel: “a novel is le roman, der Roman, il romanzo.”

Banyak sastrawan yang memberikan yang memberikan batasan atau definisi novel. Batasan atau definisi yang mereka berikan berbeda-beda karena sudut pandang yang mereka pergunakan juga berbeda-beda. Definisi–definisi itu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menurut Jakob Sumardjo Drs. Novel adalah bentuk sastra yang paling popular di dunia. Bentuk sastra ini paling banyak dicetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat.
  • Menurut Dr. Nurhadi, Dr. Dawud, Dra. Yuni Pratiwi, M.Pd, Dra. Abdul Roni, M. Pd. Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya social, moral, dan pendidikan.
  • Menurut Drs. Rostamaji, M.Pd, Agus priantoro, S.Pd. Novel merupakan karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu : undur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra.
  • Menurut Paulus Tukam, S.Pd. Novel adalah karya sastra yang berbentuk prosa yang mempunyai unsur-unsur intrinsic.

Sejarah Novel

Mengenal kelahiran novel memang tidak membuat kita jadi penulis hebat. Begitu juga tak akan membuat kita me-revolusi novel (buat apa coba?), tetapi setidak-tidaknya kita terpuaskan sedikit untuk menjawab jika ada pertanyaan-pertanyaan seperti: Novel mana yang dianggap sebagai novel pertama? Apakah Pamela karangan Samuel Richardson atau karya-karya Daniel Defoe seperti Robinson Crusoe? Bagaimana dengan Jane Austen? Memang tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Namun setelah mengenal kelahiran novel, setidak-tidaknya anda mempunyai jawaban dan alasan sendiri.

Sebelum tahun 1700-an, atau sebelum abad 18, novel-novel belum berbentuk seperti saat ini. Tulisan-tulisan yang disebut novel pada saat itu lebih mengacu kepada tulisan-tulisan pendek seperti Decameron. Tulisan ini dikumpulkan oleh Boccaccio (1313-1375).

Di beberapa tempat, sebelum kemunculan novel, terdapat karya sastra yang merupakan cikal bakal dari novel. Karya sastra itu bernama roman (dalam bahasa inggris disebut romance). Roman dibedakan dari novel karena beberapa alasan. Roman lebih menceritakan hal-hal yang tidak nyata di kehidupan manusia. Kalaupun menceritakan hal nyata, biasanya terlalu berlebihan sehingga masih tidak masuk akal.

Suatu hal yang jamak pada Roman jika dia memasukkan unsur-unsur magis, mantra, penyihir, dewa-dewi, atau pahlawan-pahlawan mistis. Bahkan bahasa puisilah yang dipakai untuk menuliskan cerita-cerita tersebut. Sementara itu pada abad ke-12 di Perancis, cerita roman lebih ke kisah percintaan khayal. Aturan-aturan cerita di dalamnya juga kaku, sesuai dengan aturan-aturan masyarakat saat itu. Disamping itu, roman biasanya ditulis berjilid-jilid seperti yang diungkapkan oleh Lord Chesterfield:

“a novel is a kind of abbreviation of a romance; for romance generally consists of twelve volume”

“sebuah novel mirip dengan ringkasan dari roman karena roman biasanya terdiri dari 12 jilid”

Meskipun demikian, novel tidak dapat dipisahkan secara tegas dari roman. Sampai sekarang pun novel-novel bernuansa magis, mantra, gothic juga masih ada. Anda tentu masih ingat dengan Harry Potter (J. K. Rowling), The Hobbit (J.R.R Tolkien), atau kisah fantasi lainnya.

Di Inggris, ketika James Watt menemukan mesin uap pada tahun 1765, revolusi industri mulai terjadi. Di tahun 1770, membaca novel seperti menonton bioskop di masa kini. Di masa itu, orang-orang mulai berpenghasilan sendiri. Sebelumnya, penghasilan seseorang kebanyakan dari warisan-warisan pendahulunya. Karena mereka berpenghasilan sendiri, maka sifat individualistik mulai tumbuh. Dengan demikian, kelas-kelas menengah mulai bermunculan. Apalagi kehadiran filsuf-filsuf naturalis seperti John Locke semakin memperkuat keinginan orang untuk dapat mengubah nasib sendiri. Era seperti inilah yang menunjang inspirasi seseorang untuk menulis novel.

Menurut Jeremy Hawthorn, ada empat faktor pendorong kehadiran novel.

Meluasnya Kemampuan Baca

Novel selalu dalam bentuk tertulis. Dengan demikian tentu mengharuskan penikmatnya dapat membaca. Meluasnya melek-huruf ini mendorong novel semakin meluas. Meskipun pada awalnya ada saja orang-orang buta huruf yang mendengar pembacaan cerita dari seorang penutur di jaman Charles Dickens (1812-1870), namun umumnya novel dibaca secara pribadi oleh seseorang.

Percetakan

Teknologi percetakan turut mendukung kehadirang novel. Percetakan memungkinkan suatu tulisan digandakan secara massal dalam waktu singkat. Percetakan ini pula lah yang semakin membedakan karya sastra lainnya dengan novel. Misalnya Drama. Karya ini lebih ditujukan pada kumpulan orang tertentu. Pada kumpulan ini, seorang pengarang Drama dapat langsung melihat tanggapan pemirsanya. Di novel, pembaca menikmati secara kolektif.

Seorang penulis juga tidak tahu reaksi dari pembacanya secara langsung sehingga timbul hubungan anonim. Sampai sekarang saya juga tidak tahu siapa itu Freddy S? Pengarang novel di tahun 80-an ini menuliskan banyak novel, tetapi sampai sekarang Freddy S seperti anonim bagi kita. Bahkan mungkin dianggap sebelah mata oleh sebagian orang karena ceritanya yang dibumbui esek-esek?

Ekonomi Pasar

Mendapatkan kenikmatan membaca suatu cerita jaman dulu agak sulit dibanding sekarang. Dulu, orang harus menggaji penulis (orang yang menggaji disebut patronage) atau berlangganan karya tulis terlebih dahulu. Saat ini penulis menggandalkan penerbit untuk berhubungan dengan pembaca. Tak dapat dielakkan, faktor kapitalisme berbicara. Penerbit tentu tak akan menerbitkan buku yang tak laku. Ekonomi pasar berlaku.

Individualisme

Ian Watt pernah menulis sebuah buku berjudul The Rise of Novel (1957). Buku tersebut membahas bahwa ada hubungan erat antara kemunculan novel dengan hadirnya kelas-kelas menengah di Inggris. Ia mengatakan, bahwa ada perbedaan mencolok antara novel dan roman. Pada novel, penggambaran individu yang berbeda satu sama lain sangat rinci. Tokoh novel mempunyai keinginan sendiri untuk menyelesaikan masalahnya, mempunyai sifat coba-coba (sifat penemu) sedangkan pada roman, sering hanya pasrah pada dewa-dewa. Tak ada keinginan individu yang nampak.

Rasanya ini juga berlaku sampai sekarang, bahwa novel lebih punya pembaca berjenis kelamin wanita daripada pria. Di Inggris, di masa-masa kebangkitan industri, seorang pria lebih banyak keluar rumah, eksplorasi sana-sani, maka hanya tinggalah wanita di rumah-rumah. Maka tak heran, menjelang abad-19, baik penulis ataupun pembaca novel adalah wanita. Anda tentu sangat mengenal George Eliot (nama aslinya Mary Anne), Jane Austen, atau Emily Bronte.

Novel Pertama Di Dunia

Novel yang terbit pertama di dunia ternyata lahir dari tangan perempuan. Seorang warga Jepang bernama Murasaki Shikibu. Novel ini kelak dikenal dengan judul The Tale of Genji. Tetapi, konon nama itu hanyalah nama samaran, alias nama pena penulis aslinya. Siapa nama aslinya? Masih menjadi misteri.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa Murasaki Shikibu adalah seorang pelayan istana yang cerdas. Tahun 998, dia menikah dengan seorang pria dan memiliki anak perempuan. Namun, tahun 1001 suaminya meninggal, sehingga beberapa tahun setelahnya dia diminta jadi dayang Istana Heian. Tiket menuju istana itu didapat karena ia cerdas dan punya kemampuan menulis. Selama di Istana Heian, Murasaki Shikibu selain bertugas sebagai dayang, ia berhasil menulis novel berjudul Genji Monogatari, yang kemudian diterjemahkan menjadi The Tale of Genji. Novel pertama di dunia ini berjumlah 1.000 halaman.

Karena lahir di istana, maka novel ini memiliki derajat kerumitan bahasa yang bahkan bagi orang Jepang sendiri sulit. Kerumitan lain novel ini, selain dari sisi bahasa juga dari teknis penyampaian, dimana Murasaki Shikibu dilarang menyebut nama dalam cerita. Penokohan hanya menyebutkan gelarnya saja. Misalnya pangeran, raja, ratu, atau barangkali ada istilah jomblo juga.

Kompleksitas konflik kerajaan saat itu, tentunya sangat tinggi, wajar jika para ahli banyak bekerja keras untuk mempelajari bahasa yang terdapat dalam The Tale of Genji. Para ahli berpendapat, Murasaki Shikibu sebenarnya sudah menulis jauh sebelum dia masuk istana. Jadi, dalam istilah puitis, menulis sudah seperti bernapas baginya. Maka, selain novel, dia juga menulis catatan harian dan puisi.

Isi novel

Hikayat Genji (源氏物語 Genji Monogatari) sendiri meski sudah diterbitkan tahun 1001 namun proses penulisannya dianggap belum selesai pada tahun tersebut.

Novel ini cerita yang sangat panjang dan terdiri dari 54 bab. Isinya mengenai kisah seputar istana kekaisaran yang terdiri dari 800 waka. Secara garis besar terdiri dari 3 bagian:

Bagian I: kelahiran tokoh utama sebagai seorang pangeran (putra kaisar) yang menjadi warga biasa dan diberi nama kehormatan Genji, dan dikenal dengan nama Hikaru Genji. Setelah dewasa, Hikaru Genji dikelilingi banyak wanita.

Bagian II: kerumitan kisah cinta Hikaru Genji.

Bagian III: kisah anak cucu Hikaru Genji setelah ia tutup usia.

Penulisan novel ini diperkirakan perlu waktu satu dekade. Bab-bab paling awal mungkin ditulis untuk majikan sewaktu dia masih bersuami atau tidak lama setelah suaminya meninggal. Dia terus menulis selama bekerja di istana dan kemungkinan selesai ditulis ketika dia masih bekerja untuk Shōshi.

Dalam buku The Pleasures of Japanese Literature, Keene mengklaim bahwa Murasaki menulis “adikarya fiksi Jepang” dengan mengambil unsur-unsur tradisi waka buku harian istana, dan Monogatari asal zaman sebelumnya, ditulisnya dalam campuran aksara Tionghoa dan aksara Jepang seperti dalam Putri Kaguya atau Hikayat Ise. Ia mengambil unsur-unsur serta mencampurkan gaya penulisan sejarah Cina, puisi naratif, dan prosa Jepang kontemporer.

Menurut salah satu ahli sastra klasik, Adolphson, penempatan subjek yang biasa-biasa berdampingan dengan gaya sastra Tionghoa menghasilkan kesan parodi atau satire, sekaligus cara pengungkapan yang unik.

Hikayat Genji mengikuti format tradisional monogatari yang mengisahkan sebuah cerita, terutama jelas terlihat dari penggunaan narator. Ada pakar sastra klasik yang berpendapat bahwa Murasaki mengembangkan genre monogatari melampaui batas-batas yang ada dan dengan demikian telah menciptakan suatu bentuk yang sama sekali modern.

Cerita Hikayat Genji berlatar pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10, dan Murasaki menghilangkan unsur-unsur dongeng dan fantasi seperti sering ditemukan pada monogatari sebelumnya. Murasaki sukses mengemas tema utamanya yakni kerapuhan hidup.

Dalam salah satu bagian, diceritakan tentang “pangeran bersinar”, tokoh Pangeran Genji dibentuknya sebagai protagonis yang berbakat, tampan, berbudi halus, namun masih manusiawi dan simpatik.

Menurut Helen McCullough karya Murasaki memiliki daya tarik universal dan berpendapat bahwa Hikayat Genji melampaui baik genre maupun zaman. Tema dasar dan latar, cinta di istana Heian, dan asumsi-asumsi budaya berasal dari pertengahan zaman Heian. Namun kegeniusan Murasaki Shikibu yang unik telah membuat karyanya berarti bagi banyak orang sebagai sebagai pernyataan kuat dari hubungan antar manusia, kemustahilan kebahagiaan abadi dalam cinta dan yang terpenting, dalam dunia penuh kesengsaraan, kepekaan terhadap perasaan orang lain. Pangeran Genji mengakui bahwa dalam diri setiap kekasihnya terdapat kecantikan dari dalam seorang wanita dan kerapuhan hidup.

Hikayat Genji populer di semua kalangan. Kaisar Ichijō meminta agar cerita itu dibacakan untuknya meskipun ditulis dalam bahasa Jepang. Pada tahun 1021, semua bab diketahui sudah selesai ditulis, dan karya ini sulit diperoleh di daerah-daerah sehingga banyak dicari orang. Selain dicatat sebagai novel pertama di dunia, The Tale of Genji juga dikenal sebagai novel bergenre roman pertama. Dan, hingga saat ini karya tersebut terus diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dipentaskan.

Unsur-unsur Novel

Unsur-unsur yang terdapat dalam novel ada dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik yaitu unsur-unsur dalam yang membangun utuhnya sebuah novel. Unsur intrinsik contohnya tema, alur, latar, tokoh, penokohan, sudut pandang, gaya cerita, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang ikut membangun utuhnya sebuah novel seperti keagamaan, kebudayaan, sosial, ekonomi, dan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra. Unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra.

Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Kepaduan antar berbagai unsur intrinsik inilah yang membuat novel terwujud. Atau sebaliknya, jika dari sudut pandang pembaca, unsur-unsur (cerita) inilah yang akan dijumpai jika kita membaca novel. Unsur yang dimaksud, untuk menyebut sebagian saja, misalnya tema, peristiwa, cerita, plot, penokohan, sudut pandang penceritaan, bahasa atau gaya bahasa, dan lain-lain (Nurgiyantoro, 2000:23).

Dari uraian di atas dapat peneliti simpulkan bahwa unsur intrinsik sebuah novel itu diantaranya adalah tema, tokoh, penokohan, latar, alur sudut pandang, dan, amanat. Unsur tersebut dibangun dengan perpaduan yang menyatu dan berkesinambungan.

1. Tema

Stanton dan Kenny dalam Nurgiyantoro (2000:67) berpendapat bahwa tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Pengarang dalam menulis sastra biasanya bercerita tetapi hendaknya mengatakan sesuatu kepada pembacanya. Karya sastra yang baik tentunya harus bermakna. Makna sebuah cerita novel tidak secara jelas dikatakan oleh pengarang tetapi menyatu dengan unsur novel yang harus ditafsirkan pembaca. Secara singkat, Brooks dan Waren mengatakan hal yang sama bahwa tema adalah dasar atau makna sebuah cerita (Tarigan, 1984:688).

Aminuddin (2002:91) menjelaskan bahwa tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Selain itu Fananie (2001:84) juga menjelaskan Ide, gagasan, pandangan hidup pengarang yang melatar belakangi cipta karya sastra merupakan inti dari tema.

Tema berarti pokok pikiran atau masalah yang dikemukakan dalam sebuah cerita atau puisi oleh pengarangnya (Badudu dan Zain, 1994:16463). Dengan, tema semua permasalahan dalam sebuah karya sastra akan terwujud dengan baik dan benar. Oleh karena itu, peranan tema menjadi pokok pikiran yang diutamkan dalam membuat karya sastra.

Dari beberapa pendapat diatas yang telah dikemukakan di atas peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa tema merupakan suatu ide, pokok pikiran yang mengandung makna dan merupakan suatu gagasan sentral dalam sebuah cerita.

2. Tokoh dan Penokohan

Jalan cerita dalam novel dilakukan oleh tokoh cerita. Tokoh ialah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa cerita (Sudjiman, 1991:16). Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi juga dapat berwujud binatang atau benda-benda yang diinsankan. Individu ini semata-mata hanya bersifat rekaan, tidak ada dalam dunia nyata. Bila pun ada mungkin hanya kemirip-miripan dengan individu tertentu yang memiliki sifat-sifat yang sama yang kita kenal dalam kehidupan kita.

Pengertian tentang tokoh di ungkapkan pula oleh Abram yang di kutif dari Nurgiyantoro (2000:165) bahwa tokoh cerita (character) adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya fiksi, oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral yang diekspresikan dalam ucapan dan dalam tindakan. Tokoh yang baik dalam cerita adalah tokoh yang dianggap oleh pembaca sebagai tokoh konkret. Walaupun tokoh cerita hanya merupakan tokoh ciptaan, ia haruslah merupakan seorang tokoh yang hidup secara wajar.

Membicarakan masalah tokoh berarti membicarakan pula penokohan. Penokohan menyaran pada perwatakan, karakter dari tokoh yang menunjuk pada sifat dan sikap. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan tokoh-tokoh dalam cerita (Kosasih, 2003:256).

Berdasarkan definisi tentang tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa tokoh adalah pelaku cerita yang ditampilkan pengerang sesuai dengan penggambaran aspek kejiwaan dan tingkah laku seseorang dalam kehidupan. Sedangkan penokohan ada watak yang dimilki oleh tokoh cerita.

3. Latar

Latar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat, waktu dan keadaan yang menimbulkan peristiwa dalam sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa terjadi pada suatu waktu dan pada tempat tertentu (Yusuf, 1995:159). Hal itu sejalan dengan yang diungkapkan Sudjiman (1991:44). Ia mengungkapkan bahwa Secara sederhana dapat dikatakan bahwa segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa dalam suatu karya membangun latar cerita.

Hal serupa diungkapkan oleh Abram dalam Nurgiyantoro (2000:216) yang menyebutkan bahwa latar sebagai landas tumpu yang menyaran pada tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa diceritakan. Latar memberikan pijakan secara konkret dan jelas. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesan yang lebih realistis kepada pembaca, sehingga pembaca mampu menggunakan daya imajinasinya. Suasana yang diceritakan seolah-olah pernah terjadi.

Pentingnya latar dalam novel dikemukakan pula oleh Hartoko dan Rahmanto (1986:78). Dikatakan bahwa latar adalah penempatan dalam ruang dan waktu seperti terjadi dengan karya naratif atau dramatis. Latar penting untuk menciptakan suasana dalam karya. Selanjutnya Maman Mahayana (2005:178) menjelaskan pengahadiran latar oleh pengarang tentu bukan tanpa maksud. Ada sesuatu yang hendak disampaikan, baik untuk keindahan, maupun untuk memperkuat tema. Hal tersebut merupakan bagian dari fungsi latar pada sebuah novel.

Lebih luas lagi Sumarjo (1986:75) menambahkan bahwa setting atau latar dalam karya fiksi bukan hanya sekedar background artinya bukan hanya menunjukan tempat kejadian dan kapan terjadinya. Sebuah novel memang harus terjadi di suatu temoat dan dalam suatu waktu. Intinya sebuah cerita didasarkan atas tempat atau ruang terjadinya sebuah peristiwa.

Sedangkan Kenney dalam Sudjiman (1991:44) menegaskan bahwa latar meliputi penggambaran lokasi geografis, temasuk tipografi pemandangan, sampai kepada perincian perlengkapan sebuah ruangan. Misalnya pekerjaan atau kesibukan sehari-hari para tokoh, waktu terjadinya peristiwa, masa sejarahnya, musim terjadinya termasuk lingkungan agama, moral, intelektual, sosial masyarakat serta emosional para tokoh.

Latar dibagi ke dalam dua jenis yaitu latar fisik dan latar spritual. Latar fisik terdiri dari latar tempat dan waktu. Nama-nama lokasi tertentu seperti nama kota, desa, jalan, sungai, dan lain-lain. Hubungan waktu seperti tahun, tanggal, pagi, siang, malam, dan lain-lain yang menyaran pada waktu tertentu merupakan latar waktu. Latar spritual dalam karya fiksi berwujud tata cara, adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku ditempat bersangkutan. Ada juga yang menyebutnya sebagai latar sosial.

Seperti yang telah dikemukakan, unsur latar di bedakan atas tiga unsur pokok yaitu tempat, waktu dan sosial. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari definisi latar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa latar adalah lingkungan sosial, tempat dan waktu yang diciptakan pengarang guna memberikan kesan realistis kepada pembaca mengenai peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.

4. Alur

Alur atau plot merupakan kerangka dasar yang amat penting. Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan harus bertalian satu sama lain, bagaimana suatu peristiwa mempunyai hubungan dengan peristiwa lain. Plot sebagai peristiwa-peristiwa yang ditampilkan dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab akibat.

Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita (Aminuddin, 2002:83). Latar merupakan cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.

Dari uraian di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa plot merupakan rangkaian peristiwa dalam suatu cerita berdasarkan hubungan sebab akibat dan maju mundurnya waktu.

5. Sudut Pandang

Dalam penyampaian cerita, pengarang dapat menggunakan sudut pandang melalui cerita. Dalam hal ini, pencerita tidak sama dengan pengarang. Pencerita adalah tokoh yang menyampaikan cerita yang dapat dilakukan melalui pencerita orang pertama (aku) dan orang ketiga (dia). Oleh karena itu, perncerita bisa dibedakan berdasarkan siapa penceritanya (Mahayana, 2005: 157).

Abrams menyatakan bahwa sudut pandang atau Point of view, menyaran kepada sebuah cerita dikisahkan. Ini merupakan cara atau pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah karya fiksi kepada pembaca (Nurgiyantoro, 2000: 142). Sudut pandang juga merupakan teknik yang dipergunakan pengarang untuk menemukan dan menyampaikan makna karya artistiknya, untuk dapat sampai dan berhubungan dengan pembaca.

Sudut pandang cerita itu sendiri secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu persona pertama, first-persona, gaya “Aku”, dan persona ketiga, third-persona, gaya “Dia”. Jadi dari sudut pandang “Aku” dan “Dia” , dan variasinya, sebuah cerita dikisahkan. Kedua sudut pandang tersebut masing-masing menuntut konsekuensinya sendiri.

Oleh karena itu, wilayah kebebasan dan keterbatasan perlu diperhatikan secara objektif sesuai dengan kemungkinan yang dapat dijangkau sudut pandang yang dipergunakan. Bagaimana pun pengarang mempunyai keterbatasan yang tak terbatas. Ia dapat mempergunakan beberapa sudut pandang dalam sebuah kaya jika hal itu dirasakan lebih efektif (Nurgiyantoro: 2000: 251).

Berdasarkan pendapat di atas peneliti menyimpulkan bahwa sudut panang merupakan penempatan diri pengarang dan cara pengarang dalam melihat kejadian-kejadian dalam cerita yang dipaparkannya.

6. Amanat

Amanat adalah suatu ajakan moral atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat terdapat pada sebuah karya sastra secara implisit ataupun eskplisit. Implisit, jika jalan keluar atau ajaran moral itu disiratkan di dalm tingkah laku tokoh menjelang cerita berakhir (Sudjiman, 1991:35). Eksplisit, jika pengarang pada tengah atau akhir cerita menyampaikan seruan, saran, peringatan, nasihat, ujaran, larngan, dan sebagainya, berkenaan dengan gagasan yang mendasari gagasan itu (Sudjiman, 1991:24).

Dengan demikian jelaslah bahwa yang dimaksud dengan amanat adalah pesan atau nasihat pengarang yang disampaikan kepada pembaca, secara implisit ataupun eksplisit.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, namun secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra (Nurgiyantoro, 2000:24), unsur-unsur ekstrinsik ini anatara lain adalah keadaan subjektivitas individu pengarang yang mempunyai sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang semuanya akan mempengaruhi karya sastra yang ditulisnya. Tjahjno (1988:450) juga mengutarakan bahwa unsur ekstrinsik karya sastra adalah hal-hal yang berada di luar struktur karya sastra, namun amat dipengaruhi karya sastra tersebut.

Menurut Rene Wellek dan Austin Warren dalam Tjahajono (1988:450), pengkajian terhadap segi ekstrinsik karya sastra mencakup empat hal yaitu:

  1. Mengkaji hubungan antara sastra dengan biografi atau psikologi pengarang. Yang jelas anggapan dasarnya bahwa latar belakang kehidupan pengarang tau kejiwaannya akan mempengarauhi terhadp proses penciptaan karya sastra.
  2. Mengkaji hubungan sastra dengan aspek-aspek politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Situasi sosial palitik ataupun realita budaya tertentu akan berpengaruh terhadap karya sastra.
  3. Mengkaji hubungan antara sastra dengan hasil-hasil pemikiran manusia, ideologi, filsafat, pengetahuan, dan teknologi.
  4. Mengkaji hubungan antara sastra dengan semangat zaman, atmosfir atau iklim aktual tertentu. Semangat zaman di sini bisa menyangkut masalah aliran semanagt digemari saat ini.

Unsur ekstrinsik sebuah karya sastra bergantung pada pengarang menceritakan karya itu. Unsur ekstrinsik mengandung nilai dan norma yang telah dibuatnya. Norma adalah suatu ketentuan atau peraturan-peraturan yang berlaku dan harus ditaati oleh seseorang. Di dalam Dictionary Of Sociology and Related Sciences dikemukakan juga bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia (Kaelan, 2002:174).

Nah, itulah penjelasan mengenai novel. Gimana? Sekarang kamu sudah tahu bukan mengenai sejarahnya. Unsur-unsurnya dan siapa penulis pertama novel bukan? Semoga artikel diatas bisa sangat bermanfaat dan menambah wawasan ya. Terima kasih dan selamat membaca.

Yuk, Ketahui Dan Pahami Lebih Dalam Mengenai Sejarah

posted in: pengetahuan | 0

Kamu pasti sering membaca tentang sejarah suatu benda ataupun negara. Namun tahukah kamu apa itu sebenarnya sejarah? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang yang namanya sejarah. Penasaran? Langsung saja liat penjelasannya dibawah ini.

Pengertian

Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, yang berarti “penyelidikan, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian”) adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini. Istilah ini mencakup kosmik, geologi, dan sejarah makhluk hidup, tetapi seringkali secara umum diartikan sebagai sejarah manusia. Para sarjana yang menulis tentang sejarah disebut ahli sejarah atau sejarawan. Peristiwa yang terjadi sebelum catatan tertulis disebut Prasejarah.

Sejarah juga dapat mengacu pada bidang akademis yang menggunakan narasi untuk memeriksa dan menganalisis urutan peristiwa masa lalu, dan secara objektif menentukan pola sebab dan akibat yang menentukan mereka. Ahli sejarah terkadang memperdebatkan sifat sejarah dan kegunaannya dengan membahas studi tentang ilmu sejarah sebagai tujuan itu sendiri dan sebagai cara untuk memberikan “pandangan” pada permasalahan masa kini.

Cerita umum untuk suatu budaya tertentu, tetapi tidak didukung oleh pihak luar (seperti cerita seputar Raja Arthur) biasanya diklasifikasikan sebagai warisan budaya atau legenda, karena mereka tidak mendukung “penyelidikan tertarik” yang diperlukan dari disiplin sejarah. Herodotus, abad ke-5 SM ahli sejarah Yunani dalam masyarakat Barat dianggap sebagai “bapak sejarah”, dan, bersama dengan kontemporer Thucydides, membantu membentuk dasar bagi studi modern sejarah manusia.

Kiprah mereka terus dibaca hari ini dan kesenjangan antara budaya Herodotus dan Thucydides militer yang berfokus tetap menjadi titik pertikaian atau pendekatan dalam penulisan sejarah modern. Dalam tradisi Timur, sebuah riwayat negara Chun Qiu dikenal untuk dikompilasi mulai sejak 722 SM meski teks-teks abad ke-2 SM selamat.

Pengaruh kuno telah membantu penafsiran varian bibit sifat sejarah yang telah berkembang selama berabad-abad dan terus berubah hari ini. Studi modern sejarah mulai meluas, dan termasuk studi tentang daerah tertentu dan studi topikal tertentu atau unsur tematik dalam penyelidikan sejarah. Seringkali sejarah diajarkan sebagai bagian dari pendidikan dasar dan menengah, dan studi akademis sejarah adalah ilmu utama dalam penelitian di Universitas.

Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (sajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh. Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.

Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.

Istilah ini masuk dalam bahasa Inggris pada tahun 1390 dengan makna “hubungan kejadian, cerita”. Pada Bahasa Inggris Pertengahan, artinya adalah “cerita” secara umum. Pembatasan terhadap arti “catatan peristiwa masa lalu” muncul pada akhir abad ke-15. Saat itu masih dalam arti Yunani yang pada saat itu juga Francis Bacon menggunakan istilah tersebut pada akhir abad ke-16, ketika ia menulis tentang “Sejarah Alam” baginya, historia adalah “pengetahuan tentang objek yang ditentukan oleh ruang dan waktu”, sehingga jenis pengetahuan disediakan oleh Ingatan (sementara Ilmu disediakan oleh akal, dan puisi disediakan oleh fantasi).

Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodisasi.

Dalam sebuah ekspresi linguistik sintetik vs. analitik/isolasi dikotomi, sekarang menunjuk kata yang berbeda untuk sejarah manusia atau bercerita secara umum. Di Jerman, Perancis, dan sebagian bahasa Jermanik dan Romantis, kata yang sama masih digunakan untuk pemakaian kata “sejarah” dan “cerita”. kata sifat historical dibuktikan dari tahun 1661, dan historic dari tahun 1669.

Historian dalam pengartian sebuah “Peneliti sejarah” dibuktikan dari tahun 1531. dalam semua bahasa Eropa, “sejarah” masih digunakan untuk pemakaian kata “apa yang terjadi dengan laki-laki”, dan “studi ilmiah yang terjadi”, arti yang terakhir kadang-kadang dibedakan dengan huruf kapital, “Sejarah”, atau kata historiografi.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli Dalam Negeri (Indonesia)

  • Muhammad Yamin: Pengertian sejarah menurut Muhammad Yamin adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan
  • Moh. Hatta: Menurut Moh. Hatta, sejarah dalam wujudnya memberikan pengertian tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu sebagai masalah. Sejarah tidak sekedar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang didalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya.
  • Nugroho Notosusanto: Pengertian sejarah menurut Nugroho Notosusanto bahwa sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang erjadi di masa lampau.
  • Taufik Abdullah: Pengertian sejarah menurut Taufik Abdullah adalah tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu di masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.
  • Drs. Sidi Gazalba: Arti sejarah menurut Drs. Sidi Gazalba adalah masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan pemahaman tentang apa yang berlaku.
  • Moh. Ali: Pengertian sejarah menurut Moh. Ali bahwa sejarah merupakan keseluruhan perubahan, dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau.
  • Rochmawati Wiriatmaja: Pengertian sejarah menurut Rochiati Wiriatmadja bahwa sejarah adalah disiplin ilmu yang menjanjikan etika, moral, kebijaksanaan, nilai-ilai spritual, dan kultural karena kajiannya yang bersifat memberikan pedoman kepada keseimbangan hidup, harmoni dalam nilai-nilai, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan, dan cerminan pengalaman kolektif yang menjadi kompas untuk kehidupan masa depan.
  • Ismaun: Pengertian sejarah menurut Ismaun adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai peristiwa-peristiwa yang benar-benar telah terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya di masa lampau. Sejarah merupakan catatan atau rekaman pilihan yang disusun secara teliti tentang segala aspek kehidupan umat manusia di masa lampau.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli di Luar Negeri

  • Aristoteles: Pengertian sejarah menurut Aristoteles merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal tersusun dalam bentuk kronologi. Serta menurut Aristoteles bahwa sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.
  • J.V. Bryce: Menurut J.V. Bryce, bahwa pengertian sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
  • W.H. Walsh: Pengertian sejarah menurut W.H. Walsh yang mengartikan sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga meurpakan cerita yang berarti.
  • Roeslan Abdulgani: Menurut Roeslan Abdulgani bahwa ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
  • Patrick Gardiner: Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner bahwa arti sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
  • Herodotus: Pengertian sejarah menurut Herodotus adalah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.
  • Robin Winks: Pengertian sejarah menurut Robin Winks adalah studi tentang manusia dalam kehidupan masyarakat.
  • Leopold Von Ranke: Menurut Leopald Von Ranke bahwa pengertian sejarah adalah apa yang sungguh-sungguh terjadi.
  • Sir Charles Firth: Pengertian sejarah menurut Sir Charles Firth bahwa sejarah merekam kehidupan masyarakat manusia, perubahan masyarakat yang terus menerus, merekam ide-ide yang membatasi aksi-aksi masyarakat, dan merekam kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangannya.
  • Rober V. Daniels: Menurut Robert V. Daniels, pengertian sejarah adalah kenangan dari tumpuan masa silam. Sejarah dimaksud dalam definisi sejarah manusia. Manusia merupakan pelaku sejarah. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan untuk menangkap kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya. Hasil tangkapan tersebut menjadi ingatan atau memori dalam dirinya. Memori ini akan menjadi sumber sejarah.
  • R. G. Collingwood: Pengertian sejarah menurut R. G. Collingwood adalah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau.

Klasifikasi

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.

Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain:

  • Berdasarkan kurun waktu (kronologis).
  • Berdasarkan wilayah (geografis).
  • Berdasarkan negara (nasional).
  • Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis).
  • Berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).

Dalam pemilahan tersebut, harus diperhatikan bagaimana cara penulisannya seperti melihat batasan-batasan temporal dan spasial tema itu sendiri. Jika hal tersebut tidak dijelaskan, maka sejarawan mungkin akan terjebak ke dalam falsafah ilmu lain, misalnya sosiologi. Inilah sebabnya Immanuel Kant yang disebut-sebut sebagai Bapak Sosiologi mengejek sejarah sebagai “penata batu-bata” dari fakta-fakta sosiologis.

Banyak orang yang mengkritik ilmu sejarah. Para pengkritik tersebut melihat sejarah sebagai sesuatu yang tidak ilmiah karena tidak memenuhi faktor-faktor keilmuan, terutama faktor “dapat dilihat atau dicoba kembali”, artinya sejarah hanya dipandang sebagai pengetahuan belaka, bukan sebagai ilmu. Sebenarnya, pendapat ini kurang bisa diterima akal sehat karena sejarah mustahil dapat diulang walau bagaimana pun caranya karena sejarah hanya terjadi sekali untuk selama-lamanya. Walau mendapat tantangan sedemikian itu, ilmu sejarah terus berkembang dan menunjukkan keeksisannya dalam tataran ilmu.

Jenis-jenis Sejarah

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan yang mencatat berbagai peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam lingkup kehidupan manusia. Peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian dalam sejarah itu dapat diklasifikasikan kedalam beberapa jenis sejarah. Akibatnya, pembahasan sejarah lebih terfokus pada suatu masalah, walaupu pembahasanya itu sulit meniggalkan masalh-masalah yang lainnya. Jenis-jenis sejarah yang dimaksudkan itu adalah sebagai berikut:

Sejarah Geografi

Sejarah geografi ini dikaitkan dengan masalah sejarah yang memiliki keterkaitan dengan geografi, untuk menjawab pertanyaan “dimana peristiwa itu terjadi?” Baik secara langsung maupun tidak langsung. Peristiwa sejarah dalam sejarah geografi ini dikaitkan dengan tempat dan lokasi kejadiannya. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan tentang geografi (ilmu geografi) sangat diperlukan, kemudian muncul pertanyaan “mengapa di tempat tersebut?”. Selain itu, pengetahuan geografi juga penting dalam perjalanan sejarah bangsa

Indonesia, luas wilayah Indonesia dan keadaan alam ikut mendukung terjadinya suatu peristiwa sejarah. Bahkan adat istiadat pun juga mengambil peran. Begitu juga keadaan alam, dapat dipakai sebagai pertimbangan untuk menciptakan strategi dalam perang.

Sejarah Ekonomi

Ilmu pengetahuan yang membahas adanya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya disebut ilmu ekonomi. Manusia tidak ada yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya sendiri. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya itu, mereka membutuhkan bantuan orang atau pihak lain. Keadaan inilah yang kemudian menimbulkan terjadinya sistem ekonomi dalam masyarakat (sistem ekonomi kemasyarakatan).

Masyarakat Indonesia mulai mengenal sistem ekonomi sejak masa bercocok tanam dengan sistem barter (barang ditukar dengan barang) sebab belum mengenal sistem ekonomi uang. Perdagangan di Nusantara berkembang pesat, terbukanya jalan dagang darat (jalan sutra) yang kemudian muncul jalan dagang laut (jalan dagang rempah-rempah) membuat perdagangan Nusantara semakin marak, sehingga peran aktif pedagang Indonesia semakin tampak dalam hubungan antarbangsa.

Melalui hubungan perekonomian dan majunya perdagangan inilah banyak pedagang Cina dan India yang masuk ke nusantara. Keberadaan mereka berpengaruh besar, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan religius.

Bahkan kerajaan-kerajaan Nusantara dapat dikenal di luar negeri akibat banyaknya pedagang-pedagang asing yang singgah di kerajaan pada masa itu. Dengan demikian sejarah ekonomi bangsa Indonesia berkembang dari tingkat sederhana ke arah ekonomi luas bahkan mampu menembus ekonomi internasional.

Sejarah Sosial

Sejarah sosial bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Masalah sosial menjadi pendorong munculnya peristiwa-peristiwa sejarah. Sejarah social mengalami proses perkembangan sesuai dengan perkembangan taraf hidup manusia. Ketika masa bercocok tanam, kehidupan sosial mulai tumbuh, gotong royong dirasakan sebagai kewajiban yang mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka hidup secara bersama-sama dalam satu kelompok sosial, mereka masih food gathering (mengumpulkan makanan) yang kemudian meningkat ke food producing (menghasilkan makanan). Setelah masuknya hinduisme, kehidupan sosial masyarakat semakin baik, bahkan mereka secara sukarela dan bersama mampu menghasilkan bangunan yang amat besar dan dianggap suci, seperti candi Prambanan dan Borobudur.

Masyarakatnya jujur, taat kepada sang pencipta secara sukarela, juga taat kepada para pemimpin bahkan di dalam keluarga mereka taat dan saling menghormati. Pada masa Hindu-Buddha inilah di Indonesia muncul kerajaan yang pertama, seperti Kerajaan Kutai pada abad ke-5, Tarumanegara, kemudian Sriwijaya di Sumatra. Hubungan yang erat terjadi di dalam atau di luar istana, walaupun mempunyai satu arah pada istanasentris bahkan muncul pengultusan pada raja.

Di zaman Islam, seiring dengan berkembangnya kerajaan Islam di Nusantara masyarakat sudah mulai teratur, kehidupan sosial semakin tampak membawa kesejahteraan dan perbaikan sosial. Kehidupan demokrasi mulai tertata melalui system kerajaan. Sistem ini kemudian dikembangkan di tengah masyarakat luas dengan cara mengurangi sikap feodal sebab para raja Islam telah memberikan contoh kehidupan yang demokratis. Oleh karena itu, masalah sosial tidak lepas dari perkembangan hidup masyarakat yang menciptakan perkembangan sejarah umat manusia.

Sejarah Ketatanegaraan dan Sejarah Politik

Pembicaraan tentang sejarah ketatanegaraan atau sejarah politik sebenarnya berawal dari zaman pras aksara. Hanya saja, bagaimana perkembangan atau wujud dari hal tersebut banyak ahli yang menafsirkan berbagai macam, misalnya, primus inter pares.

Berdasarkan peninggalan sejarah diungkapkan bahwa zaman praaksara berbentuk kesukuan. Namun setelah pengaruh Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara, muncul sistem baru, yaitu kerajaan, misalnya, Kerajaan Kutai. Sistem kerajaan berkembang luas di Nusantara, baik di Jawa atau di luar Jawa muncul banyak kerajaan Hindu dan Buddha.

Masuknya agama Islam ke Nusantara memberi angin baik bagi pertumbuhan kerajaan, sebab memunculkan sistem baru dalam istana. Pada zaman Islam, gelar kepala negaranya adalah sunan atau sultan, itulah salah satu bentuk perkembangan sejarah ketatanegaraan.

Ada juga yang membagi jenis sejarah secara geografis sebagai berikut.

Sejarah Nasional

Sejarah Nasional di dalamnya berisi tentang sejarah yang mengungkap berbagai peristiwa penting pada suatu daerah yang pengaruh atau dampaknya terjadi pada wilayah atau daerah lainnya. Bahkan peristiwa ini juga berdampak pada satu negara. Selain itu, adapula yang mengatakan bahwa sejarah nasional adalah puncak dari sejarah peristiwa yang terjadi dalam tingkatan lokal. Contoh dari sejarah nasional diantaranya adalah peristiwa krisis moneter yang terjadi di Indonesia, proklamasi kemerdekaan dan lain sebagainya.

Sejarah Internasional

Sekedar informasi, sejarah Internasional adalah peristiwa bersejarah yang terjadi di suatu negara atau daerah yang berpengaruh terhadap perkembangan negara lain atau dunia internasional. Contoh dari sejarah internasional salah satunya adalah perang dunia kesatu. Pengertian dan jenis-jenis sejarah beserta contohnya juga semakin menarik setelah Anda mempelajari tentang jenis sejarah.

Sejarah Lokal

Sejarah lokal adalah sejarah yang berisi tentang peristiwa yang telah terjadi di suatu daerah tertentu (lokal) tapi dampaknya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap daerah atau wilayah lain. Sejarah lokal biasanya meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, politik dan lain sebagainya yang berkembang di lingkungan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah tertentu.

Sejarah lokal dapat dikategorikan menjadi

  • Sejarah peristiwa masa silam,
  • Sejarah mengenai kerajaan-kerajaan di Nusantara,
  • Sejarah yang membentangkan peranan petani dan para priyayi serta kuli kontrak di zaman Belanda,
  • Sejarah lokal yang membentangkan keadaan masa kuno sampai sekarang mengenai tradisi, adat istiadat, dan kepercayaan pada daerah-daerah tertentu.

Oleh karena itu, dapat kita perhatikan bagaimana kenyataan dalam penulisan sejarah lokal sebagai berikut.

  • Sejarah lokal hanya membicarakan daerah tertentu saja, misalnya, sejarah kabupaten Madiun, sejarah kabupaten Tegal, atau sejarah Medan.
  • Sejarah lokal lebih menekankan struktur daripada prosesnya.
  • Sejarah lokal hanya membicarakan peristiwa tertentu yang dianggap terkenal di suatu daerah.
  • Sejarah lokal hanya membahas aspek tertentu saja.

Tujuan Sejarah

Tujuan sejarah, pada hakikatnya adalah memberi pelajaran bagi masyarakat sekarang, untuk dapat mengambil pelajaran di masa lalu agar di masa depan menjadi lebih baik. Secara rinci dan sistematis, Notosusanto (1979:4-10) mengidentifikasi empat jenis kegunaan sejarah, yakni fungsi edukatif, fungsi inspiratif, fungsi instruktif, dan fungsi rekreasi.

Fungsi Edukatif

Artinya, bahwa sejarah membawa dan mengajarkan kebijaksanaan ataupun kearifan-kearifan. Hal itu dikemukakan dalam ungkapan John Seeley yang mempertautkan masa lampau dengan sekarang. We study history, so that we may be wise before the event. Oleh karena itu, penting pula ungkapan-ungkapan belajarlah dari sejarah atau sejarah mengajarkan kepada kita.

Fungsi Inspiratif

Artinya, dengan mempelajari sejarah dapat memberikan inspirasi atau ilham. Sejarah juga dapat memberikan spirit dan moral, yaitu sebagai daya pendorong hidup yang memungkinkan segala pergerakan dalam kehidupan dan tindak-tanduk manusia.

Fungsi Instruktif

Bahwa dengan belajar sejarah dapat berperan dalam proses pembelajaran pada salah satu kejuruan atau keterampilan tertentu, seperti navigasi, jurnalistik, senjata/militer, dan sebagainya.

Fungsi Rekreasi

Artinya, dengan belajar sejarah dapat memberikan rasa kesenangan maupun keindahan. Seorang pembelajar sejarah dapat terpesona oleh kisah sejarah yang mengagumkan atau menarik perhatian membaca, baik itu berupa roman maupun cerita-cerita peristiwa lainnya.

Belajar Dari Sejarah

Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah.

Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang memengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Di Indonesia, banyak tokoh-tokoh berpengaruh yang belajar banyak mengenai sejarah. Sukarno, misalnya, terkenal dengan kutipannya, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Soe Hok Gie, mahasiswa produktif yang terkenal begitu kritis dan berani pada masa Orde Lama dan Orde Baru, juga terdaftar sebagai mahasiswa fakultas sastra Universitas Indonesia jurusan sejarah.

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: “Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya.”

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: “Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya.” Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: “Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya.”

Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata “Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya.” Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: “Sejarah ditulis oleh sang pemenang.” Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarahdan pemelesetan fakta sejarahsesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.

Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah, tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian pada masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian pada masa sekarang.

Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan saksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.

Selain itu, sejarah (baik yang kelam maupun yang tidak) menginspirasi pembuatan berbagai karya sastra di Indonesia. Misalnya novel Burung-Burung Manyar yang mengangkat sejarah kemerdekaan Indonesia dan Arok Dedes yang mengangkat sejarah zaman kerajaan di Nusantara.

Nah, Itulah tadi pembahasan mengenai apa itu sejarah. Sekarang kamu sudah mengertikan tentang sejarah. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan dan bermanfaat ya. Selamat membaca.

Pengertian Dan Sejarah Lengkap Bank

posted in: umum | 0

Kamu pasti pernah ke bank, namun, tahukah kamu awal mula sejarahnya tercipta bank? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberitahu secara lengkap tentang apa itu bank, sejarah dan sebagainya. Penasaran? Langsung saja liat dibawah ini yuk.

Pengertian

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang.

Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.

Perbankan dalam pengertian modern berevolusi pada abad ke-14 di kota-kota makmur di Renaisans Italia namun dalam banyak hal merupakan kelanjutan dari gagasan dan konsep kredit dan pinjaman yang berakar pada dunia kuno. Dalam sejarah perbankan, sejumlah dinasti perbankan, terutama, Medicis, the Fuggers, the Welsers, Berenbergs dan Rothschilds telah memainkan peran sentral selama berabad-abad. Bank ritel tertua yang ada adalah Banca Monte dei Paschi di Siena, sementara bank pedagang tertua ada di Berenberg Bank.

Sejarah Bank

Perbankan dimulai dengan bank-bank pedagang prototip pertama di dunia kuno, yang menghasilkan pinjaman gandum kepada petani dan pedagang yang membawa barang antar kota. Ini dimulai sekitar 2000 SM di Asyur dan Babilonia. Kemudian, di Yunani kuno dan selama Kekaisaran Romawi, kreditur yang berbasis di kuil membuat pinjaman dan menambahkan dua inovasi penting, mereka menerima simpanan dan mengganti uang. Arkeologi dari periode ini di China kuno dan India juga menunjukkan bukti aktivitas pemberian uang.

Asal-usul perbankan modern dapat dilacak ke Renaisans Italia abad pertengahan dan awal, ke kota-kota kaya di pusat dan utara seperti Florence, Lucca, Siena, Venesia dan Genoa. Keluarga Bardi dan Peruzzi mendominasi perbankan di Florence abad ke-14, mendirikan cabang di banyak bagian Eropa lainnya.

Salah satu bank Italia yang paling terkenal adalah Medici Bank, yang didirikan oleh Giovanni di Bicci de ‘Medici pada tahun 1397. Bank setoran negara yang paling awal dikenal, Banco di San Giorgio (Bank of St. George), didirikan pada 1407 di Genoa, Italia.

Praktik perbankan modern, termasuk perbankan cadangan pecahan dan penerbitan uang kertas, muncul pada abad ke-17 dan ke-18. Pedagang mulai menyimpan emas mereka dengan pandai emas di London, yang memiliki brankas pribadi, dan mengenakan biaya untuk layanan itu.

Sebagai gantinya setiap deposit logam mulia, para pandai emas mengeluarkan kuitansi yang mengesahkan kuantitas dan kemurnian logam yang mereka pegang sebagai bailee. Penerimaan ini tidak dapat diberikan, hanya deposan asli yang bisa mengumpulkan barang yang tersimpan.

Secara bertahap para pandai emas mulai meminjamkan uang tersebut atas nama deposan, yang menyebabkan perkembangan praktik perbankan modern, surat promes (yang berevolusi menjadi uang kertas) dikeluarkan untuk uang yang disetorkan sebagai pinjaman kepada pandai emas. Tukang emas itu membayar bunga atas simpanan ini. Karena surat promes dibayarkan berdasarkan permintaan, dan uang muka (pinjaman) kepada pelanggan tukang emas dibayar kembali dalam jangka waktu yang lebih lama, ini merupakan bentuk awal dari cadangan cadangan fraksi.

Catatan promissory berkembang menjadi instrumen yang dapat dialihkan yang bisa beredar sebagai bentuk uang aman dan nyaman yang didukung oleh janji tukang emas untuk membayar, mengizinkan pandai emas untuk memajukan pinjaman dengan sedikit risiko gagal bayar. Dengan demikian, pandai emas London menjadi pelopor perbankan dengan menciptakan uang baru berdasarkan kredit.

Bank of England adalah orang pertama yang memulai penerbitan uang kertas permanen pada tahun 1695. Royal Bank of Scotland mendirikan fasilitas cerukan pertama di tahun 1728. Pada awal abad ke-19 sebuah rumah kliring bankir didirikan di London untuk memungkinkan banyak bank melakukan transaksi yang jelas. Keluarga Rothschild mempelopori keuangan internasional dalam skala besar, membiayai pembelian kanal Suez untuk pemerintah Inggris.

Etimologi

Kata bank dipinjam di Inggris Tengah dari ban Perancis Tengah, dari Banca Italia Kuno, yang berarti “meja”, dari bangkai “bank, counter” Old High German. Bangku digunakan sebagai meja kerja sementara atau loket pertukaran selama Renaisans oleh Yahudi bankir Florentine, yang biasa melakukan transaksi di atas meja yang ditutupi taplak meja hijau.

Definisi

Definisi bank bervariasi dari satu negara ke negara lain. Lihat halaman negara yang relevan untuk informasi lebih lanjut.

Berdasarkan common law Inggris, seorang bankir didefinisikan sebagai orang yang menjalankan bisnis perbankan, yang ditentukan sebagai:

  • Melakukan giro untuk pelanggannya,
  • Membayar cek yang ditarik padanya dan dia
  • Mengumpulkan cek untuk pelanggannya.

Di kebanyakan yurisdiksi hukum yang umum ada Undang-undang Bills of Exchange yang menyusun undang-undang terkait dengan instrumen yang dapat dinegosiasikan, termasuk pemeriksaan, dan Undang-undang ini berisi definisi hukum dari bankir berjangka: bankir mencakup badan orang, baik yang tergabung atau tidak, siapa menjalankan bisnis perbankan ‘(Bagian 2, Interpretasi). Meskipun definisi ini tampak melingkar, sebenarnya fungsional, karena memastikan bahwa dasar hukum untuk transaksi bank seperti cek tidak bergantung pada bagaimana bank terstruktur atau diatur.

Bisnis perbankan ada di banyak negara hukum common law Inggris yang tidak ditentukan oleh undang-undang tetapi oleh common law, definisi di atas. Di dalam yurisdiksi common law Inggris lainnya, ada definisi hukum tentang bisnis perbankan atau bisnis perbankan. Ketika melihat definisi ini, penting untuk diingat bahwa mereka mendefinisikan bisnis perbankan untuk tujuan undang-undang, dan tidak harus secara umum.

Secara khusus, sebagian besar definisi berasal dari undang-undang yang bertujuan mengatur dan mengawasi bank daripada mengatur bisnis perbankan sebenarnya. Namun, dalam banyak kasus, definisi hukum sangat mencerminkan common law one. Contoh definisi undang-undang:

  • “Bisnis perbankan” berarti bisnis menerima uang untuk rekening lancar atau deposito, membayar dan mengumpulkan cek yang ditarik oleh atau dibayarkan oleh pelanggan, pembuatan uang muka kepada pelanggan, dan termasuk bisnis sejenis lainnya karena Otorita dapat memberikan resep untuk tujuan ini. Bertindak; (Banking Act (Singapura), Bagian 2, Interpretasi).
  • “Bisnis perbankan” berarti bisnis salah satu atau kedua hal berikut:
  1. Menerima dari uang umum mengenai tabungan saat ini, setoran, tabungan atau akun sejenis lainnya yang dapat dilunasi sesuai permintaan atau dalam waktu kurang dari 3 bulan atau dengan jangka waktu panggilan atau pemberitahuan kurang dari periode tersebut;
  2. Membayar atau mengumpulkan cek yang ditarik oleh atau dibayarkan oleh pelanggan.

Sejak kemunculan EFTPOS (Electronic Funds Transfer on Point Of Sale), kredit langsung, debit langsung dan internet banking, cek tersebut telah kehilangan keunggulannya di sebagian besar sistem perbankan sebagai instrumen pembayaran. Hal ini telah menyebabkan para ahli teori mengatakan bahwa definisi berbasis cek harus diperluas untuk mencakup lembaga keuangan yang melakukan giro pada pelanggan dan memungkinkan pelanggan membayar dan dibayar oleh pihak ketiga, walaupun mereka tidak membayar dan mengumpulkan cek.

Bisnis standar

Bank bertindak sebagai agen pembayaran dengan melakukan pengecekan atau giro pada nasabah, melakukan pengecekan cek oleh nasabah di bank, dan mengumpulkan cek yang disimpan ke rekening giro nasabah. Bank juga memungkinkan pembayaran pelanggan melalui metode pembayaran lainnya seperti Automated Clearing House (ACH), transfer Wire atau transfer telegrafik, EFTPOS, dan mesin teller otomatis (ATM).

Bank meminjam uang dengan menerima dana yang disetorkan ke giro, dengan menerima deposito berjangka, dan dengan menerbitkan surat utang seperti uang kertas dan obligasi. Bank meminjamkan uang dengan menghasilkan uang muka kepada nasabah pada giro, dengan melakukan pinjaman cicilan, dan dengan berinvestasi pada sekuritas hutang yang dapat dipasarkan dan bentuk pinjaman uang lainnya.

Bank menyediakan layanan pembayaran yang berbeda, dan rekening bank dianggap sangat diperlukan oleh sebagian besar bisnis dan individu. Non bank yang menyediakan layanan pembayaran seperti perusahaan remittance biasanya tidak dianggap sebagai pengganti rekening bank yang memadai.

Bank bisa menciptakan uang baru saat mereka melakukan pinjaman. Pinjaman baru di seluruh sistem perbankan menghasilkan simpanan baru di tempat lain di sistem. Pasokan uang biasanya meningkat dengan tindakan pinjaman, dan berkurang saat pinjaman dilunasi lebih cepat daripada yang baru dihasilkan. Di Inggris antara tahun 1997 dan 2007, terjadi peningkatan jumlah uang beredar, yang sebagian besar disebabkan oleh lebih banyak pinjaman bank, yang mendorong harga properti dan meningkatkan hutang swasta.

Jumlah uang dalam perekonomian yang diukur oleh M4 di Inggris meningkat dari £ 750 miliar menjadi £ 1700 miliar antara tahun 1997 dan 2007, sebagian besar kenaikan yang disebabkan oleh pinjaman bank. Jika semua bank meningkatkan pinjaman mereka bersama-sama, maka mereka dapat mengharapkan simpanan baru kembali ke mereka dan jumlah uang dalam perekonomian akan meningkat.

Pinjaman yang berlebihan atau berisiko dapat menyebabkan peminjam gagal bayar, bank kemudian menjadi lebih berhati-hati, sehingga pinjamannya sedikit berkurang dan oleh karena itu lebih sedikit uang sehingga ekonomi bisa turun dari boom ke bust seperti yang terjadi di Inggris dan banyak ekonomi Barat lainnya setelah tahun 2007.

Rentang kegiatan

Kegiatan yang dilakukan oleh bank meliputi perbankan pribadi, perbankan korporasi, perbankan investasi, perbankan swasta, perbankan transaksi, asuransi, pembiayaan konsumen, perdagangan valuta asing, perdagangan komoditas, perdagangan saham, futures dan perdagangan pilihan dan perdagangan pasar uang.

Saluran

Bank menawarkan berbagai saluran untuk mengakses layanan perbankan dan layanan lainnya:

  • Mesin teller otomatis
  • Cabang di lokasi ritel
  • Pusat panggilan
  • Mail: kebanyakan bank menerima setoran cek melalui surat dan menggunakan email untuk berkomunikasi dengan pelanggan mereka, mis. dengan mengirimkan pernyataan
  • Mobile banking adalah metode penggunaan telepon genggam seseorang untuk melakukan transaksi perbankan
  • Perbankan online adalah istilah yang digunakan untuk melakukan beberapa transaksi, pembayaran dll melalui Internet
  • Relationship manager, kebanyakan untuk private banking atau business banking, sering mengunjungi nasabah di rumah atau bisnis mereka
  • Telephone banking adalah layanan yang memungkinkan pelanggannya melakukan transaksi melalui telepon dengan petugas otomatis, atau bila diminta, dengan operator telepon
  • Video banking adalah istilah yang digunakan untuk melakukan transaksi perbankan atau konsultasi perbankan profesional melalui koneksi video dan audio jarak jauh. Video banking dapat dilakukan melalui mesin transaksi perbankan yang dibangun (mirip dengan mesin teller otomatis), atau melalui konferensi video yang memungkinkan kliring cabang bank.
  • DSA adalah Agen Penjualan Langsung, yang bekerja untuk bank berdasarkan kontrak. Tugas utamanya adalah untuk meningkatkan basis nasabah bagi bank.

Model bisnis

Bank dapat menghasilkan pendapatan dengan berbagai cara, termasuk bunga, biaya transaksi dan saran keuangan. Secara tradisional, metode yang paling signifikan adalah melalui pengisian bunga atas modal yang diberikannya kepada pelanggan. Keuntungan bank dari perbedaan antara tingkat bunga yang dibayarkannya untuk deposito dan sumber dana lainnya dan tingkat bunga itu biaya dalam kegiatan pemberian pinjaman.

Perbedaan ini disebut sebagai spread antara biaya dana dan tingkat bunga pinjaman. Secara historis, profitabilitas dari kegiatan pemberian pinjaman bersifat siklis dan bergantung pada kebutuhan dan kekuatan nasabah pinjaman dan tahap siklus ekonomi. Saran biaya dan keuangan merupakan aliran pendapatan yang lebih stabil dan bank karenanya lebih menekankan jalur pendapatan ini untuk memperlancar kinerja keuangan mereka.

Dalam 20 tahun terakhir, bank-bank Amerika telah mengambil banyak tindakan untuk memastikan bahwa mereka tetap menguntungkan sambil merespons kondisi pasar yang semakin berubah.

  • Pertama, ini termasuk Gramm-Leach-Bliley Act, yang memungkinkan bank untuk bergabung lagi dengan investasi dan rumah asuransi. Menggabungkan fungsi perbankan, investasi, dan asuransi memungkinkan bank-bank tradisional merespons tuntutan konsumen terhadap “one-stop shopping” dengan memungkinkan penjualan silang produk (yang diharapkan bank juga akan meningkatkan profitabilitas).
  • Kedua, mereka telah memperluas penggunaan harga berbasis risiko dari pemberian pinjaman usaha ke pinjaman konsumen, yang berarti mengenakan suku bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan yang dianggap sebagai risiko kredit lebih tinggi dan dengan demikian meningkatkan kemungkinan gagal bayar atas pinjaman. Ini membantu untuk mengimbangi kerugian dari pinjaman macet, menurunkan harga pinjaman kepada mereka yang memiliki sejarah kredit yang lebih baik dan menawarkan produk kredit kepada nasabah berisiko tinggi yang jika tidak ditolak kreditnya.
  • Ketiga, mereka telah berusaha untuk meningkatkan metode pemrosesan pembayaran yang tersedia bagi masyarakat umum dan klien bisnis. Produk ini meliputi kartu debit, kartu prabayar, smart card, dan kartu kredit. Mereka mempermudah konsumen untuk melakukan transaksi dengan mudah dan memperlancar konsumsi mereka dari waktu ke waktu (di beberapa negara dengan sistem keuangan terbelakang, masih umum untuk menangani secara ketat uang tunai, termasuk membawa koper yang berisi uang tunai untuk membeli rumah). Namun, dengan kemudahan kredit yang mudah, ada juga peningkatan risiko bahwa konsumen akan salah mengatur sumber keuangan mereka dan menumpuk utang yang berlebihan. Bank menghasilkan uang dari produk kartu melalui biaya bunga dan biaya yang dikenakan kepada pemegang kartu, dan biaya transaksi ke pengecer yang menerima kartu kredit dan / atau debit bank untuk pembayaran. Ini membantu dalam menghasilkan keuntungan dan memfasilitasi pembangunan ekonomi secara keseluruhan.

Produk

Eceran

  • Rekening tabungan
  • Rekening deposito berulang
  • Rekening deposito tetap
  • Akun pasar uang
  • Sertifikat setoran (CD)
  • Rekening pensiun perorangan (IRA)
  • Kartu kredit
  • Kartu debit
  • Hipotek
  • Dana bersama
  • Pinjaman pribadi
  • Deposito berjangka
  • Kartu ATM
  • Akun saat ini
  • Periksa buku
  • Mesin Teller Otomatis (ATM)

Bisnis (atau komersial/investasi) perbankan

  • Pinjaman usaha
  • Peningkatan modal (equity / debt / hibrida)
  • Kredit revolving
  • Manajemen risiko (valuta asing (FX)), suku bunga, komoditas, derivatif)
  • Pinjaman berjangka
  • Layanan pengelolaan kas (kotak kunci, pengambilan deposit jarak jauh, pemrosesan pedagang)
  • Layanan kredit

Modal dan risiko

Bank menghadapi sejumlah risiko untuk menjalankan bisnis mereka dan seberapa baik risiko ini dikelola dan dipahami merupakan pendorong utama di balik profitabilitas, dan berapa modal yang harus dimiliki bank. Modal bank terutama terdiri dari ekuitas, laba ditahan dan hutang subordinasi.

Setelah krisis keuangan 2007-2009, regulator memaksa bank untuk menerbitkan obligasi konversi Contingent (CoCos). Ini adalah sekuritas modal hibrida yang menyerap kerugian sesuai dengan persyaratan kontrak mereka ketika modal bank penerbit turun di bawah tingkat tertentu. Kemudian utang berkurang dan kapitalisasi bank mendapat dorongan. Karena kapasitas mereka untuk menyerap kerugian, CoCos memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan modal peraturan.

Beberapa risiko utama yang dihadapi bank meliputi:

  • Risiko kredit: risiko kerugian yang timbul dari peminjam yang tidak melakukan pembayaran seperti yang dijanjikan. [20]
  • Risiko likuiditas: risiko bahwa keamanan atau aset tertentu tidak dapat diperdagangkan dengan cukup cepat di pasar untuk mencegah kerugian (atau membuat keuntungan yang dibutuhkan).
  • Risiko pasar: risiko bahwa nilai portofolio, baik portofolio investasi atau portofolio perdagangan, akan turun karena adanya perubahan nilai faktor risiko pasar.
  • Risiko operasional: risiko yang timbul dari pelaksanaan fungsi bisnis perusahaan.
  • Risiko Reputasi: jenis risiko yang berkaitan dengan kepercayaan bisnis.
  • Risiko makroekonomi: risiko yang terkait dengan ekonomi agregat yang sedang dioperasikan bank.

Kebutuhan modal adalah peraturan bank, yang menetapkan kerangka kerja dimana bank atau lembaga penyimpanan harus mengelola neraca keuangannya. Kategorisasi aset dan modal sangat terstandarisasi sehingga bisa tertimbang dengan risiko.

Bank dalam perekonomian

Fungsi ekonomi

Fungsi ekonomi bank meliputi:

  1. Masalah uang, dalam bentuk uang kertas dan giro tergantung cek atau pembayaran sesuai pesanan nasabah. Klaim di bank dapat bertindak sebagai uang karena dapat dinegosiasikan atau dilunasi sesuai permintaan, dan karenanya bernilai nominal. Mereka dapat dipindahtangankan secara efektif hanya dengan pengiriman belaka, dalam kasus uang kertas, atau dengan menarik cek bahwa penerima pembayaran dapat melakukan bank atau uang tunai.
  2. Kelalaian dan penyelesaian pembayaran – bank bertindak sebagai agen penagihan dan pembayaran untuk pelanggan, berpartisipasi dalam sistem kliring dan penyelesaian antar bank untuk mengumpulkan, menyajikan, menyajikan, dan membayar instrumen pembayaran. Hal ini memungkinkan bank untuk menghemat cadangan yang ditahan untuk penyelesaian pembayaran, karena pembayaran dari dalam dan luar saling mengimbangi. Ini juga memungkinkan pengimbangan arus pembayaran antara wilayah geografis, mengurangi biaya penyelesaian di antara keduanya.
  3. Intermediasi kredit – bank meminjam dan meminjamkan back-to-back pada rekening mereka sendiri sebagai orang tengah.
  4. Peningkatan kualitas kredit – bank meminjamkan uang kepada peminjam komersial dan pribadi biasa (kualitas kredit biasa), namun peminjam berkualitas tinggi. Perbaikan berasal dari diversifikasi aset dan modal bank yang memberikan penyangga untuk menyerap kerugian tanpa gagal memenuhi kewajibannya. Namun, uang kertas dan deposito umumnya tidak aman. Jika bank mengalami kesulitan dan menjaminkan aset sebagai jaminan, untuk meningkatkan dana yang harus terus beroperasi, ini menempatkan pemegang catatan dan deposan dalam posisi subordinasi secara ekonomi.
  5. Ketidaksesuaian kewajiban aset / transformasi Jatuh Tempo – bank meminjam lebih banyak pada hutang permintaan dan hutang jangka pendek, namun memberikan pinjaman jangka panjang lebih banyak. Dengan kata lain, mereka meminjam pendek dan meminjamkan panjang. Dengan kualitas kredit yang lebih kuat daripada kebanyakan peminjam lainnya, bank dapat melakukan hal ini dengan menggabungkan beberapa masalah (misalnya menerima deposito dan menerbitkan uang kertas) dan penebusan (misalnya penarikan dan pelunasan uang kertas), mempertahankan cadangan uang tunai, melakukan investasi dalam surat-surat berharga yang dapat dengan mudah dikonversi untuk mencairkan jika diperlukan, dan meningkatkan dana pengganti sesuai kebutuhan dari berbagai sumber (misalnya pasar uang tunai grosir dan pasar sekuritas).
  6. Penciptaan/penghancuran uang, setiap kali bank memberikan pinjaman dalam sistem perbankan cadangan pecahan, sejumlah uang baru dibuat dan sebaliknya, kapan pun pokok pinjaman yang dilunasi tersebut dihancurkan.

Krisis bank

Bank rentan terhadap berbagai bentuk risiko yang memicu krisis sistemik sesekali. Ini termasuk risiko likuiditas (di mana banyak deposan dapat meminta penarikan melebihi dana yang tersedia), risiko kredit (kemungkinan orang yang berhutang uang kepada bank tidak akan membayarnya), dan risiko suku bunga (kemungkinan bank tersebut akan menjadi tidak menguntungkan, jika kenaikan suku bunga memaksanya untuk membayar lebih banyak pada simpanannya daripada yang diterimanya pada pinjamannya).

Krisis perbankan telah berkembang berkali-kali sepanjang sejarah, ketika satu atau lebih risiko muncul bagi sektor perbankan secara keseluruhan. Contoh-contoh yang menonjol termasuk bank runs yang terjadi selama Great Depression, krisis Tabungan dan Pinjaman A.S. pada tahun 1980an dan awal 1990an, krisis perbankan Jepang selama tahun 1990an, dan krisis subprime mortgage pada tahun 2000an.

Ukuran industri perbankan global

Aset dari 1.000 bank terbesar di dunia tumbuh sebesar 6,8% pada tahun 2008/2009 menjadi rekor US $ 96,4 triliun sementara keuntungan turun 85% menjadi US $ 115 miliar. Pertumbuhan aset dalam kondisi pasar yang buruk sebagian besar merupakan hasil rekapitalisasi.

Bank-bank Uni Eropa memegang bagian terbesar dari jumlah tersebut, 56% di tahun 2008/2009, turun dari 61% di tahun sebelumnya. Saham bank-bank di Asia meningkat dari 12% menjadi 14% sepanjang tahun, sementara pangsa bank AS meningkat dari 11% menjadi 13%. Pendapatan fee yang dihasilkan oleh investment banking global mencapai US $ 66,3 miliar di tahun 2009, naik 12% pada tahun sebelumnya.

Amerika Serikat memiliki sebagian besar bank di dunia dalam hal institusi (5.330 per 2015) dan mungkin cabang (81.607 pada 2015). [23] Ini merupakan indikator struktur geografi dan peraturan Amerika Serikat, yang menghasilkan sejumlah besar institusi kecil dan menengah dalam sistem perbankannya.

Pada bulan November 2009, 4 bank teratas China memiliki lebih dari 67.000 cabang (ICBC: 18000+, BOC: 12000+, CCB: 13000+, ABC: 24000+) dengan 140 bank kecil tambahan dengan jumlah cabang yang belum ditentukan. Jepang memiliki 129 bank dan 12.000 cabang. Pada tahun 2004, Jerman, Prancis, dan Italia masing-masing memiliki lebih dari 30.000 cabang lebih dari dua kali lipat dari 15.000 cabang di Inggris.

Peraturan

Saat ini bank umum diatur di sebagian besar yurisdiksi oleh badan pemerintah dan memerlukan izin bank khusus untuk beroperasi. Biasanya definisi bisnis perbankan untuk tujuan peraturan diperluas untuk memasukkan penerimaan deposito, walaupun tidak dapat dibayarkan sesuai pesanan nasabah walaupun pinjaman uang, pada umumnya tidak termasuk dalam definisi.

Tidak seperti kebanyakan industri lain yang diatur, regulator biasanya juga merupakan peserta di pasar, baik sebagai bank sentral publik maupun swasta. Bank sentral juga biasanya memiliki monopoli bisnis penerbitan uang kertas. Namun, di beberapa negara hal ini tidak terjadi. Di Inggris, misalnya, Otoritas Jasa Keuangan melisensikan bank, dan beberapa bank umum (seperti Bank of Scotland) menerbitkan uang kertas mereka sendiri selain yang dikeluarkan oleh Bank of England, bank sentral pemerintah Inggris.

Hukum perbankan didasarkan pada analisis kontraktual tentang hubungan antara bank (didefinisikan di atas) dan pelanggan – didefinisikan sebagai entitas dimana bank setuju untuk melakukan suatu rekening.

Undang-undang tersebut menyiratkan hak dan kewajiban ke dalam hubungan ini sebagai berikut:

  1. Saldo rekening bank adalah posisi keuangan antara bank dan nasabah: bila akun dalam kredit, bank berhutang kepada nasabah; Bila rekeningnya terlalu banyak, pelanggan berhutang kepada bank.
  2. Bank setuju untuk membayar cek pelanggan sampai jumlah yang ada pada kredit akun pelanggan, ditambah dengan batas cerukan yang disepakati.
  3. Bank mungkin tidak membayar dari rekening pelanggan tanpa mandat dari pelanggan, mis. cek yang ditarik oleh pelanggan.
  4. Bank setuju untuk segera mengumpulkan cek yang disimpan ke rekening pelanggan sebagai agen pelanggan, dan untuk mengkredit hasil penjualan ke rekening pelanggan.
  5. Bank memiliki hak untuk menggabungkan akun nasabah, karena masing-masing akun merupakan aspek hubungan kredit yang sama.
  6. Bank memiliki hak gadai atas cek yang disimpan ke rekening pelanggan, sejauh nasabah berhutang budi kepada bank.
  7. Bank tidak boleh mengungkapkan rincian transaksi melalui rekening pelanggan – kecuali jika pelanggan menyetujui, ada kewajiban publik untuk mengungkapkan, kepentingan bank memerlukannya, atau tuntutan hukum tersebut.
  8. Bank tidak boleh menutup rekening pelanggan tanpa pemberitahuan yang wajar, karena cek luar biasa dalam kegiatan bisnis biasa selama beberapa hari.

Persyaratan kontrak tersirat ini dapat dimodifikasi dengan persetujuan tertulis antara pelanggan dan bank. Statuta dan peraturan yang berlaku dalam yurisdiksi tertentu juga dapat memodifikasi persyaratan di atas dan atau membuat hak, kewajiban atau batasan baru yang relevan dengan hubungan nasabah-bank.

Beberapa jenis lembaga keuangan, seperti masyarakat bangunan dan serikat kredit, sebagian atau seluruhnya bebas dari persyaratan lisensi bank, dan oleh karena itu diatur dalam peraturan yang berbeda.

Persyaratan untuk penerbitan lisensi bank bervariasi antara yurisdiksi, namun biasanya meliputi:

  1. Modal minimum
  2. Rasio modal minimum
  3. Persyaratan ‘Fit and Proper’ untuk pengendali, pemilik, direktur, atau pejabat senior bank
  4. Persetujuan rencana bisnis bank cukup bijaksana dan masuk akal.

Jenis perbankan

Kegiatan bank dapat dibagi menjadi:

  • Perbankan ritel, berhubungan langsung dengan individu dan usaha kecil;
  • Bisnis perbankan, memberikan layanan kepada bisnis mid-market;
  • Perbankan korporasi, diarahkan pada entitas bisnis besar;
  • Perbankan swasta, memberikan layanan pengelolaan kekayaan kepada individu dan keluarga bernilai tinggi;
  • Investment banking, berkaitan dengan aktivitas di pasar keuangan.

Sebagian besar bank menghasilkan keuntungan, perusahaan swasta. Namun, sebagian dimiliki oleh pemerintah, atau organisasi nirlaba.

Jenis bank

  • Bank umum: istilah yang digunakan untuk bank normal untuk membedakannya dari bank investasi. Setelah Depresi Besar, Kongres A.S. mensyaratkan bank hanya terlibat dalam aktivitas perbankan, sedangkan bank investasi terbatas pada aktivitas pasar modal. Karena keduanya tidak lagi harus berada di bawah kepemilikan terpisah, beberapa menggunakan istilah “bank komersial” untuk merujuk pada bank atau divisi bank yang sebagian besar berhubungan dengan deposito dan pinjaman dari perusahaan atau bisnis besar.
  • Bank komunitas: institusi keuangan yang beroperasi secara lokal yang memberdayakan karyawan untuk membuat keputusan lokal untuk melayani pelanggan dan mitra mereka.
  • Bank pengembangan masyarakat: bank yang diatur yang menyediakan layanan keuangan dan kredit ke pasar atau populasi yang kurang terlayani.
  • Bank pembangunan tanah: Bank khusus yang menyediakan pinjaman jangka panjang disebut bank pengembangan lahan (land development banks/LDB). Sejarah LDB sudah cukup tua. LDB pertama dimulai di Jhang di Punjab pada tahun 1920. Tujuan utama LDB adalah untuk mempromosikan pengembangan lahan, pertanian dan meningkatkan produksi pertanian. LDB memberikan pembiayaan jangka panjang kepada anggota secara langsung melalui cabang mereka.
  • Serikat kredit atau bank koperasi: koperasi nirlaba milik deposan dan sering menawarkan suku bunga lebih menguntungkan daripada bank nirlaba. Biasanya, keanggotaan dibatasi untuk karyawan perusahaan tertentu, penduduk di wilayah tertentu, anggota serikat tertentu atau organisasi keagamaan, dan keluarga dekat mereka.
  • Bank tabungan pos: bank tabungan yang terkait dengan sistem pos nasional.
  • Bank swasta: bank yang mengelola aset individu dengan nilai bersih tinggi. Secara historis, minimal USD 1 juta diharuskan membuka rekening, namun, selama bertahun-tahun terakhir, banyak bank swasta telah menurunkan rintangan masuk mereka menjadi USD 350.000 untuk investor swasta.
  • Bank-bank di luar negeri: bank-bank yang berada di yurisdiksi dengan pajak dan peraturan yang rendah. Banyak bank lepas pantai pada dasarnya adalah bank swasta.
  • Tabungan bank: di Eropa, bank tabungan berakar pada abad ke-19 atau bahkan di abad ke-18. Tujuan awal mereka adalah untuk menyediakan produk tabungan yang mudah diakses ke semua lapisan penduduk. Di beberapa negara, bank tabungan diciptakan berdasarkan inisiatif publik; Di pihak lain, individu yang berkomitmen secara sosial menciptakan fondasi untuk menerapkan infrastruktur yang diperlukan. Saat ini, bank-bank tabungan Eropa tetap fokus pada perbankan ritel: pembayaran, produk tabungan, kredit dan asuransi untuk perorangan atau perusahaan kecil dan menengah. Terlepas dari fokus ritel ini, mereka juga berbeda dari bank umum melalui jaringan distribusi mereka yang terdesentralisasi, memberikan jangkauan regional dan lokal, dan dengan pendekatan tanggung jawab sosial mereka terhadap bisnis dan masyarakat.
  • Membangun masyarakat dan Landesbanks, lembaga yang melakukan perbankan ritel.
  • Bank-bank etis: bank-bank yang memprioritaskan transparansi semua operasi dan hanya membuat apa yang mereka anggap sebagai investasi yang bertanggung jawab secara sosial.
  • Bank langsung atau hanya internet adalah operasi perbankan tanpa cabang bank fisik, disusun dan diterapkan sepenuhnya dengan komputer berjejaring.

Jenis bank investasi

  • Bank investasi “menanggung” (menjamin penjualan) saham dan obligasi, memperdagangkan akun mereka sendiri, membuat pasar, menyediakan manajemen investasi, dan menasihati perusahaan mengenai aktivitas pasar modal seperti merger dan akuisisi.
  • Bank-bank pedagang secara tradisional adalah bank-bank yang bergerak di bidang trade finance. Definisi modern, bagaimanapun, mengacu pada bank-bank yang memberikan modal kepada perusahaan dalam bentuk saham daripada pinjaman. Tidak seperti topi usaha, mereka cenderung tidak berinvestasi di perusahaan baru.

Keduanya digabungkan

  • Bank universal, yang lebih dikenal sebagai perusahaan jasa keuangan, terlibat dalam beberapa kegiatan ini. Bank-bank besar ini adalah kelompok yang sangat terdiversifikasi, antara lain, juga mendistribusikan asuransi, oleh karena itu istilah bancassurance, kata portmanteau yang menggabungkan “banque atau bank” dan “assurance”, yang menandakan bahwa perbankan dan asuransi disediakan oleh entitas perusahaan yang sama.

Jenis bank lainnya

  • Bank-bank sentral biasanya milik pemerintah dan dikenai tanggung jawab kuasi-regulasi, seperti mengawasi bank umum, atau mengendalikan tingkat bunga tunai. Mereka umumnya memberikan likuiditas pada sistem perbankan dan bertindak sebagai pemberi pinjaman terakhir dalam menghadapi krisis.
  • Bank Islam mematuhi konsep hukum Islam. Bentuk perbankan ini berkisar pada beberapa prinsip mapan berdasarkan kanon Islam. Semua aktivitas perbankan harus menghindari ketertarikan, sebuah konsep yang dilarang dalam Islam. Sebagai gantinya, bank memperoleh keuntungan (markup) dan biaya pada fasilitas pembiayaan yang meluas ke pelanggan.

Tantangan dalam industri perbankan

Amerika Serikat

Industri perbankan Amerika Serikat adalah salah satu yang paling diatur dan dijaga ketat di dunia, dengan beberapa regulator khusus dan terfokus. Semua bank dengan deposito yang diasuransikan dengan FDIC memiliki Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) sebagai regulator. Namun, untuk pemeriksaan kesehatan (yaitu, apakah bank beroperasi dengan cara yang benar), Federal Reserve adalah regulator federal utama untuk bank negara anggota Fed.

Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang (OCC) adalah regulator federal utama untuk bank nasional; dan Office of Thrift Supervision, atau OTS, adalah regulator federal utama untuk penghematan. Bank negara bukan anggota diperiksa oleh lembaga negara maupun FDIC. Bank nasional memiliki satu regulator utama.

Setiap badan pengatur memiliki peraturan dan peraturan masing-masing yang harus dilekatkan oleh bank dan penghematan. Lembaga Pemeriksaan Lembaga Keuangan Federal (FFIEC) didirikan pada tahun 1979 sebagai badan antar badan resmi yang diberdayakan untuk memberi resep prinsip seragam, standar, dan formulir pelaporan untuk pemeriksaan federal lembaga keuangan. Meskipun FFIEC telah menghasilkan tingkat konsistensi peraturan yang lebih tinggi di antara agensi, peraturan dan peraturan terus berubah.

Selain mengubah peraturan, perubahan dalam industri telah menyebabkan konsolidasi di dalam Federal Reserve, FDIC, OTS, dan OCC. Kantor telah ditutup, daerah pengawas telah digabungkan, tingkat staf telah berkurang dan anggaran telah dipotong. Regulator yang tersisa menghadapi beban yang meningkat dengan meningkatnya beban kerja dan lebih banyak bank per regulator.

Sementara bank berjuang untuk mengikuti perubahan di lingkungan peraturan, regulator berjuang untuk mengelola beban kerja mereka dan mengatur bank mereka secara efektif. Dampak dari perubahan ini adalah bahwa bank menerima sedikit penilaian langsung oleh regulator, sedikit waktu yang dihabiskan dengan masing-masing institusi, dan potensi lebih banyak masalah tergelincir melalui celah-celah, yang berpotensi mengakibatkan peningkatan kegagalan bank secara keseluruhan di seluruh Amerika Serikat.

Perubahan lingkungan ekonomi memiliki dampak signifikan pada bank dan penghematan karena mereka berjuang untuk secara efektif mengelola tingkat suku bunga mereka yang menyebar dalam menghadapi tingkat suku bunga pinjaman, tingkat persaingan deposito dan perubahan pasar yang rendah, tren industri dan fluktuasi ekonomi.

Sudah menjadi tantangan bagi bank untuk secara efektif menetapkan strategi pertumbuhan mereka dengan pasar ekonomi baru-baru ini. Sebuah lingkungan suku bunga yang meningkat tampaknya membantu lembaga keuangan, namun dampak perubahan pada konsumen dan bisnis tidak dapat diprediksi dan tantangannya tetap bagi bank untuk tumbuh dan secara efektif mengelola spread tersebut untuk menghasilkan imbal hasil kepada pemegang saham mereka.

Pengelolaan portofolio aset bank juga tetap menjadi tantangan di lingkungan ekonomi saat ini. Pinjaman adalah kategori aset utama bank dan ketika kualitas pinjaman menjadi tersangka, dasar bank terguncang ke intinya. Meski selalu menjadi masalah bagi bank, penurunan kualitas aset telah menjadi masalah besar bagi lembaga keuangan.

Ada beberapa alasan untuk ini, salah satunya adalah sikap longgar yang diadopsi beberapa bank karena tahun-tahun “masa-masa yang baik.” Potensi ini diperparah dengan berkurangnya pengawasan peraturan bank dan dalam beberapa kasus kedalaman manajemen . Masalah lebih mungkin terjadi tanpa terdeteksi, mengakibatkan dampak signifikan pada bank saat mereka ditemukan. Selain itu, bank, seperti bisnis, berjuang untuk memotong biaya dan akibatnya menghilangkan biaya tertentu, seperti program pelatihan karyawan yang memadai.

Bank juga menghadapi tantangan lain seperti kelompok penuaan. Di seluruh negeri, banyak tim manajemen dan dewan direksi bank sedang menua. Bank juga menghadapi tekanan yang terus menerus oleh pemegang saham, baik publik maupun swasta, untuk mencapai proyeksi pendapatan dan pertumbuhan.

Regulator memberi tekanan pada bank untuk mengelola berbagai kategori risiko. Perbankan juga merupakan industri yang sangat kompetitif. Bersaing di industri jasa keuangan semakin ketat dengan masuknya para pemain seperti agen asuransi, credit unions, check cashing services, perusahaan kartu kredit, dll.

Sebagai reaksi, bank telah mengembangkan aktivitasnya di instrumen keuangan, melalui operasi pasar keuangan seperti brokerage dan telah menjadi pemain besar dalam aktivitas tersebut.

Aktivitas pinjaman bank

Untuk bisa memberi pembeli rumah dan pembangun dengan dana yang dibutuhkan, bank harus bersaing memperebutkan deposito. Fenomena disintermediasi harus dilakukan oleh dolar dari tabungan dan masuk ke instrumen pasar langsung seperti kewajiban Departemen Perbendaharaan A.S., sekuritas lembaga, dan hutang perusahaan. Salah satu faktor terbesar dalam beberapa tahun terakhir dalam pergerakan deposito adalah pertumbuhan dana pasar uang yang luar biasa yang tingkat suku bunga yang lebih tinggi menarik simpanan konsumen.

Untuk bersaing memperebutkan deposito, lembaga tabungan AS menawarkan berbagai jenis rencana:

  • Passbook atau rekening deposito biasa – mengizinkan jumlah yang akan ditambahkan atau ditarik dari akun kapan saja.
  • SEKARANG dan Super NOW account – berfungsi seperti rekening giro tetapi mendapatkan bunga. Saldo minimum mungkin diperlukan pada akun Super NOW.
  • Rekening pasar uang – membawa batas bulanan transfer terdahulu ke rekening atau orang lain dan mungkin memerlukan saldo minimum atau rata-rata.
  • Rekening sertifikat – karena kehilangan sebagian atau seluruh penarikan sebelum jatuh tempo.
  • Perhatikan akun – akun sertifikat setara dengan jangka waktu tidak terbatas. Savers setuju untuk memberitahu institusi tersebut pada waktu yang ditentukan sebelum penarikan.
  • Rekening pensiun perorangan (IRA) dan rencana Keogh – suatu bentuk tabungan pensiun dimana dana yang disetorkan dan bunga yang diperoleh dikecualikan dari pajak penghasilan sampai setelah penarikan.
  • Memeriksa akun – ditawarkan oleh beberapa institusi berdasarkan batasan yang pasti.
  • Semua penarikan dan simpanan sepenuhnya merupakan satu-satunya keputusan dan tanggung jawab pemilik akun kecuali jika orang tua atau wali diwajibkan melakukan hal sebaliknya karena alasan hukum.
  • Akun klub dan rekening tabungan lainnya dirancang untuk membantu orang menabung secara teratur untuk memenuhi tujuan tertentu

Jenis akun

Laporan bank adalah catatan akuntansi yang dihasilkan oleh bank berdasarkan berbagai standar akuntansi dunia. Berdasarkan GAAP ada dua jenis akun: debit dan kredit. Akun kredit adalah Pendapatan, Ekuitas dan Kewajiban. Akun Debet adalah Aset dan Beban. Bank mengkredit rekening kredit untuk meningkatkan saldo, dan mendebet rekening kredit untuk mengurangi saldo.

Nasabah mendebet rekening tabungan/bank (aset) nya di buku besarnya saat melakukan deposit (dan akun biasanya debit), sedangkan nasabah mengkredit rekening kartu kredit (liability) di buku besarnya setiap kali dia menghabiskan uang (dan akun biasanya dalam bentuk kredit).

Ketika pelanggan membaca pernyataan banknya, pernyataan tersebut akan menunjukkan kredit ke rekening deposito, dan debit untuk penarikan dana. Nasabah dengan keseimbangan positif akan melihat keseimbangan ini tercermin sebagai saldo kredit pada laporan bank. Jika nasabah terlalu banyak, dia akan memiliki saldo negatif, tercermin sebagai saldo debet pada laporan bank.

Deposito pialang

Salah satu sumber deposito bagi bank adalah broker yang menyimpan sejumlah besar uang atas nama investor melalui perusahaan kepercayaan. Uang ini umumnya akan masuk ke bank yang menawarkan persyaratan yang paling menguntungkan, seringkali lebih baik daripada yang ditawarkan oleh deposan lokal. Mungkin bagi bank untuk melakukan bisnis tanpa deposit lokal sama sekali, semua dana ditengahi deposito.

Menerima sejumlah besar deposito semacam itu, atau “uang panas” seperti yang kadang-kadang disebut, menempatkan sebuah bank dalam posisi yang sulit dan terkadang berisiko, karena dana tersebut harus dipinjamkan atau diinvestasikan dengan cara yang menghasilkan pengembalian yang cukup untuk membayar biaya tinggi. Bunga dibayarkan pada deposito yang ditengahi. Hal ini dapat menyebabkan keputusan berisiko dan bahkan pada akhirnya kegagalan bank.

Bank yang gagal selama 2008 dan 2009 di Amerika Serikat selama krisis keuangan global memiliki rata-rata deposito berjangka empat kali lebih banyak sebagai persentase dari simpanan mereka daripada rata-rata bank. Deposito semacam itu, dikombinasikan dengan investasi real estat yang berisiko, diperhitungkan dalam krisis simpan pinjam pada tahun 1980an.

Peraturan deposito yang ditengahi ditentang oleh bank dengan alasan bahwa praktik tersebut dapat menjadi sumber pendanaan eksternal untuk menanamkan masyarakat dengan deposito lokal yang tidak mencukupi. Ada berbagai jenis akun: tabungan, berulang dan giro.

Rekening kustodian

Rekening kustodian adalah rekening dimana aset dimiliki untuk pihak ketiga. Misalnya, bisnis yang menerima hak asuh dana untuk klien sebelum konversi mereka, pengembalian atau mutasi mungkin memiliki rekening kustodian di bank untuk tujuan ini.

Globalisasi di industri perbankan

Di zaman modern telah terjadi pengurangan besar terhadap hambatan persaingan global di industri perbankan. Peningkatan teknologi telekomunikasi dan keuangan lainnya, seperti Bloomberg, telah memungkinkan bank untuk memperluas jangkauan mereka di seluruh dunia, karena mereka tidak lagi harus berada di dekat nasabah untuk mengelola keuangan dan risiko mereka.

Pertumbuhan kegiatan lintas batas juga telah meningkatkan permintaan bank yang dapat memberikan berbagai layanan lintas batas ke berbagai negara. Namun, terlepas dari pengurangan hambatan dan pertumbuhan dalam kegiatan lintas-batas ini, industri perbankan sama sekali tidak terglobalisasi seperti beberapa industri lainnya.

Di Amerika Serikat, misalnya, sangat sedikit bank yang bahkan khawatir tentang Undang-Undang Riegle-Neal, yang mempromosikan perbankan antar negara yang lebih efisien. Di sebagian besar negara di seluruh dunia, pangsa pasar untuk bank-bank milik asing saat ini kurang dari sepersepuluh dari seluruh saham pasar untuk bank-bank di negara tertentu.

Salah satu alasan industri perbankan belum sepenuhnya terglobalisasi adalah lebih mudah memiliki bank lokal memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan perorangan. Di sisi lain, untuk perusahaan besar, tidak begitu penting di negara mana bank berada, karena informasi keuangan perusahaan tersedia di seluruh dunia.

Nah, itulah penjelasan mengenai bank. Gimana? Semoga setelah membaca artikel diatas kamu jadi lebih mengerti tentang apa itu bank dan semoga artikel diatas bisa menambah wawasan dan bermanfaat ya. Selamat membaca.

Sering Main Biliar? Yuk, Ketahui Olahraga Ini Lebih Dalam Lagi

posted in: info | 0

Kamu pasti suka bermain biliar. Namun, tahukah kamu sejarahnya olahraga ini? Nah, pada kesempatan kali saya akan memberitahukan tentang biliar lebih dalam lagi agar kamu paham tentangnya. Langsung saja liat dibawah ini.

Pengertian

Biliar adalah sebuah cabang olahraga yang masuk dalam kategori cabang olahraga konsentrasi, sehingga sangat dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta harus ditunjang oleh kemampuan fisik yang prima agar mampu berprestasi lebih tinggi dan stabil.

Cabang olahraga ini dimainkan di atas meja dan dengan peralatan bantu khusus serta peraturan tersendiri. Permainan ini terbagi dari beberapa Jenis, antara lain jenis Carom, English Billiard dan Pool. Dapat dimainkan secara perorangan maupun tim.

Sebagai contoh, jenis Carom dimainkan di meja yang tidak memiliki lubang sama sekali. Ini berbeda dengan jenis English Billiard dan Pool yang dimainkan di meja yang memiliki lubang sebanyak 6 buah. Meski sama-sama memilki 6 buah lubang, ukuran atau luas meja antara English Billiar dan Pool pun berbeda, lebih luas meja jenis English Billiard.

Sampai saat ini, tahun 2008, yang sangat berkembang di Indonesia adalah jenis Pool yang itu pun masih terbagi dalam Nomor bola 15, bola 8 dan bola 9. Dahulu di Indonesia, biliar identik dengan olahraga yang selalu dimainkan oleh para lelaki saja. Namun saat ini banyak wanita yang mulai menggemari olahraga biliar. Adalah Bapak Putera Astaman, mantan Ketua Umum PB. POBSI, yang berhasil menaikan Citra Olahraga Biliar, di Indonesia dari Sekedar Olahraga Rekreasi menjadi Olahraga Prestasi.

Biliar, jenis Pool telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia. Contohnya, pada World Pool Championship (kejuaraan dunia biliar jenis pool untuk nomor bola 9) tahun 2006 kemarin, pemain seperti Ricky Yang, M. Zulfikri berhasil masuk ke jajaran 32 besar pemain dunia. Roy Apancho berhasil masuk ke jajaran pemain 64 besar dunia. Apsi Chaniago berhasil masuk ke jajaran pemain 128 besar dunia.

Pada pesta olahraga antar bangsa SEA Games XXIV, 2007 yang lalu, terjadi kejutan peningkatan prestasi secara luar biasa pula pada cabang olahraga Biliar jenis Pool, dengan mampunya diraih Medali Emas nomor bola 8, Wanita Perorangan sekaligus Medali Perak nomor bola 9, Wanita Perorangan oleh seorang Atlet Muda Usia yakni Angeline Magdalena Ticoalu serta Medali Emas nomor bola 9, Pria Perorangan oleh Ricky Yang.

Sejarah

Mengenai asal-usul olah raga permainan biliar belum secara jelas diketahui, beberapa sumber menyebut bahwa permainan ini berasal dari Prancis, Italia, Spanyol, atau Cina.

Namun banyak pula sumber yang menerangkan bahwa asal-usul permainan ini adalah permainan yang biasa dimainkan di taman seperti halnya croquet ( kriket ) yang populer dimainkan di Eropa Timur dan Prancis pada abad ke-15, yang pada akhirnya permainan tersebut dipindahkan ke dalam ruangan dengan meja yang diberi taplak berwarna hijau menyerupai rumput dengan diberi pembatas kecil ditambahkan pada pinggiran meja. Bola-bolanya didorong dengan kayu panjang yang disebut “mace”.

Kata biliar diperkirakan berasal dari kata “billart” yang berarti tongkat kayu atau “bille” yang berarti bola. Pada awalnya, permainan ini dimainkan dengan dua bola pada meja yang berkantong enam dan gawang seperti dalam permainan Croquet ( kriket ) dengan menggunakan tongkat lurus sebagai sasaran pantul. Memasuki abad ke-18, gawang dan tongkat sasaran pun tidak lagi digunakan, hanya tinggal bola – bola dan kantong-kantongnya saja.

Sejak awal tahun 1800-an, permainan ini banyak dimainkan oleh kaum bangsawa, oleh karena itu permainan ini pernah populer dengan nama Noble Game of Billiards. Namun banyak juga bukti -bukti yang menunjukan bahwa permainan tersebut telah dimainkan oleh orang-orang dari berbagai tingkat sosial. Pada tahun 1600an, permainan ini sudah cukup dikenal. Shakespeare pun menyebutkan permainan ini dalam karyanya “Antony and Cleopatra” yang pada waktu itu disebut old egyptian sport.

Di Inggsris, Permainan Biliar populer pada tahun 1675. Dan tahun itu pula diterbitkan buku peraturan biliar. Selanjutnya biliar dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud, seorang tahanan politik pemerintah ketika terjadi revolusi perancis. Saking cintanya dengan biliar, dia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir.

Mingaud pula yang menemukan “tip”, yaitu tambahan kulit di ujung cue. Dengan tip pukulan jadi lebih akurat dan mudah melakukan kontrol cue ball. Tip temuanya lama-kelamaan mengeras dan mengurangi efektifitas pukulan sehingga perlu diganti secara berkala. Akhirnya mingaud meninggalkan penjara dan keliling perancis melakukan eksibisi biliar.

Jack Carr, seorang pelatih biliard inggris berjasa menemukan tehnik pukulan off-center, yaitu memukul cue ball dititik off-center guna mendapatkan efek spin. Sekarang pukulan off-center ini dikenal dengan istilah English. Di inggris pukulan seperti ini disebut side. Dia pula yang menemukan ide untuk mengoleskan kapur pada permukaan tip untuk meningkatkan akurasi pukulan. Sepanjang tahun 1820 jack carr berkeliling eropa, melakukan pelatihan biliar sambil menjual magical twisting chalk temuannya.

Sejarah Biliar Di Amerika

Biliar yang kita mainkan tidak diciptakan begitu saja ataupun secara kebetulan. Biliar atau yang disebut juga bilyar juga mempunyai sejarah unik yang patut untuk disimak. Berikut Sejarah Biliar di Amerika

Biliar yang telah dikenal baik di eropa sejak abad 15, ternyata tidak mudah dibawa ke amerika. Selain jarak yang jauh, ongkos angkut tentu juga sangat mahal. Baru di awal abad 19 amerika mulai membuat meja biliar. Pada tahun 1808 saja, di New York City ternyata hanya ada 8 buah meja biliar dan hingga 16 tahun kemudian, tahun 1824, di seluruh amerika hanya ada 24 buah meja biliar. Baru di sekitar tahun 1840 biliar menjadi sangat populer.

Michael Phelan, pemilik New York Billiard Parlor, sejak tahun 1850 gencar melakukan kampanye dan menyelenggarakan kompetisi hingga biliar menjadi olahraga bergengsi saat itu. Dia juga menerbitkan buku Billiards Without Masters yang laku keras. Sampai dengan tahun 1875 buku tersebut telah dicetak ulang hingga 10 kali.

Sebagai pembuat meja biliar, Phelan lah yang berinisiatif menambahkan titik-titik penanda disekeliling meja (diamond) untuk memudahkan pemain memukul bola, terutama pukulan bank shots. Di pertandingan tidak resmi American Billiard championship tahun 1858 Phelan menjadi juara dengan mengalahkan Ralph Benjamin dari Philadelphia dan berhak atas hadiah uang tunai US$.1,000.

Sementara itu pada turnamen resmi American Billiard championship yang diadakan tahun yang sama, Dudley Kavanagh memenangkan turnamen ini dan mengantongi hadiah US$2,000. Turnamen diikuti oleh 8 pebiliar dengan biaya pendaftaran US$250 per peserta. Di final kejuaraan yang sama tahun berikutnya yang digelar pada 10 April 1859, kembali Kavanagh menang dan berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Michael Foley.

Dua hari berikutnya, di Detroit Billiard Academy terjadi pertarungan besar antara Phelan melawan John Seereiter berhadiah US$5,000. Karena masing-masing menambahkan taruhan US$5,000, maka total hadiah menjadi sebesar US$.15.000.

Pertandingan ini dipublikasikan secara besar-besaran oleh media sehingga penonton mbludag dan banyak yang tidak kebagian tempat menyaksikan pertandingan biliar terbesar ini. Phelan menang dan oleh kalangan media dijuluki The billiard championship of the United States.

Meskipun Phelan dan Kavanagh tidak pernah bertemu di sebuah pertandingan, namun keduanya gencar memanfaatkan gelar juaranya untuk mempromosikan biliar, sekaligus promosi peralatan biliar bikinan mereka.

Ketika Phelan pensiun dari berbagai pertandingan di tahun 1863, Kavanagh masih terus memenangkan berbagai pertandingan hingga memperoleh gelar kehormatan sebagai juara biliar sejati Di tahun 1865 Phelan membentuk The American Billiard Players Association.

Tak ketinggalan, di tahun 1866 Kavanagh membentuk organisasi serupa, The National American Billiards Association. Persaingan kedua juara dan organisasinya ini berakhir ketika Phelan meniggal di tahun 1871.

Sejarah Biliar Di Indonesia

Sejarah perkembangan olahraga biliar di Indonesia pertama kali muncul dari kalangan masyarakat lapisan bawah. Masyarakat tersebut sebagian besar merupakan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan (pengganguran bahkan pekerja kasar) dan lokasi tempat bermainnya identik dengan tempat-tempat kumuh, sehingga pandangan negatif melekat pada olahraga itu.

Hal ini sangat berbeda dengan asal perjalanan biliar yang ditemukan abad ke 15 di Eropa Utara yang mengalami kemajuan pesat, sehingga menjadi kegiatan olahraga yang dilakukan oleh semua kalangan baik raja, presiden, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya.

Pada waktu Negara-negara Eropa melakukan penjajahan di daratan Asia, mereka (penjajah) membawa “kebiasaannya” tersebut yaitu bermain biliar ke lingkungan tempat mereka menjajah, diantaranya Indonesia, Philipina dan Negara Asia lainnya. Hal tersebut justru membuat olahraga biliar sangat popular di Asia sekarang ini dibandingkan di Negara-negara Eropa, bahkan para pemain-pemain professional biliar justru didominasi oleh orang-orang Asia.

Hal ini terlihat dari munculnya pemain –pemain Asia yang sering menjuarai pertandingan biliar bergengsi. Seperti Efren Reyes, Fransisco Bustamante (Philipina), Cho Fong Pang (Taiwan). Bahkan yang lebih hebat lagi, pada tahun 2005 juara dunia biliar bola 9 dan bola 8 yaitu Wu Chia Ching, bocah berumur 16 tahun dari Taiwan. Serta masih sangat banyak lagi pemain-pemain Asia yang menjadi juara dunia atau menjadi pemain professional.

Istilah-istilah Dalam Biliar

Berikut ini adalah daftar istilah biliar yang digunakan dalam cabang olahraga biliar atau pool dan snooker.

  • Above

Dalam snooker adalah posisi cue ball di atas object ball.

  • Back cut

Sebuah cut shot dimana bila sebuah garis ditarik dari cue ball ke rail secara siku-siku, object ball berada di luar garis itu.

  • Carom

Carom mulai digunakan pada tahun 1860-an dan merupakan singkatan dari carambola, yaitu bola merah yang digunakan dalam banyak permainan biliar.

  • The “D”

Sebuah setengah lingkaran dengan jari-jari 11-1/2″, ditarik di belakang baulk line, berpusat di tengah garis itu, dan menyerupai bentuk huruf “D”.

  • Extension

Alat mekanis untuk mencapai cue ball, biasanya ditambahkan di ujung butt. Extension digunakan dalam pool, namun lebih sering dalam snooker karena ukuran meja yang lebih besar.

  • Follow shot

Tembakan di mana cue ball dikenai di atas equator dengan topspin yang menyebabkan bola itu masih maju setelah menyentuh object ball.

  • Game ball

Bola yang diperlukan untuk memenangkan sebuah rack. Dalam snooker disebut frame ball.

  • Half-century

Dalam snooker, sebuah break dengan angka 50–99 (100 angka atau lebih disebut century).

  • Inning

Giliran seorang pemain, biasanya diakhiri dengan kegagalan memasukkan bola, sebuah foul, sebuah safety, atau kemenangan.

  • Jack up

Menaikkan ujung belakang cue dalam sebuah shot.

  • Kill shot

Tembakan yang dimaksudkan untuk “membunuh” kecepatan cue ball sebanyak mungkin setelah menyentuh object ball.

  • Leave

Posisi cue ball setelah sebuah tembakan.

  • Mechanical bridge

Sebuah batang khusus yang membantu mengarahkan cue stick. Biasanya hanya digunakan bila tembakan tidak dapat dicapai dengan hand bridge.

  • Natural

Dalam pocket biliar, tembakan mudah yang tidak memerlukan english atau topspin.

  • On the hill

Pemain yang hanya perlu memenangkan satu pertandingan lagi untuk menang.

  • Package

Permainan berturut-turut yang dimenangkan tanpa memberi kesempatan lawan bermain.

  • Rat in

Memasukkan bola dengan keberuntungan.

  • Sandbag

Bermain dengan menyembunyikan kemampuan sendiri, misalnya menggunakan lemonade stroke, secara sengaja kalah. Digunakan dalam hustling.

  • Tangent line

Garis khayal tegak lurus dari impact line antara cue ball dan object ball. Cue ball akan bergerak menurut garis ini setelah menyentuh object ball bila tidak diberi vertical spin.

  • Undercut

Menembak cue ball dengan cut angle terlalu kecil.

  • Wired

Bila dua bola hampir frozen dan terletak di dekat sebuah lubang sehingga bila salah satu disentuh maka bola kedua akan masuk tanpa kesulitan.

  • Yellow pocket

Dalam snooker, pocket yang paling dekat dengan yellow spot.

Peraturan Biliar

Peraturan Umum

Setiap pertandingan menggunakan sistem best of three. Untuk semifinal dan final menggunakan sistem best of five.
Menggunakan sistem break bergantian tiap pemain, untuk penentuan break pertama akan ditentukan lewat pengundian.
Ketika akan menembak, minimal satu kaki dari pemain harus tetap menyentuh lantai. Apabila tidak, dianggap foul.

  • Pada saat melakukan break, minimal harus ada 4 bola yang menyentuh ban (cushion), jika tidak, maka foul.
  • Setiap pemain tidak diperkenankan melakukan intimidasi terhadap pemain lawan.
  • Dilarang merokok saat permainan berlangsung.
  • Pemain yang tidak sedang dalam giliran memukul diharuskan duduk di tempat yang disediakan agar tidak mengganggu pemain yang sedang mendapat giliran memukul.
  • Jika pemain terlambat datang dengan toleransi keterlambatan 10 menit, maka pemain tersebut dinyatakan WO (walk over).
  • Jump shot diperbolehkan sesuai teknik yang benar (tidak boleh mencungkil dari bawah).

Peraturan 9-BALL

  • Bola yang digunakan bola yang digunakan adalah bola biliar yang bernomor 1 s.d 9 ditambah bola berwarna putih yang digunakan sebagai cue ball.
  • Susunan bola pada saat break bola bernomor 1 s.d 9 disusun berbentuk wajik (diamond). Posisi bola bernomor 1 di bagian atas wajik, sedangkan bola bernomor 9 diletakkan di tengah-tengah susunan bola. Dan bola lainnya ditempatkan secara acak.
  • Tujuan permainan pemain diharuskan untuk memasukkan bola secara berturut-turut dari angka 1 s.d 9.
  • Memasukkan bola dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memukul bola bernomor paling kecil yang ada di atas meja, atau dengan mengkombinasikan bola sasaran dengan bola lain yang sekiranya dapat masuk ke dalam kantung meja.
  • Pelanggaran pemain dinyatakan melakukan pelanggaran apabila:
  1. Bola yang dipukul bukan merupakan bola paling kecil yang ada di meja.
  2. Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permainan.
  3. Bola putih masuk ke dalam lubang.
  4. Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
  5. Bola putih tidak menyentuh bola sasaran saat dipukul.
  6. Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion).
  7. Menaruh/meninggalkan stik di atas meja .
  8. Bila cue stick menyentuh cue ball lebih dari sekali dalam satu kesempatan memukul.
  9. Memukul bola ketika bola lain masih ada yang bergerak.

Ketentuan setelah pelanggaran

  1. Pemain berikutnya memiliki kesempatan untuk meletakkan bola putih dimana saja di dalam meja permainan (free ball).
  2. Apabila bola bernomor keluar dari meja, maupun masuk kedalam lubang karena pelanggaran, maka bola tersebut tidak dikembalikan ke atas meja pada foot spot.
  3. Bola bernomor 9 dikembalikan ke atas meja pada titik foot spot apabila keluar dari meja, maupun masuk ke dalam lubang karena pelanggaran. Apabila ada bola lain yang berada pada titik foot spot, maka bola bernomor 9 ditempatkan pada Long String terdekat dengan foot spot.
  • Push Out dapat dilakukan pemain setelah break (pemain yang melakukan break jika ada bola yang masuk maupun pemain lainnya jika tidak ada bola yang masuk saat break) dan bola putih terhalang oleh bola lain sehingga bola sasaran tidak terlihat (tidak bisa dipukul secara biasa), maka dapat melakukan Push Out.

Ketentuan Push Out

  1. Push Out hanya dilakukan 1 kali dalam permainan, yaitu setelah lawan melakukan Break.
  2. Sebelum melakukan Push Out, pemain harus memberitahukannya kepada lawan maupun wasit. Apabila pemain tidak memberitahukan kepada lawan maupun wasit, maka pukulan yang dilakukan dianggap pelanggaran.
  3. Dalam melakukan Push Out, pemain bebas memukul bola putih kearah mana saja, dan tidak dianggap foul.
  4. Setelah Push Out dilakukan, pemain lawan dapat memilih untuk menerima dan melakukan pukulan atau menyerahkan kembali ke pada pemain yang melakukan push out untuk memukul selanjutnya.
  • Pelanggaran 3x berturut-turut jika seseorang pemain melakukan pelanggaran 3x berturut-turut dalam satu game, maka dinyatakan kalah pada game tersebut. Wasit harus memberikan peringatan kepada pemain yang telah melakukan pelanggaran 2x berturut (jika lupa maka lawan berhak mengingatkan wasit).

Pemenang Pemain dinyatakan menang, apabila:

  1. Memasukkan bola bernomor 9 ke dalam lubang meja secara sah.
  2. Pemain lawan melakukan pelanggaran 3 kali berturut-turut.
  • Setelah cue ball menyentuh object ball, salah satu bola harus ada yang menyentuh cushion.

Peraturan 8-BALL

  • Bola biliar dibagi 2 yaitu bola solid (1-7) dan bola stripes (9-15). Bola 8 adalah bola yang terakhir dimasukkan.
  • Setelah break dilakukan oleh salah satu pemain, jika ada bola yang masuk maka tim yang melakukan break boleh menembak bola lagi. Jika tidak, maka tim lawan yang menembak. Bola yang masuk saat break tidak dihitung (pemain harus memilih bola mana yang akan dimasukkan).
  • Pemain yang menembak setelah break, bisa memilih bola solid/stripes, dengan cara memasukkan bola solid/stripes. Misalnya, jika dia memasukkan bola 1 maka untuk selanjutnya dia harus memasukkan bola 2-7. Jika dia memasukan bola 10, maka selanjutnya dia harus memasukkan bola 9-15. Apabila bola stripe dan solid masuk bersamaan, maka pemain masih bebas memilih bola mana yang akan dimasukkan.
  • Apabila bola-8 masuk / keluar meja pada saat break, pemain dapat memilih antara mengulang kembali break (bola ditata ulang), atau menaruh bola 8 pada foot spot dan melanjutkan permainan.

Pelanggaran (foul):

  1. Bola yang dipukul bukan merupakan bola miliknya.
  2. Memukul bola 8 padahal bolanya belum habis.
  3. Saat bola sasaran dipukul, tidak ada bola yang menyentuh ban (cushion).
  4. Bola putih masuk lubang.
  5. Bola putih atau bola berwarna melompat dan keluar dari meja permainan.
  6. Bagian tubuh maupun pakaian pemain menyentuh bola yang ada didalam meja permainan.
  7. Bila cue stick menyentuh cue ball lebih dari sekali dalam satu kesempatan memukul.
  8. Memukul bola ketika bola lain masih ada yang bergerak.
  • Setelah terjadi pelanggaran, maka tim lawan berhak mendapatkan Free ball.
  • Apabila pemain secara tidak sengaja memasukkan bola yang bukan miliknya (bola lawan), maka pada saat itu juga ganti giliran. (posisi bola putih tidak berubah).
  • Pemain yang secara tidak sengaja memasukkan bola 8 sebelum bola-bolanya habis dianggap kalah.
  • Setelah memasukkan seluruh bola, maka bola 8 harus dimasukkan ke salah satu dari 6 lubang yang ada. Pemain yang akan menembak bola 8, harus memilih salah satu lubang. Jika bola 8 masuk ke lubang yang salah maka pemain itu dianggap kalah.

Sebuah pemain dinyatakan menang apabila :

  1. Memasukkan bola 8 pada lubang yang ditunjuknya setelah seluruh bolanya habis.
  2. Pemain lawan memasukkan bola 8 padahal bolanya belum habis.
  3. Pemain lawan memasukkan bola 8 ke lubang yang salah.
  4. Pemain lawan melakukan foul pada saat memasukkan bola 8 (contoh : ketika menembak bola 8,masuk, tapi bola putih juga masuk lubang, maka tim lawannya dinyatakan menang).
  5. Pemain lawan menembak dan mengakibatkan keluarnya bola 8 dari meja.
  • Setelah cue ball menyentuh object ball, salah satu bola harus ada yang menyentuh cushion.
  • Apabila pemain yang sedang memukul memasukan bola dan bola lawan juga masuk , maka pemain tersebut mendapat giliran memukul lagi.

Teknik Dasar Bermain Biliar

Dalam permainan bola biliar ada beberapa jenis pukulan dasar yaitu;

Stop Shoot, Stop Stroke atau Stop ball

Stop Shoot merupakan jenis pukulan termudah dalam permainan biliar. Titik pukul stik dilakukan tepat di tengah-tengah bola putih (Cue Ball). Efek yang dilakukan adalah, bola akan berhenti di tempat, jika dipukul sejajar dengan bola sasaran, atau minimal bergerak seminimal mungkin setelah membentur bola sasaran. Jika pukulan tidak dilakukan secara sejajar, laju bola tidak akan berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat.

Situasi Stop Shoot yang sempurna bisa terjadi apabila bola putih, bola sasaran dan lubang yang dituju berada pada suatu garis lurus.

Draw Shoot (nge-track)

Teknik ini dilakukan dengan cara memukul bola putih sedikit di bawah titik tengah, secara polos dipukul pada titik jam 6. Efek dari pukulan ini adalah bola akan berjalan mundur setelah terkena bola sasaran. Ini terjadi jika bola sasaran dipukul secara sejajar. Sedangkan jika tidak sejajar, sudut pantul bola akan lebih lebar.

Pukulan ini relatif sulit bagi pemula, namun biasanya setelah mencoba dan mempraktekkan tehnik yang benar maka pukulan ini tidaklah begitu sulit. Mungkin biasanya kesulitan akan timbul bila melakukan pukulan draw shot dalam jarak yang sangat jauh.

Follow Shoot atau Follow Stroke

Follow Shoot adalah sebuah pukulan yang tujuannya untuk membuat cueball bergerak maju setelah mengenai bola sasaran. Teknik bola ini dilakukan dengan cara memukul bola putih sedikit di atas garis tengah. Efek yang terjadi adalah apabila bola sasaran dipukul secara sejajar, bola putih akan berjalan maju. Sedangkan jika tidak sejajar, bola putih akan memiliki sudut pantul yang lebih sempit, serta memiliki laju yang lebih cepat.

Pemula biasanya suka dengan pukulan ini, bahkan seringkali melakukannya tanpa sadar ketika bermain karena jenis pukulan ini bisa dipraktekkan oleh siapa saja, bahkan untuk para pemain yang baru pertama kali bermain sekalipun.

Spin Shoot atau Spin Stroke

Pukulan dalam teknik bermain biliar ini dilakukan dengan cara memukul bola sedikit di kiri atau kanan titik tengah bola putih. Efek yang ditimbulkan dari jenis pukulan ini adalah, laju bola akan bergerak ke arah yang tidak terduga setelah terkena bola sasaran atau pun memantul ke tepi meja.

English

English adalah istilah untuk memukul bola dengan menggunakan efek. Pukulan ini memungkinkan bola bergerak tidak sesuai dengan rutenya. Jika menggunakan English maka hukum sudut datang sama dengan sudut pantul bisa saja tidak berlaku lagi, karena dengan english, lajur bola putih dimanipulasi sedemikian rupa oleh player untuk mendapatkan posisi yang baik untuk pukulan selanjutnya.

Jumpshot

Jumpshot adalah tehnik untuk membuat bola putih melompat untuk menghindari bola yang menghalangi jalur cueball dengan bola sasaran. Dilakukan dengan cue (stick) khusus dengan cara menekan bola putih dari atas sehingga bola menekan laken dan mengakibatkan bola bereaksi bergerak keatas.

Pukulan yang biasanya jarang dilakukan kecuali sangat terpaksa atau ada peluang untuk memaksa bola sasaran masuk dengan menggunakan jumpshot.

Masse

Membuat bola putih bergerak melengkung. Biasanya digunakan ketika bola sasaran terhalangi oleh bola lain. Sisanya adalah variasi dari pukulan-pukulan diatas. Sebuah bola jika dipukul pada titik yang sama namun dengan cara pukul yang berbeda maka akan menghasilkan jenis pukulan yang berbeda pula.

Berikut Teknik Bermain Olahraga Biliar:

1. Perhatikan Posisi Tangan

Cara ini digunakan bagi anda yang menggunakan tangan kanan :

  • Kondisi tangan kanan lemas tapi upayakan menggenggam handlle area stick biliar dengan posisi nyaman.
  • Posisi tangan menyiku menahan dan menggenggam stick biliar
  • Posisi kepalan harus lurus dengan pangkal lengan
  • Lengan tangan jangan sampai turun atau goyang pada saat mendorong bola
  • Ayunan tangan jangan terlalu panjang dan menegang pada saat mendorong bola.Lakukan dengan rileks.

Cara ini digunakan bagi anda yang kidal/tangan kiri :

  • Posisi tangan kiri jangan terlalu jauh dengan bola putih
  • Posisi telapak tangan menapak sempurna ke meja dan punggung tangan menegang
  • Tahan stick jangan sampai goyang atau melesat dari tumpuan tangan
  • Jangan terburu melepaskan stick dari tangan setelah mendorong bola.

2. Perhatikan Posisi Kaki

  • Posisi kaki meregang kira-kira sebahu
  • Pusatkan berat badan ke pinggul bagian kiri
  • Posisi punggung kaki menghadap kedepan lurus
  • Kedua kaki membentuk kuda-kuda depan

3. Perhatikan Posisi Badan

  • Posisi punggung badan tegak lurus
  • Posisi badan menyesuaikan dengan kedataran stick
  • Posisi dagu dekat sejajar dengan stick
  • Posisi badan saat mendorong bola tidak boleh bergerak kecuali tangan kanan yang mengayub stick biliar
  • Setelah mendorong bola posisi badan tetap diam sebentar

4. Perhatikan Posisi Stick

  • Upayakan posisi stick datar sejajar dengan meja biliar
  • Upayakan arah stick biliar selalu stabil saat mendorong bola
  • Hentikan ayunan stick biliar setengah jengkal dari jarak bola putih setelah pukulan dilakukan
  • Upayakan stick tetap lurus sesuai dengan titik sasaran bola putih pada sat mendorong bola
  • Setelah melalukan pukulan ,stick biliar wajib dihentikan diposisi akhir jangan langsung anda tarik seketika

5. Perhatikan Posisi Lengan dan Stick Biliar

  • Upayakan mengayun lengan agar posisi stick lurus dan stabil pada saat bergerak maju mundur
  • Lakukan ayunan lengan secara berirama sampai sekiranya stick biliar terasa pas dan tepat pada sasaran.
  • Upayakan lakukan ayunan dengan tempo lambat dengan penuh konsentrasi
  • Jarak ayunan jangan terlalu jauh dari bola putih
  • Ayunkan stick biliar minimal 3 kali
  • Hentikan ayunan sebentar dideket bola putih setelah mengayun untuk mengukur atau mencari posisi tembak yang sempurna.
  • Saat mendorong bola jangan terlalu kencang dan lakukan dengan penuh keyakinan
  • Batasi ayunan hanya sampai posisi tangan kanan siku-siku 90 derajat

6. Perhatikan Saat Melakukan Pukulan atau Dorongan

  • Upayakan saat mengayun stick berhenti sejenak didekat bola,lalu tarik mundur stick sedikit kemudian dorong kedepan sampai mengenai cue ball
  • Upayakan tidak ada hentakan atau kejutan pada saat mendorong bola
  • Posisi stick harus tepat tidak boleh meleset dari cue ball
  • Gunakan daya sentuhan yang baik ketika ujung stick bertemu dengan cue ball
  • Lakukan dorongan pada bola dengan penuh konsentrasi dan keyakinan.

Nah, itulah penjelasan tentang pengertian dan sejarah biliar. Nah, jika kamu ingin menjadi pebiliar profesional, kamu bisa ikuti dengan cara mengikuti teknik yang diatas. Semoga setelah membaca artikel diatas dapat menambah wawasan kita ya. Selamat membaca.

Jadi Ingin Berpelukan, Inilah 10 Manfaat Luar Biasa Dari Memeluk

posted in: umum | 0

Saat ini sulit untuk menemukan waktu untuk bersantai di dunia yang sibuk. Bahkan banyak mengorbankan waktu mereka agar bisa lebih lama berjam-jam. Tapi keintiman dengan orang lain adalah salah satu elemen penting untuk membuat manusia lebih bahagia.

Memeluk adalah salah satu cara termudah untuk merasakan keakraban yang kita butuhkan dengan orang yang kita cintai. Seiring dengan banyaknya manfaatnya, pasti ada sesuatu yang tidak bisa dikorbankan. Memeluk bukan hanya untuk wanita, pria juga perlu berpelukan sebanyak memeluk wanita.

Ada banyak manfaat mengejutkan dari pelukan, ini bagus untuk tubuh dan jiwa Anda, baca terus terus artikel ini dan Anda pasti ingin memeluk seseorang sekarang juga!

1. Mengeluarkan Hormon Baik

Oksitosin adalah hormon yang melakukan segala sesuatu dari membuat Anda merasa baik untuk membantu Anda merasa terhubung dengan orang lain. Oksitosin sangat penting dalam tindakan memeluk, seperti yang akan Anda lihat dari manfaatnya yang muncul dalam daftar di bawah ini.

2. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Pelepasan oksitosin, hormon rasa baik ini membuat Anda merasa tidak ada yang bisa menyakiti Anda, ini merupakan keuntungan yang menakjubkan. Ini juga meningkatkan hormon yang membantu melawan infeksi. Pada dasarnya, Anda meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena Anda merasa terlalu sehat dan susah untuk sakit. Kekuatan berpikir positif dan perasaan dicintai dengan aman, benar-benar bekerja!

3. Meringankan Rasa Sakit

Sama seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, memeluk dan melepaskan oksitosin akan menurunkan tingkat rasa sakit Anda. Ini seperti setiap kali leher Anda sakit, Anda menggosoknya. Bahkan sentuhan sederhana seperti pelepasan cukup oksitosin membuat Anda merasa lebih baik, jadi bayangkan efek yang dipeluknya kontak tubuh penuh dengan manusia lain.

4. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung

Pelatih manajemen stres dan terapis holistik Catherine A. Connors mengatakan, berpelukan meningkatkan kadar oksitosin, yang merupakan hormon “ikatan” reaksi kimia ini dapat membantu mengurangi tekanan darah, yang pada gilirannya mengurangi risiko penyakit jantung. Hatimu lebih bahagia dan tidak bekerja sekuat tenaga untuk mengatasi efek stres dan penyakit, Anda akan sehat lebih lama.

5. Mengurangi Kecemasan Sosial

Oksitosin mengilhami pemikiran positif. Ini membantu Anda memiliki pandangan optimis terhadap dunia. Yang berarti ketika Anda mendapatkan pelukan yang tepat saat Anda tiba di pesta dimana Anda hanya mengenal satu orang, Anda akan merasa lebih bahagia dan lebih sosial. Anda akan merasa seperti bisa menarik perhatian semua orang di pesta tersebut. Dan dengan oksitosin mengalir melalui sistem, Anda akan melakukannya!

6. Mempererat Hubungan

Komunikasi penting dalam hubungan, namun orang sering lupa betapa efektif dan bermakna sentuhannya. Bila karier Anda sangat menegangkan, Anda pulang ke rumah dan tidak bisa berhenti memikirkan pekerjaan itu, Anda akan berfikir negatif terhadap hubungan Anda. Sebagai gantinya, bayangkan pulang ke rumah dan berpelukan dengan pasangan Anda bahkan sepuluh menit sehari.

Istirahat singkat dari stres dalam kehidupan sehari-hari ini tidak hanya akan memberi Anda semua manfaat lain yang tercantum di sini, tapi juga akan memperdalam hubungan Anda. Anda akan meluangkan waktu untuk fokus hanya pada pasangan Anda dan apa yang Anda rasakan untuk mereka.

7. Menuntun ke Keintiman lebih lanjut

Bahkan sentuhan non erotis pun bisa melepaskan dopamin, yaitu hormon yang meningkatkan gairah seksual. Mendapatkan pelukan atau pijat manis dari pasangan Anda setelah hari yang panjang dapat menyebabkan lebih banyak, yang merupakan kemenangan bagi Anda berdua! Aktivitas seksual yang teratur akan memperkuat hubungan Anda juga. Selain itu, seks adalah pereda stres yang baik, dan cara mudah untuk melakukan aktivitas fisik.

8. Memperkuat Ikatan Ibu dan Anak

Oksitosin berhubungan dengan persalinan dan menyusui. Bahan kimia ini tidak hanya mengilhami perasaan baik di antara pasangan. Ini juga bekerja untuk wanita dan bayinya. Oksitosin membantu menenangkan ibu, sehingga menyusui bisa terjadi lebih mudah.

9. Membantu Anda Tidur Lebih Baik

Apakah Anda menyendok sepanjang malam atau hanya berpelukan dengan pasangan Anda selama 10 menit sebelum tidur memicu tubuh melepaskan oksitosin yang membantu Anda mengikat pasangan Anda dan menghilangkan stres. Bila Anda tidak begitu cemas dan lebih rileks, kemungkinan Anda akan tertidur lebih cepat dan tidur lebih nyenyak.

10. Mengurangi Stres

Oksitosin adalah hormon alami yang menakjubkan yang memiliki begitu banyak manfaat bagi tubuh manusia. Wajar saja semua efek positif ini akan melepaskan stres juga.

Anda merasa lebih terhubung dengan pasangan Anda, Anda merasa percaya diri dalam situasi sosial, sistem kekebalan tubuh Anda lebih kuat, tidak ada yang bisa membuat Anda stres. Anda memiliki kehidupan yang penuh dengan mencintai berpelukan.

Memeluk Berguna Untuk Semua Orang

Berpelukan tidak harus berada di antara Anda dan pasangan romantis Anda. Ia bahkan tidak harus bersama orang lain, Anda bisa menggosok bahu Anda sendiri! Anda juga bisa memeluk teman atau bermain dengan hewan peliharaan Anda.

Jika Anda tidak ingin menjadi sosial atau tidak memiliki teman berbulu, jangan pernah takut! Anda bisa mandi air hangat atau dipijat. Merasa hangat dan terhubung dengan semacam sentuhan cukup untuk melepaskan oksitosin ke dalam sistem Anda dan membuat Anda merasa baik.

Tanpa disadari begitu banyak manfaat dari memeluk. Nah, setelah kamu membaca artikel diatas ini, mungkin sekarang Anda ingin memeluk pasangan Anda, atau teman dekat Anda ataupun hewan peliharaan Anda. Semoga saat bepelukan Anda bisa merasakan semua manfaatnya. Selamat mencoba.

1 2 3 4 5 6 7 19