Benarkah Puisi “Identik” Dengan Patah Hati? Yuk, Pahami Seni Tertulis Ini Lebih Dalam

posted in: info | 0

Kali ini saya akan membahas tentang puisi dan benarkah puisi identik dengan orang yang sedang patah hati? Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, saya akan membahas terlebih dahulu dengan lengkap tentang puisi.

Sejarah Puisi

Puisi adalah karya tulis yang sangat indah yang pernah ada. Siapapun orangnya, akan merasa takjub dan kagum saat melihat isi atau makna dari puisi yang terkandung. Dalam bentuk seni ini, seorang penyair menggunakan bahasa dalam bentuk irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik untuk menambah kualitas estetis pada makna semantis. Kembali kepertanyaan yang tadi, Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan.

Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Jadi wajar saja bila banya orang yang tiba-tiba suka membaca puisi dan biasanya orang yang suka tiba-tiba membaca puisi adalah orang yang sedang patah hati.

Suatu karya seni tertulis yang baik memiliki makna yang mendalam, makna diungkapkan dengan memadatkan segala unsur bahasa.

Bahasa pada puisi tidak sama dengan bahasa yang kita pakai sehari–hari, Puisi menggunakan bahasa yang ringkas namun penuh makna dan kata–kata yang digunakan mengandung banyak pengertian.

Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, luasnya pengetahuan pembaca sangat penting, pembaca harus membaca puisi dengan seksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut.

Di dalam puisi juga berisi suatu ungkapan perasaan dan pikiran dari penyair yang menggunakan imajinasinya. Kemudian ia berkonsentrasi untuk menyusun puisi dengan kekuatan bahasa, baik secara fisik maupun batin.

Secara umum, puisi terdiri dari 6 unsur, yaitu, tema, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berarti penciptaan.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja. Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannya. Seni tertulis ini juga kadang-kadang hanya berisi satu suku kata yang terus diulang-ulang. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi.

Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga beranekaragam, salah satunya adalah sarkasme, yaitu sindiran langsung dengan kasar. Di beberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun.

Tradisi Barat

Puisi yang tertua adalah Epos Gilgames, dari milenium ke-3 SM di Sumeria (di Mesopotamia, sekarang Irak), yang ditulis dalam naskah tulisan kuno berbentuk baji pada tablet yang terbuat dari tanah liat dan kemudian, papirus. puisi epik kuno lainnya termasuk Yunani epos Illiad dan Odyssey, Old Iran buku-buku yang Gathic dan Yasna Avesta, epik nasional Romawi, Virgil Aeneid, dan India epos Ramayana dan Mahabharata.

Upaya para pemikir kuno untuk menentukan apa yang membuat puisi sebagai bentuk khas dan apa yang membedakan puisi yang baik dari buruk, mengakibatkan pembelajaran tentang estetika puisi.

Beberapa masyarakat kuno, seperti China melalui Shi Jing, salah satu dari Lima Klasik Konfusianisme, dikembangkan kanon dari karya-karya puitis yang ritual serta pentingnya estetika.

Baru-baru ini, para pemikir telah berjuang untuk menemukan definisi yang bisa mencakup perbedaan formal sama besarnya dengan yang antara Chaucer Canterbury Tales dan Matsuo Oku Bashō itu tidak Hosomichi, serta perbedaan dalam konteks agama Tanakh mencakup puisi, puisi cinta, dan rap.

Terdapat konteks penting untuk puisi dan pengembangan genre dan bentuk puitis. Puisi yang mencatat peristiwa bersejarah dalam epos, seperti Gilgames atau Firdausi’s Shahnameh, akan selalu menjadi panjang dan narasi, sementara puisi yang digunakan untuk keperluan liturgi (lagu pujian, mazmur, suras, dan hadis-hadis) cenderung memiliki inspirasi nada, sedangkan elegi dan tragedi yang dimaksudkan untuk menimbulkan tanggapan emosional yang dalam.

Konteks lain termasuk nyanyian Gregorian, formal atau diplomatik pidato, retorika politik dan makian, cahaya hati pembibitan dan omong kosong sajak, dan bahkan teks-teks kedokteran.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Sebuah puisi biasanya mengutamakan akan bunyi, bentuk serta makna yang terkandung untuk disampaikan. Keindahan pada puisi menjadi kualitas estetika yang begitu indah. Ada beberapa pengertian puisi menurut para ahli. Dari beberapa ahli tentang puisi, mereka mempunyai banyak sekali pendapat mengenai pengertian puisi. Namun beberapa pengertian yang mereka simpulkan tersebut sebenarnya hampir sama saja. Berikut beberapa pengertian seni tertulis ini menurut para ahli.

  • Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut Carley adalah ungkapan pikiran yang bersifat musikal.
  • Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut Herman adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
  • Sumardi: Pengertian puisi menurut Sumardi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias(imajinatif).
  • James Reevas: Pengertian puisi menurut Reevas bahwa arti puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
  • Pradopo: Pengertian puisi menurut Pradopo adalah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.
  • Herbert Spencer: Pengertian puisi menurutnya adalah bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Puisi

Istilah membaca puisi diambil dari bahasa Inggris, yaitu Poetry Reading. Hakekat membaca seni tertulis adalah seni menyatakan kembali ciptaan pengarang dengan keseluruhan jiwa disertai intonasi, ekspresi, irama dan interpretasi yang baik. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi.

  1. Ketepan ekspresi/mimik, ekspresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi. Dan mimik adalah gerak wajah.
  2. Kinesik, yaitu gerak anggota tubuh.
  3. Kejelasan artikulasi, artikulasi adalah ketepatan dalam melafalkan kata-kata.
  4. Timbre, yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya.
  5. Dinamik, artinya keras lembutnya dan tinggi rendahnya suara.
  6. Intonasi, yaitu lagu suara. Dalam sebuah puisi, ada tiga jenis intonasi.
  7. Tekanan dinamik, yaitu tekanan pada kata- kata yang dianggap penting.
  8. Tekanan nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan sebagainya. Suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa dan sebagainya.
  9. Tekanan tempo, yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

Unsur-unsur Puisi

Puisi adalah bentuk pengucapan bahasa yang mengungkapkan pengalaman intelektual penyair yang bersifat imajinatif dan emosional. Definisi tersebut mengacu pada dua aspek, yaitu bentuk atau medium puisi serta isi puisi. Bentuk disebut sebagai struktur fisik puisi sedangkan isi disebut sebagai instruktur batin puisi.

Struktur fisik merupakan media mengungkap struktur batin puisi. Unsur-unsur tersebut tidaklah berdiri sendiri tetapi merupakan kesatuan yang saling berhubungan. Unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi.

1. Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi terdiri dari perwajahan puisi atau tipografi, diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, dan rima atau irama.

  • Perwajahan Puisi Atau Tipografi

Adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, dari tepi kanan hingga kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi, jadi intinya perwajahan puisi adalah suatu bentuk kata dan pengaturan baris kata yang ada pada puisi.

  • Diksi

Adalah kata-kata yang telah dipilih oleh seorang penyair untuk dimasukkan kedalam puisinya. Hal itu disebabkan karena puisi itu suatu karya sastra yang mengungkapkan banyak hal namun menggunakan sedikit kata. Maka dari itu pemilihan kata dalam sebuah puisi sangatlah penting dan juga harus cermat. Sebab kata-kata yang dimasukkan kedalam sebuah puisi haruslah mengandung makna yang kemudian diserasikan dengan nada, irama dan urutan kata.

  • Imaji

Adalah kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji sendiri terbagi menjadi 3 bagian, 3 bagian tersebut yaitu imaji suara, imaji penglihatan, dan imaji raba atau sentuhan. Dengan menggunakan imaji bisa membuat si pembaca seolah-olah mendengar, melihat serta merasakan apa yang telah dialami si penyair.

  • Kata Konkret

Adalah kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang yang bisa menunjukkan suatu keadaan, benda maupun rupa dn lainnya.

  • Gaya Bahasa

Adalah penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Di dalam puisi gaya bahasa biasa disebut dengan majas.

  • Rima atau Irama

Adalah suatu persamaan yang ada pada bunyi sebuah puisi yang berada pada awal, tengah maupun akhir puisi. Sehingga bisa menimbulkan efek irama yang menonjol pada puisi. Sehingga pendengar puisi bisa terbawa akan apayang disampaikan pada puisi tersebut.

Rima mencakup, Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya, dan pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

2. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi terdiri dari tema, rasa, nada dan amanat.

  • Tema

Tema pada struktur puisi ini adalah kandungan makna yang akan disampaikan dari dalam puisi yang disampaikan tersebut kepada pendengar. Baik itu pada kata, nada, baris maupun makna pada keseluruhan puisi.

  • Rasa

Adalah sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan menyangkut rasa erat dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan.

Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

  • Nada

Adalah sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Nada pada struktur puisi adalah nada yang digunakan pada saat menyampaikan puisi tersebut haruslah saling berkaitan.

  • Amanat

Adalah suatu pesan yang disampaikan penyair dalam puisinya. Pesan-pesan tersebut dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi. Amanat ini dirumuskan sendiri oleh pembaca dan amanat itu akan selaras dengan tema puisi tersebut.

Jenis-jenis Puisi

Menurut Zamannya, puisi dibedakan menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru.

1. Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.

Ciri-ciri Puisi Lama

  • Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  • Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  • Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  • Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
  • Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
  • Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

Jenis Puisi Lama

  • Mantra, merupakan sebuah ucapan-ucapan yang masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
  • Pantun, merupakan salah satu puisi lama yang mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada awal pantun disebut sampiran, 2 baris berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  • Karmina, merupakan salah satu jenis pantun yang kilat seperti pantun tetapi sangat pendek.
  • Seloka, adalah pantun yang berkait.
  • Gurindam, adalah puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi nasihat.
  • Syair, merupakan puisi yang bersumber dari negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat atau sebuah cerita.
  • Talibun, adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun 10 baris.

2. Puisi Baru

Puisi baru adalah puisi yang memang tidak memiliki ikatan akan aturan. Sehingga bentuk pada puisi baru ini lebih bebas dari jumlah baris, rima, maupun suku kata.

Ciri-ciri Puisi Baru

  • Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya.
  • Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  • Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
  • Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  • Biasanya berisikan tentang kehidupan.
  • Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
  • Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  • Memiliki rima akhir yang teratur.
  • Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar), 4-5 suku kata.

Jenis Puisi Baru

Adapun jenis-jenis dari puisi baru, yaitu sebagai berikut.

  • Menurut Isinya

Puisi baru menurut isinya dibagi menjadi 7,antara lain sebagai berikut.

  1. Balada, merupakan puisi tentang cerita. Balada terdiri dari tiga bait dan masing-masing dengan delapan larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selanjutnya.
  2. Himne, merupakan puisi yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan. Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.
  3. Ode, adalah puisi sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi, bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu peristiwa umum.
  4. Epigram, adalah puisi yang memiliki isi berupa tuntunan atau ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran, didaktik berarti nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, dan ikhtibar yang artinya ada teladan.
  5. Romansa, adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan penyair tentang cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis
  6. Romantique, yang berarti keindahan perasaan, yaitu persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.
  7. Elegi, adalah puisi yang berisi tentang luapan perasaan seperti ratap tangis atau kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian atau kepergian seseorang.
  8. Satire, adalah puisi yang berisi tentang sindiran atau suatu kritikan. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran seperti kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena, tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb).
  • Menurut Bentuknya

Jika menurut bentuknya, puisi baru dibagi menjadi 8 jenis, antara lain sebagai beritkut.

  1. Distikon, adalah suatu puisi yang tiap baitnya terdiri dari dua baris (puisi dua seuntai).
  2. Terzina, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari tiga baris (puisi tiga seuntai).
  3. Kuatrain, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari empat baris (puisi empat seuntai).
  4. Kuint, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari lima baris (puisi lima seuntai).
  5. Sektet, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari enam baris (puisi enam seuntai).
  6. Septime, adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari tujuh baris (puisi tujuh seuntai).
  7. Oktaf atau Stanza, merupakan puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari delapan baris (double kutrain atau dapat disebut juga dengan puisi delapan seuntai).
  8. Soneta, merupakan salah satu jenis puisi yang terdiri dari empat belas baris yang terbagi menjadi dua, duat bait pertama masing-masing terdiri dari empat baris dan dua bait kedua masing-masing 3 baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara.Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

Puisi Kontemporer

Puisi Kontemporer adalah puisi yang sudah tidak menggunakan kaidah penulisan puisi pada umumnya, puisi kontemporer sudah jauh lebih bebas dari segala aturan seperti yang ada pada puisi lama dan bahkan puisi baru. Puisi kontemporer biasanya mengutamakan isi daripada bentuknya. Misalnya, rima, irama dan yang lainnya, tidak lagi terlalu diperhatikan dalam penyusunan puisi kontemporer.

Puisi kontemporer adalah bentuk puisi kekinian. Puisi tidak lagi dipandang sebagai karya sastra yang terikat oleh bentuk dan rima, tetapi sebuah puisi diciptakan untuk menyampaikan gagasan. Chairil Anwar dipandang sebagai pelopor revolusi bentuk puisi. Baginya bentuk puisi itu tidak penting. Yang penting adalah ujud pengucapan bantin.

Puisi Kontemporer lebih mengutamakan unsur fisiknya karena lebih mementingkan tipografi dengan gambar atau bentuk grafisnya (Waluyo, 1995: 5-22). Sutardji Calzum Bachri dianggap sebagai pembaharu dunia puisi Indonesia dan termasuk pelopor puisi Kontemporer. Sutardji mementingkan bentuk fisik (bunyi). Ulangan kata, frasa dan bunyi menjadi kekuatan puisinya.

Meskipun puisi kontemporer telah bebas dari segala aturan seperti yang mengikat pada puisi lama dan bahkan puisi baru, tetapi ia tetap berbentuk puisi yang memiliki perbedaan dengan karya sastra yang lain. Karya sastra puisi tetap menggunakan bahasa yang singkat dan padat. Pemilihan kata atau diksi dalam puisi juga harus sangat selektif dan ketat.

Kehadiran kata-kata dan ungkapan dalam puisi harus diperhitungkan dari berbagai segi, seperti makna, kekuatan citraan, dan jangkauan simboliknya. Puisi kontemporer bisa dibedakan menjadi beberapa ragam, antara lain sebagai berikut.

  • Puisi Mantra, puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer.
  • Puisi Mbeling, kata “mbeling” berasal dari bahasa Jawa yang berarti nakal atau sulit diatur. Arti kata mbeling ini ternyata sesuai dengan ciri khas puisi ini. Ketentuan-ketentuan umum dalam puisi tidak berlaku dalam puisi mbeling. Puisi mbeling tidak mengikuti aturan.
  • Puisi Konkret, puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
  • Puisi Tanpa Kata, sesuai dengan namanya, puisi ini tidak menggunakan kata untuk mengungkapkan ekspresinya. Sebagai gantinya digunakan titik, garis, huruf atau simbol tertentu.
  • Puisi Mini Kata, puisi ini merupakan jenis puisi kontemporer yang minim sekali menggunakan kata, akan tetapi dilengkapi simbol lain berupa huruf, garis, atau tanda baca.
  • Puisi Multi Lingual, puisi multi lingual menggunakan kata atau kalimat dalam berbagai bahasa, baik bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Puisi Supra Kata, puisi yang menggunakan kata-kata konvensional dan susunannya “dijungkirbalikkan” sehingga menciptakan kosakata baru yang belum ditemui sebelumnya. Aspek bunyi dan ritme merupakan hal yang paling ditonjolkan. Puisi ini lebih mirip dengan puisi mantra karena digunakan untuk merangsang timbulnya suasana magis.
  • Puisi Idiom Baru, menggunakan idiom baru di dalamnya. Kata yang digunakan dalam puisi ini diungkapkan dengan cara baru sehingga mengandung nyawa baru. Idiom yang digunakan dalam puisi ini adalah idiom yang jarang digunakan.

Nah, dari penjelasan diatas kita bisa melihat kenapa banyak sekali orang menyukai puisi ketika orang tersebut patah hati atau lagi bersedih, sebab seni tertulis ini dibuat untuk merangsang emosi si penulis kepada si pembaca. Itulah mengapa puisi “identek” dengan orang yang sedang patah hati. Semoga setelah kamu membaca artikel diatas, kamu tidak lagi menjadi si pembaca, melainkan si penulis yang menulis semua kesedihannya yang dibentuk dalam sebuah seni tertulis atau puisi.

Ohiya, saya akan membagikan satu puisi yang menurut saya puisi terbaik bahkan banyak kata-kata pada karya tertulis itu banyak digunakan di dalam undangan pernikahan. Nah, puisi tersebut berjudul “Aku Ingin” ciptaan dari bapak Sapardi Djoko Damono. Berikut isi puisinya.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Menurut saya pribadi, makna dari puisi tersebut begitu dalam, itulah mengapa puisi menjadi alasan untuk orang yang sedang patah hati. KarEna puisi ditulis dengan emosi dan makna yang sangat indah.

Kaus Kaki Terkuat Di Dunia Ini Bisa Digunakan Untuk Mendaki

posted in: info | 0

Siapa yang tidak kenal dengan benda yang satu ini. Benar, kali ini saya akan membahas sedikit tentang kaus kaki terkuat di dunia. Wow, terkuat? Berikut penjelasannya.

Kaus kaki adalah garmen yang dirajut untuk menutupi kaki manusia. Kaus kaki dirancang untuk beberapa kegunaan seperti mengurangi gesekan antara kaki dan alas kaki, membuat kaki tetap hangat, menyerap keringat, dan lain-lain. Kaus kaki biasanya terbuat dari katun, wol, polipropilen, atau terkadang dari nilon.

Warna kaus kaki beraneka ragam, walaupun umumnya berwarna gelap untuk pakaian resmi dan warna putih untuk olahraga atau acara santai. Kaus kaki berwarna dapat pula menjadi bagian dari seragam tim olahraga dan berguna untuk membedakan antara dua tim yang berbeda. Warna yang bervariasi dari kaus kaki dapat membuat orang-orang tertarik untuk memakainya.

Sejak zaman batu pada abad ke-8 sebelum masehi, bangsa yunani telah menggunakan bulu/rambut binatang untuk menghangatkan kaki mereka yang sekarang disebut sebagai kaus kaki. Setelah itu, bangsa Romawi juga menggunakan kaus kaki yang dibuat dari campuran kulit dan bulu binatang.

Sejak saat itu penggunaan kaus kaki di Eropa semakin populer, tapi karena sulitnya pembuatan kaus kaki, kaus kaki hanya digunakan oleh kalangan tertentu, penggunaan kaus kaki merupakan lambang kesucian (purity) pada saat itu, Bahkan pada abad ke-10 hanya orang kaya dan bangsawan yang menggunakan kaus kaki.

Sejarah kaus kaki modern dimulai pada tahun 1589, seorang pendeta asal Inggris bernama William Lee. Ia berhasil menemukan mesin rajut yang pertama, dia terus mengembangkan mesin rajut tersebut agar lebih modern dan dapat di terima di Bangsa lain. Berkat hasil kerja kerasnya, mesin rajut tersebut telah banyak dipakai serta digunakan di seluruh Benua Eropa.

Kaus kaki mulai berkembang selama berabad-abad hingga sekarang banyak bermunculan model, jenis, motif, corak dan warna. Bahan yang mereka gunakan pun bervariasi, mulai dari kapas, wol, nylon, akrilik, polyster, olefin atau Spanduk, namun, bahan yang umum dan sering dipakai seperti wol, nylon dan sutra. Sekarang kaus kaki tidak hanya berfungsi melindungi kaki dari udara dingin, namun bisa juga sebagai aksesoris untuk bergaya dalam berpenampilan, sehingga Anda pun terlihat lebih menarik.

Biasanya kita menggunakan kaus kaki hanya untuk pelengkap saat kita menggunakan sepatu atau alas kaki. Nah, kaus kaki yang akan dibahas di sini memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda, sama seperti kaus kaki umumnya, yaitu, untuk mencegah lecet pada kaki dan melindungi dari bakteri. Namun, kaus kaki yang satu ini sedikit berbeda. Kaus kaki ini ditujukan untuk mengganti sepatu lari terpercaya di gym. Ia pun disebut-sebut sebagai kaus kaki terkuat di dunia.

Pada awalnya, Pets membuatnya dalam upaya untuk membantu seorang teman yang kakinya terluka dan tidak bisa memakai sepatu. Dan karena terganggu dengan besarnya tempat yang dibutuhkan sepatu di dalam tasnya, Petr Prochazka menciptakan kaus kaki “terkuat” di dunia. Kaus kaki yang dinamai Skinners ini dapat melindungi kaki dari serpihan beling.

Setelah jadi satu buah prototipe pertama, dia memutuskan untuk melepas kariernya di bidang hukum dan menyewa sebagian pabrik. Lalu selama 10 bulan berikutnya, dia membuat ratusan kaus kaki ini dan kini, Pets menjadi CEO Skinners Technologies sebuah perusahaan yang berbasis di Brno, Republik Ceko.

Kaus kaki ini terbuat dari lapisan ganda berbahan polimer anti-abrasi yang terdeleksi paten di bagian bawahnya. Sementara pada bagian atasnya menggunakan serat antibakteri. Dua gabungan ini digunakan untuk menjaga perekat atau jahitan agar tetap bersama.

Skinners tidak memakan banyak tempat dan bisa dilipat untuk dimasukkan ke kantong. Selain itu, barang yang satu ini juga tahan air. Jadi kita tidak perlu khawatir ketika melangkahi permukaan jalan yang basah. Karena sifatnya yang alami dan rata, kita bisa menggunakannya di tempat gym. Terutama saat mengangkat beban.

Menurut Dr. Stephen Pribut, dari Podiatric Sports Medicine, sepatu lari yang memiliki bantalan ekstra dapat mempengaruhi keseimbangan seseorang yang dapat berdampak negatif saat melakukan latihan berdiri. Nah, kaus kaki yang satu ini diklaim bisa menggantikan sepatu olahraga.

Selain bisa digunakan untuk ng-gym, kaus kaki ini juga bisa digunakan saat outdoor dan berjalan untuk jarak dekat.

“Di era sekarang, orang-orang aktif menggunakan berbagai jenis kaus kaki. Oleh karena itu, saya buatkan sebuah kaus kaki yang tidak hanya nyaman dan lembut, tapi juga kuat dan menyehatkan.”

Nah, jika kamu ingin memiliki kaus kaki ini, harganya sekitar 58 US Dollar (Rp775.924) dengan pilihan berbagai warna dan dijual ke seluruh dunia. Gimana? Apakah kamu tertarik untuk membelinya?

Wow, Inilah Reptil Terkecil Di Dunia Yang Berhasil Ditemukan Di Madagaskar

posted in: animal | 0

Halo guys, kali ini saya akan membahas tentang reptil terkecil di dunia yang telah berhasil di temukan, reptil ini mirip sekali dengan bunglon, Tahu bunglon? Ya, bunglon adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Kadal lain yang masih sesuku adalah cicak terbang (Draco spp.) dan soa-soa (Hydrosaurus spp).

Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Bronchocela, Calotes, Gonocephalus, Pseudocalotes dan lain-lain. Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.

Nah, reptil yang ditemukan di madagaskar ini memiliki kemampuan kamuflase yang lebih baik, karena ukuran tubuhnnya yang mini atau kecil. Jika bunglon pandai menyamar agar tidak terlihat oleh mata, maka spesies yang ini tidak perlu repot-repot menyamar, sebab mata telanjang pun akan sulit untuk melihat keberadaannya.

Ilmuwan asal Amerika Serikat (AS), Ted Townsend berhasil menemukan bunglon mini yang hanya berukuran 3 cm. Bunglon ini bahkan tidak lebih besar dari lalat yang merupakan mangsa bunglon yang berukuran normal.

Para Ilmuwan menamakan spesies reptil baru ini Brookesia Micra, yang mereka temukan di sebuah pulau kecil kepulauan Madagaskar, tak jauh dari pulau utama. Bunglon mini ini bahkan tercatat sebagai reptil terkecil di dunia. Para peneliti juga mengumumkan penemuan tiga spesies bunglon kecil tambahan.

Frank Glaw yang memimpin penelitian mengatakan tim sudah memiliki pengalaman menemukan kadal kecil di Madagaskar, “tapi itu juga keberuntungan.” Tim yang berkerja untuk mencari kadal kecil ini di bawah kegelapan, menggunakan lampu dan senter untuk mencari bunglon yang sedang tidur. Keempat spesies ini merupakan hewan yang aktif di siang hari dan pada malam hari naik ke cabang-cabang pohon untuk tidur .

“Ukuran mereka menunjukkan bahwa bunglon ini telah berevolusi di Madagaskar, dari ukuran kecil dan tidak begitu mencolok seperti nenek moyang mereka, tidak seperti bunglon yang berukuran lebih besar dan lebih berwarna seperti yang kita ketahui selama ini” terang Ted Townsend.

Tapi untuk makhluk kecil seperti itu, “memanjat sampai ke cabang-cabang” artinya hanya 4 inci (10 cm) dari tanah, kata Glaw kepada OurAmazingPlanet , sehingga menemukan mereka bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun setelah terlihat, kadal kecil ini tidak sulit untuk ditangkap, kata Glaw.

“Saat mereka sedang tidur Anda bisa menangkapnya dengan mudah. Ini seperti memilih stroberi, jadi sangat mudah,” kata Glaw. “Mereka tidak bergerak sama sekali di malam hari.” Tambahnya.

Tim ilmuwan menemukan reptil yang berukuran sangat kecil ini di wilayah utara Madagaskar selama ekspedisi antara 2003 dan 2007. Untuk tiga spesies yang mereka temukan, “kami segera mengidentifikasi mereka sebagai spesies baru,” kata Glaw, seorang herpetologis veteran dan kurator di Museum of Natural History di Munich. “Secara umum, bunglon kecil ini memang begitu kecil hingga benar-benar sulit untuk melihat perbedaan kecil dengan mata telanjang,” pungkasnya.

Para ilmuwan meyakini bahwa jenis reptil bunglon ini hanya ada di pulau kecil itu saja. Dan bisa saja mereka punah jika terjadi kerusakan pada habitat asli mereka di pulau tersebut. Dan para peneliti juga memperingatkan bahwa setidaknya dua spesies bunglon yang baru ditemukan sangat terancam karena kehilangan habitat dan deforestasi di Madagaskar.

Ditambahkan dia, spesies baru ini hanya bisa ditemukan di pulau kecil yang luasnya hanya beberapa mil persegi tersebut. Selain itu, diyakini bahwa bunglon mini ini sangat sensitif dengan adanya pengrusakan habitat mereka, sehingga harus benar-benar di jaga.

Glaw, yang telah pergi ke Madagaskar untuk pengembangan penelitian untuk species-species amfibi dan reptil selama kurun waktu seperempat abad, mengatakan bahwa B. micra dapat mewakili batas miniaturisasi mungkin untuk vertebrata dengan mata yang kompleks, namun ia mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti sejak setiap kali para ilmuwan telah menyatakan penemuan species yang terkecil sebelumnya, namun setelah itu, spesies terkecil lainnya pun ikut muncul.

“Masih tetap ada potensi untuk penemuan spesies yang lebih kecil,” kata Glaw. Kelompok peneliti lain baru-baru ini mengumumkan penemuan spesies katak terkecil di dunia yang ditemukan di Papua New Guinea. Para ilmuwan juga menyatakannya sebagai vertebrata terkecil di dunia, tetapi yang lain berpendapat bahwa ada spesies ikan yang berhasil dipancing sebagai vertebrata terkecil yang telah ditemukan sebelumnya.

Glaw pun merencanakan sebuah ekspedisi ke wilayah lainnya di Madagaskar pada bulan November, untuk menemukan spesies-spesies yang berukuran kecil.

Nah, Gimana? Manarik bukan artikel diatas. Jika iya, maka jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainnya ya guys.

Ngeri, Kutu Laut Menggigit Kaki Pria Ini Hingga Berdarah-darah

posted in: berita | 0

Halo guys, kali ini saya akan sedikit membahas tetang bahayanya kutu laut, baru-baru ini sebuah peristiwa menyeramkan terjadi di Melbourne, Australia. Sebelumnya kejadian seperti ini pernah terjadi di Indonesia, namun di Indonesia yang di serang makhluk laut ini adalah sebuah bangkai ikan. Para ahli menyebut bahwa hewan dengan panjang sekitar 1 sentimeter (cm) ini tidak agresif namun seorang remaja dari Australia tampaknya memiliki cerita berbeda.

Banyak orang menyebut makhluk kecil ini sebagai kutu laut. Namun, sebenarnya makhluk laut yang hampir tak kasat mata ini adalah hewan dalam famili lysianassid amphipod. Seorang ahli biologi kelautan, Dr Genefor Walker-Smith mengatakan, makhluk tersebut merupakan binatang kecil, termasuk dalam krustacea atau arthropoda dari kelompok besar seperti kepiting, lobster, udang, atau teritip.

Sam Kanizay (16) bercerita, ia bersama keluarganya sedang asyik bermain di Pantai Brighton. Niatnya, Sam Kanizay ingin mencuci kakinya yang penuh pasir usai bermain bola di pinggir pantai Victorian. Ketika keluar dari air, Sam mendapati kakinya berlumuran darah. Bahkan setelah ditutupi dengan kain, darahnya terus mengucur keluar.

“Luka itu seperti luka dari peperangan, seperti luka serangan granat. Kami membawanya ke kamar mandi tapi begitu dibilas luka itu kembali. Benar-benar tidak mengering sama sekali, terus berdarah dan berdarah,” ujar sang ayah, Jarrod Kanizay.

Awalnya Sam dibawa ke rumah sakit setempat namun dokter tidak bisa mengidentifikasi kondisinya. Setelah dokter membersihkan darah tersebut, terlihat lubang-lubang kecil di kedua kaki Sam, seperti digigiti sesuatu.

Setelah tidak menemukan jawaban memuaskan di dua rumah sakit, Jarrod pun kembali ke pantai untuk mencari petunjuk.

“Saya mendapatkan mahluk aneh ini dari tempat yang sama dengan menggunakan perangkap dan berdiri di dalam air sendiri. Kami mendapatkan ribuan hewan seperti kutu dan sudah kami kirim ke ahli,” kata Jarrod.

Diketahui, bahwa kaki Sam telah digigiti oleh beberapa hewan-hewan berukuran 1-2 cm. Menurut Profesor kelautan dari University of Melbourne, Michael Keough, hewan-hewan itu kemungkinan adalah kutu laut pemakan bangkai ikan yang mati. Dan ahli biologi laut Dr Genefor Walker-Smith yang melihat sampel, berbicara dengan media setempat bahwa hewan yang menyerang Sam kemungkinan adalah lyssianasid amphipod atau kutu laut.

“Ada kemungkinan Sam kebetulan mengganggu sekelompok kutu laut yang sedang makan. Tapi hewan ini secara umum tidak bersifat menunggu untuk menyerang seperti piranha,” kata Dr Genefor menyebut bahwa ini kasus langka.

Terus, kenapa pada saat ayah Sam mencelupkan daging merah ke sana dan terbukti kutu air menggerogoti daging tersebut? Genefor menjelaskan, kutu laut memang suka sama daging merah. Dia sendiri pernah merasakan saat kedua kakinya berdarah-darah saat dia berjalan di pasir sedalam 20 meter. Saat dia menyadari kedua kakinya terluka karena hewan amphipod itu, dia cuma menyapu kedua kakinya dengan tangan.

Nah, ternyata, binatang kecil ini kerjanya mencari makanan dari ikan-ikan mati atau burung laut. Meskipun akibat hewan ini Sam yang malang harus masuk rumah sakit dan menjalani perawatan khusus, namun Genefor mengatakan “kamu tetap aman kok, bermain di laut”.

Soalnya, hewan yang kini disebut-sebut sebagai kutu laut ini biasanya memang menggigit, tapi nggak bahaya sama sekali. Menurut Genefor, “kamu mungkin bisa merasakan gigitan mereka, tapi kamu cuma akan mengusir mereka sama seperti saat dihinggapi lalat atau digigit nyamuk”. Tambahnya

Lantas, kenapa kaki Sam bisa terluka sangat parah, ya? Menurutnya lagi, Sam pada saat itu hanya berdiri di pantai dengan kaki terendam air laut. Kondisi air yang dingin membuat kaki Sam kebas atau mati rasa. Otomatis, kaki Sam nggak bergerak dalam waktu cukup lama. Sampai akhirnya, Sam yang ‘mematung’ dengan kaki terendam memberikan waktu yang cukup banyak buat para kutu laut untuk menggerogotinya.

Dia juga menambahkan, hewan-hewan seperti ini nggak berbahaya. Justru manusia sangat terbantu dengan adanya mereka, karena kalau nggak ada amphipod, laut bakalan penuh dengan bangkai burung atau bangkai ikan yang busuk. Jadi, kutu laut sebenarnya punya peran penting dalam ekosistem laut. Sam sendiri masih dalam proses penyembuhan luka yang dialaminya.

Gimana? Ngeri bukan? Jadi berhati-hatilah saat kamu sedang bermain dipantai, karna hewan ini sangat kecil dan mungkin kita kurang memperhatikannya, namun dampak dari gigitan hewan ini begitu mengerikan. Semoga setelah kamu membaca artikle ini, kamu bisa lebih waspada terhadapat kutu laut.

Tahukah Kamu, Manusia Telah Mengenal Media Sosial Sejak Ratusan Tahun Lalu

posted in: teknologi | 0

Saat ini, media sosial telah menjadi tren yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat dunia. Tradisi berbagi dan bertukar informasi melalui teknologi tersalurkan melalui berbagai bentuk sarana seperti majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial.

Pesatnya perkembangan media sosial dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Yaitu, media yang menjadi sarana untuk mengaktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.

Kalau kita berpikir bahwa media sosial seperti Facebook adalah hasil dari kecanggihan internet di zaman modern saat ini, maka kita salah besar. Karena ternyata manusia sudah mengenal media sosial sejak ratusan tahun lalu tepatnya pada abad ke-16.

Pada abad tersebut ada sebuah buku yang populer di kalangan Mahasiswa dan kaum remaja bangsawan di Belanda dan Jerman yang disebut “Alba Amicorum” dalam bahasa latin yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “buku teman”.

Pada masa itu, ada kecenderungan di kalangan mahasiswa yang lulus untuk memiliki Alkitab pribadi dan ditandatangani oleh teman sekelas serta pengajar. Lambat laun isi buku jadi semakin berkembang mulai dari tulisan pengalaman pribadi, puisi, gambar, curhatan, opini untuk kemudian saling ditukarkan satu sama lain. Perusahaan publikasi saat itu menanggapi tren ini sehingga menambahkan halaman kosong pada Alkitab.

Sifat dari Alba Amicorum mirip dengan media sosial yang ada sekarang ini seperti wadah untuk bersosialisasi, berbagi pengalaman pribadi, menanggapi pengalaman teman, sarana referensi dan koneksi, hingga gambar atau lukisan tangan dari si pemilik maupun orang lain.

Bahkan buku yang digunakan oleh para wanita dijadikan sebagai sarana bertukar gosip, bersenda gurau, hingga kode tentang pria idaman. Hingga akhir abad ke-18, kemasan Alba Amicorum pada umumnya terbuat dari lembaran kertas yang sampulnya terbuat dari kulit sapi muda dan terkadang ada juga yang berlapis emas.

Berikut beberapa fakta tentang buku Alba Amicorum. Yuk, simak ulasannya dibawah ini.

Bermula Dari Universitas

Sama seperti Facebook, buku teman Alba Amicorum juga dimulai dari universitas. Pada abad ke-16, bangsawan muda Belanda, Jerman dan Perancis bepergian dalam rangka tur pendidikan keliling Eropa untuk mendapat pelajaran dari berbagai tempat. Untuk merekam perjalanan mereka, tiap anak muda itu mempunyai satu buku. Buku tersebut kemudian dipakai untuk mencatat pengalaman dan juga kesan pesan dari orang-orang yang mereka temui. Mulai dari akademisi, filsuf, ilmuwan, seniman dan pastinya sesama murid.

Wadah Remaja Untuk Bersosialisasi

Sophie Reinders, peneliti asal Belanda, belum lama ini mendalami tentang bagaimana buku teman zaman dahulu itu berkembang dan berfungsi sebagai media sosial di zaman modern. Menurut Sophie, Alba Amicorum digunakan untuk membangun dan memperkuat hubungan pribadi kaum remaja bangsawan di Eropa Utara pada awal 1560.

Buku Teman Wanita Lebih Mirip Facebook

Wanita pada zaman itu tidak terlalu dibebaskan untuk berkeliling dunia. Walau demikian, mereka tetap mempunyai Alba dengan fungsi yang sedikit berbeda. Alba yang digunakan para bangsawan wanita mirip Facebook seperti membangun dan memperkuat persahabatan, bertukar gosip, bersenda gurau, dan juga kode tentang pria idaman.

Buku Teman Pria Lebih Mirip LinkedIn

Alba Amicorum di masa itu digunakan para bangsawan muda pria untuk memberi gambaran profesional dirinya. Sehingga, buku itu akan jadi referensi tentang pengalaman pentingnya di dunia pendidikan maupun kerja. Dan juga untuk menambah koneksi dengan orang-orang lain. Mirip seperti LinkedIn, media sosial yang digunakan sebagai referensi dan koneksi.

‘Share’ Pengalaman Pribadi

Isi buku teman umumnya seputar pengalaman pribadi bisa berupa puisi, musik, atau mungkin pendapat tentang hal tertentu. Dan ini hampir mirip seperti facebook di zaman sekarang.

‘Comment’ Pegalaman Pribadi

Selain itu buku teman juga diminta komentar yang telah dibuat pemilik buku itu diibaratkan akun media sosial di zaman sekarang. Perbedaan hanya pada saat itu pemilik buku meminta temanya untuk memberikan komentarnya.

Siapa Yang Membuat Gambar Indah Di Buku Teman?

Kalau kita lihat beberapa gambar yang direkam untuk penelitian Sophie, tampak kalau buku teman berisikan gambar-gambar indah. Siapa yang membuat gambar tersebut? Apakah sang pemilik buku? Ternyata yang membuat gambar indah tersebut adalah para seniman ternama abad tersebut. Tidak heran kalau hanya para bangsawan saja yang mempunyai Alba Amicorum.

Baru-baru ini, peneliti telah melakukan studi untuk melihat nilai sejarah dari buku-buku Alba Amicorum dalam menilai data biografi si pemilik, mengetahui lebih jauh latar belakang budaya di mana mereka menulis. Buku-buku Alba Amicorum Ludwig van Beethoven adalah salah satu yang paling terkenal. Alba Amicorum menjadi bukti bahwa manusia telah mengenal media sosial sejak ratusan tahun lalu.

Nah, itulah awal dimana manusia sudah mengenal media sosial bahkan sejak ratusan tahun yang lalu, dan Alba Amicorum menjadi buktinya.

1 2 3 4 5 6 7 8 18