Apa Itu Virus Smartphone? Ketahui Jawabannya Disini

posted in: teknologi | 0

Smartphone kamu pernah terkena virus? Jika iya, pasti kamu sudah menghapusnya atau membersihkannya menggunakan anti virus ataupun dengan mereboot smartphone kamu. Namun, pernahkah kamu berpikir apa sih sebenarnya virus itu? Nah, pada kasempatan kali ini saya akan membahas tentang virus. Langsung saja lihat dibawah ini.

Pengertian

Virus ponsel adalah sejenis virus komputer yang menyebabkan aplikasi ataupun fitur ponsel tidak dapat digunakan semestinya. Kecanggihan ponsel hampir mendekati teknologi komputer. Ponsel juga telah menggunakan sistem operasi terbuka sehingga aplikasi buatan pihak ketiga bisa melengkapi kecanggihan dari fungsi standar pabrikan.

Sistem operasi terbuka inilah yang akhirnya menjadi celah bagi masuknya program jahat seperti virus, worm, dan juga Trojan horse. Biasanya virus disamarkan dalam bentuk yang menarik seperti game ataupun gambar. Supaya lebih menarik lagi, permainan ataupun gambar tersebut diselipkan kata-kata yang vulgar.

Virus yang dapat menyerang ponsel dan PDA pertama kali ditemukan pada tahun 2004 sekitar bulan Juli. Ahli selular menemukan software yang mampu untuk berpindah dan juga memperbanyak diri. Dengan perantara Bluetooth. Virus ini dinamakan cabir. Setelah itu mulai bermunculan virus lainnya seperti Commwarrior-A yang menyusup pada game The Mosquitos. Lalu muncul lagi virus ponsel yang dapat mengirim MMS otomatis ke nomor yang ada dalam inbox.

Sejarah

Malware ponsel awalnya ditunjukkan oleh insinyur perangkat lunak Brazil Marcos Velasco. Dia menciptakan virus yang bisa digunakan oleh siapapun untuk mendidik publik tentang ancaman tersebut.

Virus mobile pertama yang diketahui, “Timofonica”, berasal dari Spanyol dan diidentifikasi oleh laboratorium antivirus di Rusia dan Finlandia pada bulan Juni 2000. “Timofonica” mengirim pesan SMS ke telepon seluler GSM yang berbunyi (dalam bahasa Spanyol) “Informasi untuk Anda: Telefónica adalah membodohi Anda Pesan-pesan ini dikirim melalui gerbang SMS Internet operator seluler MoviStar.

Pada bulan Juni 2004, ditemukan bahwa sebuah perusahaan bernama Ojam telah merancang sebuah virus Trojan anti-pembajakan di versi game ponselnya yang lebih tua, Nyamuk. Virus ini mengirimkan pesan teks SMS ke perusahaan tanpa sepengetahuan pengguna. Meskipun malware ini telah dihapus dari versi permainan yang lebih baru, namun versi ini masih ada dalam versi yang lebih tua dan tidak berlisensi, namun hal ini masih dapat didistribusikan di jaringan file-sharing dan situs download software gratis.

Pada bulan Juli 2004, penggemar komputer merilis sebuah bukti virus mobile Cabir, yang mereplikasi dan menyebar sendiri di jaringan nirkabel Bluetooth dan menginfeksi ponsel yang menjalankan OS Symbian.

Pada bulan Maret 2005, dilaporkan bahwa worm komputer bernama Commwarrior-A telah menginfeksi ponsel seri Symbian 60. Cacing spesifik ini mereplikasi dirinya melalui Multimedia Messaging Service (MMS) telepon, mengirimkan salinan dirinya ke pemilik telepon lain yang tercantum di buku alamat pengguna telepon. Meskipun worm ini tidak dianggap berbahaya, para ahli sepakat bahwa ini menandai era baru serangan elektronik terhadap ponsel.

Pada bulan Agustus 2010, Kaspersky Lab melaporkan trojan yang ditunjuk sebagai Trojan-SMS.AndroidOS.FakePlayer.a. Ini adalah program berbahaya pertama yang diklasifikasikan sebagai SMS Trojan yang mempengaruhi ponsel cerdas yang berjalan pada sistem operasi Google Android dan yang telah menginfeksi sejumlah perangkat seluler, mengirim pesan SMS ke nomor premium tanpa sepengetahuan pemilik atau persetujuan, dan mengumpulkan tagihan besar.

Saat ini, berbagai perusahaan perangkat lunak antivirus seperti Trend Micro, AVG, avast !, Comodo, Lab Kaspersky, PSafe, dan Softwin bekerja untuk menyesuaikan program mereka dengan sistem operasi mobile yang paling berisiko. Sementara itu, pengembang sistem operasi mencoba mengekang penyebaran infeksi dengan pemeriksaan kontrol kualitas pada perangkat lunak dan konten yang ditawarkan melalui platform distribusi aplikasi digital mereka, seperti Google Play atau Apple’s App Store. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa program antivirus seluler tidak efektif karena evolusi malware mobile yang cepat.

Jenis-jenis Virus yang Dapat Merusak Smartphone

Worm

Worm atau cacing adalah virus yang bertempat tinggal pada memori ponsel yang aktif dan bisa menduplikasi dengan sendirinya. Worm menyebar ke ponsel lain melalui email, chatting, LAN dan Bluetooth.

Contoh Virus jenis worm ini adalah Cabir. Cabir menyebar melalui koneksi Bluetooth dan masuk ke dalam ponsel melalui inbox. Saat kita mengklik file sis tersebut dan menginstallnya, Cabir mulai mencari mangsa baru ponsel dengan akses Bluetooth terbuka untuk menginfeksinya. Nama lain dari Cabir adalah SymbOS/Cabir.A, atau bisa juga dinamai Cabir.A,Worm atau bisa juga disebut virus Caribe.

Cabir akan mengaktifkan Bluetooth secara periodik sekitar 15-20 menit sekali. Tidak ada kerusakan file yang terjadi apabila ponsel kita terkena virus ini maka baterai akan cepat habis untuk mencari perangkat Bluetooth lainnya. Untuk mencegahnya yang dapat kita lakukan adalah matikan fitur Bluetooth pada ponsel kita dan kita hanya mengaktifkan kalau dibutuhan saja.

Selain Cabir salah satu jenis virus worm lainnya adalah Commwarrior yang menyebar melalui MMS dan koneksi Bluetooth. Setiap tanggal 14, ponsel akan me Reset dengan sendirinya. Nama lain dari Commwarrior antara lain adalah SymbOS/commwarrior.a. Commwarrior menyebar dengan cara mengirim file yang menarik ke ponsel kita. Salah satu cara untuk mencegahnya adalah dengan tidak menggunakan Bluetooth secara sembarangan dan jangan menerima file yang tidak diketahui asal-usulnya

Trojan Horse

Trojan Horse adalah suatu program jahat yang berpura-pura ramah. Trojan dapat merusak program pada ponsel. Trojan tidak dapat menduplikasi dirinya seperti worm.

Salah satu jenis dari Trojan adalah Skulls dengan nama lengkap SymbOS.skulls. Nama lain dari virus ini adalah SKULLS.A. Skulls akan mengganti sistem di dalam ponsel dan menyebabkan ikon menu utama berubah menjadi gambar tengkorak. Tidak hanya gambar yang diubah, Skulls juga akan melumpuhkan aplikasi yang ikonnya tadi diubah.

Jadi pada saat kita memencet ikon dari aplikasi tersebut, maka akan muncul pesan sistem eror. Terdapat tiga jenis skulls yaitu Skulls A, Skulls C, dan Skulls H. Cara mencegahvirus ini adalah dengan menolak menginstall aplikasi ini dan selalu menutup koneksi Bluetooth saat tidak dibutuhkan

Salah satu jenis virus Trojan lainnya adalah Doomboot. Virus yang bernama lengkap SymbOS.Doomboot.A.. Cara kerja dari virus ini adalah dengan membuat file korup dan setelah ponsel terinfeksi maka virus lannya akan ditempatkan dalam ponsel kita. File yang korup tadi akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting.

Virus ini masuk ke dalam ponsel dengan seakan-akan menyerupai game Doom versi symbian. Virus ini sangat pandai menyaru, karena setelah ponsel terinfeksi, tidak ada tanda apapun bahwa ponsel telah terinfeksi virus. Virus ini juga secara otomatis akan menyebar melalui Bluetooth dan mengakibatkan konsumsi baterai ponsel menjadi berlebihan sehingga baterai cepat habis. Doomboot akan membuat ponsel tidak dapat melakukan booting saat kita memmatikan ponsel dan menyalakan kembali.

Virus Smartphone Paling Berbahaya

Engriks

Apa Android kamu pernah menampilkan peringatan “Unfortunately Measure/Engriks Has Stopped” di Android? Jika iya, selamat smartphone Android kamu telah terinfeksi virus Engriks. Setelah terkena virus ini Android kamu akan terus menampilkan peringatan-peringatan aneh, seperti Monkey Test has stopped, dll. Virus Engriks dirancang oleh pembuatnya unuk menginveksi lewat situs bokep. Makanya, kurang-kurangin deh buka situs bokep di Android kalo gak mau smartphone kamu harus flash ulang karena kena virus Engriks.

Cyber.Police

Selain Engriks, baru-baru ini ada ransomware yang bernama Cyber.Police yang menginfeksi lewat situs porno. Jika terinfeksi oleh ransomware ini, Android kamu tidak akan bisa digunakan karena terkunci oleh pop up yang terus-terusan muncul di layar smartphone. Bukan hanya mengganggu, pop up itu berisi ancaman. Yang mana jika kamu tidak mentransfer sejumlah uang dalam bentuk iTunes Gifts. Jika tidak dibayar, maka semua data yang ada di smartphone kamu terancam hilang dan disebarluaskan.

Shedun, Shuanet, dan ShiftyBug

Bisa dibilang ketiga jenis malware ini adalah virus paling berbahaya bagi perangkat Android kamu. Gimana nggak, ketiga malware ini akan menyebabkan Android kamu tidak bisa digunakan lagi! Jadi, sekalinya terkena virus ini, kamu harus segera membeli smartphone baru deh. Bener-bener bikin kantong bolong ini virus.

Virus Android paling berbahaya ini biasanya ditemukan dari toko aplikasi pihak ketiga (third-party app store). Setelah terinstal di Android korbannya, malware ini akan me-root perangkat, menanamkan (embed) diri mereka ke system-level services, dan mengubah bentuk mereka menjadi sah atau melegitimasi diri mereka sendiri dalam aplikasi populer seperti Facebook, Candy Crush, Twitter, Snapchat, WhatsApp, dan lainnya.

Android PowerOffHijack

Apa jadinya jika Android kamu tiba-tiba mati? Mungkin kamu akan berpikir Android kamu kehabisan baterai atau baterainya rusak. Tapi kamu harus hati-hati, karena ada virus PowerOffHijack. Virus berbahaya ini akan membuat Android kamu tiba-tiba mati walau baterai masih penuh. Bukan hanya itu, selagi Android kamu mati, virus Android yang berbahaya ini akan menggunakan layanan telepon, SMS, hingga mengakses kamera kamu. Menakutkan bukan? Karena saat kamu pikir smartphone kamu mati, tapi sebenarnya tengah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Stagefright

Virus Android bernama Stagefright sempat menggegerkan pengguna Android beberapa waktu lalu. Betapa tidak, virus berbahaya ini bisa berpengaruh besar pada lebih dari 1 milyar pengguna smartphone Android, terutama smartphone Android LG, Samsung, dan Google Nexus. Bahaya yang bisa ditimbulkan saat pengguna Android sudah terinfeksi Stagefright adalah orang yang tidak bertanggung jawab akan memanfaatkan data yang tersimpan di Android untuk kepentingan tertentu selain itu Stagefright juga bisa digunakan untuk mengakes seluruh perangkat Android (remote) tanpa diketahui pemiliknya.

Cara penyebaran bug Stagefright ini adalah dengan menyelipkan sebuah malware ke dalam file multimedia seperti MP3 atau MP4. Saat pengguna Android melihat file tersebut, Android akan menampilkan preview dari lagu yang di download tadi. Pada saat preview terbuka, maka saat itulah Android akan terinfeksi malware Stagefright.

Obad

Virus berbahaya di Android selanjutnya ini lumayan merepotkan pengguna, bahkan Kaspersky pun sempat dibuat kewalahan oleh virus ini. Meski mampu terdeteksi oleh Kaspersky, namun virus ini belum mampu diberantas hingga akarnya oleh Kaspersky. Jika smartphone kamu terinfeksi oleh virus yang dikenal dengan nama Backdoor.AndroidOS.Obad.a ini, kamu akan sering kehilangan pulsa dan juga mengalami kejadian sering hang. Virus Obad menginfeksi dengan cara menyuruh kamu mendownload aplikasi di halaman web tertentu, setelah menginstalnya maka virus Trojan akan mulai menyerang sistem di smartphone kamu.

Hipposms

Jika bicara virus paling bandel pada smartphone, mungkin virus Hipposms inilah yang cocok meraih gelarnya. Gimana nggak, virus berbahaya di Android ini akan mengambil alih sistem SMS di smartphone kamu, lalu mendaftar layangan SMS berbayar. Pasti kesel kan jika sewaktu-waktu dapat SMS berbayar padahal tidak pernah merasa berlangganan? Nah, bisa jadi di Hippo SMS inilah pelakunya. Oh iya, jika sudah terinfeksi virus ini, satu-satunya cara untuk selamat adalah dengan melakukan factory reset dan juga mengganti nomer baru.

Drsheep

Tergolong dalam kelas Trojan, virus Android berbahaya ini mampu untuk membajak akun Facebook, Twitter dan LinkedIn milikmu. Nama lain virus ini adalah HackTool.AndroidOS.DroidSheep.A bila terdeteksi di safe mode atau antivirus yang kamu gunakan. Dengan kemampuannya yang menyeramkan, tentu kamu harus berhati-hati dengan keberadaan virus Drsheep ini di Android kamu.

BaseBridge

Masih termasuk ke dalam golongan Trojan, virus yang dikenal dengan nama lain Andr/BBridge-A ini menggunakan sistem previlege escalation untuk menginstal aplikasi asing yang berbahaya di perangkat Android kamu. Tidak berhenti sampai di situ, virus berbahaya ini bisa memindai semua isi pesan kamu. Bahaya kan jika pesan kamu dibaca dan disebarkan oleh si virus BaseBridge ini?

Battery-A

Jika kamu adalah pengguna yang gemar menggunakan aplikasi penghemat baterai seperti Battery Doctor, maka kamu harus berhati-hati dari trojan yang satu ini. Virus Battery-A ini akan menginfeksi aplikasi penghemat baterai, lalu terus menerus membuat aplikasi melaporkan bahwa baterai kamu hemat. Padahal pada kenyataannya virus berbahaya ini tengah mengkorupsi data sistem baterai kamu, sehingga membuat baterai Android kamu semakin boros. Efek lanjutan yang tak kalah menakutkan dari virus ini adalah karena dia akan membuat Android kamu dipenuhi oleh iklan.

DroidDream

Apa kamu adalah orang yang suka men-download aplikasi dari toko aplikasi selain Google Play Store? Hati-hati dengan beberapa game yang menggiurkan, karena bisa jadi game tersebut telah terinfeksi virus DroidDream. Virus berbahaya ini akan menginfeksi Android kamu lewat aplikasi yang telah disisipi malware-nya. Setelah terinfeksi, perangkat Android milikmu akan bisa dikontrol dari jarak jauh, dan mengumpulkan data yang ada di Android kamu dalam sebuah server rahasia.

Plankton

Seperti tokoh Plankton dalam film Spongebob, virus Plankton ini akan menginfeksi Android kamu dengan cara yang cerdik dan terbilang licik. Jika kamu terinfeksi virus ini, dengan cerdik virus ini akan muncul saat kamu memainkan game Angry Bird Rio. Bukan, virus ini bukan menginfeksi Angry Bird Rio, cuma dia dengan licik menjadikan Angry Bird Rio sebagai inang dan kambing hitam. Nantinya, saat kamu sedang asyik main gamenya, secara tiba-tiba muncul pop up yang menyebutkan apakah kamu akan unlock layanan premium atau tidak. Itu adalah langkah virus ini untuk masuk ke sistem Android kamu. Selanjutnya, akan muncul aplikasi lain yang nampak serupa menggantikan aplikasi aslinya.

Inikah virus smartphone pertama?

Virus smartphone pertama yang berhasil diidentifikasi adalah “Cabir” pada tahun 2004 silam. Virus ini menyerang smartphone keluaran Nokia yang berjalan dengan OS Symbian S60, seperti Nokia N-Gage, Nokia 6600, dan Nokia 6630, Phone Arena (20/08).

Meskipun diberi label ‘virus’, Cabir sejatinya software sederhana yang tidak terlalu berbahaya untuk sistem dan perangkat secara keseluruhan. Salah satu efek negatif yang muncul ketika Cabir ‘menginfeksi’ smartphone adalah sering terkurasnya daya baterai dengan cepat. Cabir akan berusaha menyebar dengan cara mengaktifkan Bluetooth untuk mencari perangkat lain yang bisa disusupi. Penggunaan Bluetooth yang tidak disadari pengguna lah yang membuat konsumsi baterai semakin boros.

Salah satu varian virus Cabir yang berbahaya adalah “Skulls”. Virus ini mampu melumpuhkan smartphone setelah berhasil masuk ke sistem. Smartphone-smartphone yang telah terkena virus Skulls hanya bisa melakukan panggilan saja. Bahkan, di beberapa kasus, Skulls bisa mengunci smartphone secara total sehingga tidak bisa digunakan sama sekali.

Oleh sebab itu, pengguna smartphone disarankan untuk tidak mengunduh dan menginstal aplikasi-aplikasi yang berasal dari pengembang yang tidak terpercaya. Jauh lebih aman mengunduh aplikasi langsung dari sumber-sumber terpercaya seperti Google Play Store, iOS App Store, atau Windows Phone App Store.

Ciri-ciri Smartphone Sudah Terjangkit Virus

Gak dipakai apa-apa, baterai smartphone cepat habis

Sudah sejatinya sih, kinerja baterai smartphone makin tahun makin berkurang. Namun kalau berkurangnya drastis alias cepat habis, maka kamu wajib waspada. Itu bisa jadi salah satu tanda kalau smartphonemu sudah terjangkiti virus.

Nah, cara menanggulangi masalah ini adalah dengan rajin mengecek di Settings lalu ke Apps apakah ada aplikasi yang tak diinginkan tiba-tiba ter-instal. Jika ada segera uninstall dan bersihkan dari smartphone dengan segera.

Smartphone jadi lemot minta ampun

Tanda nyata selanjutnya yang menandakan kalau smartphonemu terjangkit virus adalah menurunnya performa, sehingga lemot minta ampun. Hal ini bisa disebabkan karena smartphonemu telah mengunduh cache yang berisi malware berbahaya. Asalnya bisa saat kamu browsing atau melakukan aktivitas lainnya di smartphone.

Untuk mengatasinya, kamu mungkin bisa melakukan clear cache lewat menu Settings > Apps. Lalu buka satu per satu aplikasi dan tekan menu Clear Cache. Meski gak seratus persen mengatasi, tapi hal ini bisa membantu paling tidak untuk mengatasi masalah yang disebabkan virus.

Jadi boros banget, tiba-tiba kuota internet cepat habisnya

Tanda selanjutnya yang mengindikasikan kalau smartphone terjangkit virus adalah kuota internet jadi cepat habis. Padahal baru kemarin rasanya beli kuota internet. Coba deh, cek aplikasi apa saja yang menghabiskan kuota internetmu dengan cara buka Settings > Data Usage.

Di situ kamu bisa lihat deh daftar aplikasi yang paling menyedot kuota. Jika aplikasi tersebut jarang kamu gunakan, tapi paling menyedot kuota bisa jadi ada virus bersembunyi di dalamnya. Cara paling gampang untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara menghapusnya saja.

Gak ada angin, gak ada hujan tiba-tiba muncul iklan pop-up

Tanda selanjutnya yang menandakan kalau smartphonemu terjangkit virus adalah munculnya iklan pop-up. Munculnya pun gak wajar, misal saat kamu gak melakukan apapun tiba-tiba muncul pesan berisi iklan pop-up di layar homescreen atau lockscreen smartphonemu.

Hati-hati guys, jangan sampai kamu mengklik iklan pop-up ini ya. Bisa jadi iklan itu adalah ‘jalan’ peretas mengambil alih informasi penting dari smartphonemu. Selain itu, kamu wajib melakukan reset untuk mengembalikan smartphone ke performa semula manakala tak terjangkit virus.

Meski gak selamanya benar, waktu booting yang kelewat lama bisa jadi tanda adanya virus di smartphone.

Ya, kalau ada virus bisa jadi smartphonemu lama banget saat booting. Tapi-tapi kamu harus benar-benar memastikan sih, siapa tahu juga proses booting terjadi karena RAM kepenuhan atau ada kerusakan dibagian hardware-nya.

Kalau sudah pasti penyebabnya adalah virus maka kamu mau gak mau harus melakukan factory reset deh. Atau kalau takut rusak bisa dibawa ke service center untuk mengatasi masalahnya.

Paling bahaya, kalau tanpa sebab kamu mengirim atau menerima SMS juga telepon aneh.

Ini tanda yang paling bahaya sih, soalnya smartphone tanpa sebab bakal mengirim SMS diam-diam atau bahkan membuat panggilan telepon ke nomor tertentu. Virus ini biasanya dikirim oleh peretas yang menggunakan teknik phising dimana aktivitasnya didasarkan untuk mengambil alih akun perbankan atau media sosialmu.

Untuk menghindari tanda satu ini maka kamu wajib hapus SMS yang aneh tersebut dan segera matikan deh otentikasi dua langkah di semua layanan yang ada di smartphonemu.

Cara Mendeteksi dan Bersihkan Virus di Smartphone Android

Instal aplikasi antiVirus

Download dan instal aplikasi antivirus, seperti AVAST Mobile Security, AVG AntiVirus Security, Kaspersky Internet Security, dan lain sebagainya. Setelah melakukan instalasi AntiVirus, Anda bisa lanjutkan dengan melakukan scanning.

Proses ini merupakan langkah untuk mendeteksi virus yang kemungkinan menempel di smartphone Anda. Setelah itu biasanya akan muncul pemberitahuan aplikasi mana dan file apa saja yang terinfeksi. Tunggu sampai proses scanning selesai, lalu lakukan pembersihan virus.

Uninstall aplikasi terinfeski

Langkah selanjutnya adalah melakukan penghapusan atau uninstall aplikasi. Anda bisa menghapus aplikasi pada daftar aplikasi yang terkena infeksi.

Caranya masuk ke Pengaturan > Aplikasi > Atur Aplikasi > Pilih Aplikasi yang akan di-uninstall, kemudian pilih Hapus Instalan. Kalau memang masih ada tanda-tanda smartphone bermasalah, kemungkinan handset Anda terinfeksi virus berbahaya. Untuk kasus ini, solusi terbaik adalah dengan melakukan factory data reset (reset data pabrik).

Lakukan pengaturan awal

Perlu diperhatikan bahwa proses ini akan menghapus semua aplikasi dan data pada smartphone. Sebelum melakukan langkah ini pastikan untuk mem-backup data yang dirasa penting, seperti foto, musik, dan nomor telepon.

Untuk melakukan reset, masuk ke Pengaturan > Privasi > Reset Data Pabrik. Setelah itu akan muncul peringatan “hapus semua data pada penyimpanan USB”. Jika tidak ingin data pada memory card terhapus, pastikan jangan mencentang “format penyimpanan USB”.

Tips: Menjaga Smartphone Terhindar Dari Serangan Virus

Download aplikasi dari tempat yang terpercaya

Ada banyak sumber alternatif selain Google Play yang menawarkan berbagai macam aplikasi menarik. Tetapi dengan mendownload dari tempat yang tidak bisa dipercaya, itu artinya Anda membiarkan malware menyerang smartphone Anda. Oleh sebab itu, download aplikasi dari tempat yang terpercaya saja, seperti Google Play. Selain menyediakan berbagai macam aplikasi, Google Play juga lebih aman.

Jangan gunakan versi bajakan

Tips supaya smartphone terhindar dari virus ini sebaiknya Anda perhatikan baik-baik. Ini karena ada banyak pengguna smartphone yang memakai software bajakan. Menggunakan aplikasi bajakan memang menyenangkan karena Anda tidak perlu membayar untuk menikmati aplikasi yang berbayar. Tetapi aplikasi bajakan biasa juga sudah disusupi kode berbahaya sehingga bisa mencuri data pribadi.

Tingkatkan keamanan smartphone

Seperti yang sudah disebutkan, smartphone terutama yang menggunakan OS Android sudah menjadi sasaran empuk malware dan virus. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati. Untuk pengguna Android, Google sudah menambahkan fitur keamanan khusus. Untuk mengaktifkannya, Anda bisa membuka Pengaturan > Keamanan. Setelah itu centang Verifikasi Aplikasi. Dengan begitu, akan ada peringatan yang muncul setiap kali Anda akan memasang aplikasi.

Update OS dan Software

Salah satu kepedulian produsen smartphone kepada para penggunanya adalah dengan menghadirkan layanan purna jual. Salah satu layanan tersebut adalah menghadirkan update software terbaru untuk setiap produk yang diluncurkan oleh vendor tersebut. Update OS dan software sendiri merupakan tips supaya smartphone terhindar dari virus yang cukup efektif. Dengan mengupdate OS dan software, smartphone akan terhindar dari virus dan memiliki performa yang meningkat.

Install antivirus

Tips supaya smartphone terhindar dari virus selanjutnya adalah Anda perlu melakukan menginstal antivirus. Dan itu merupakan salah satu cara yang paling baik untuk terhindar dari serangan virus. Ada banyak antivirus yang bisa Anda instal. Setiap antivirus memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Anda bisa memilih antivirus yang sesuai dengan smartphone yang Anda miliki.

Nah, itulah penjelasan mengenai virus smartphone. Gimana? Sekarang kamu sudah tahukan apa itu virus. Nah, untuk itu kamu perlu berhati-hati terhadap virus yang bisa saja terkena di smartphone kamu. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat dan menambah wawasan. Selamat membaca dan terima kasih.