Penasaran Dengan Kode Yang Ada Di Berbagai Produk? Yuk, Ketahui Apa Itu Barcode

posted in: teknologi | 0

Kamu pasti pernah lihat garis-garis hitam dengan angka-angka yang beserak pada produk yang ada di mini market. Ya, itu dinamakan dengan barcode atau kode batang. Namun, tahukah kamu apa itu barcode? Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mejelaskan tentang barcode secara lengkap. Penasaran? Langsung saja lihat dibawah ini.

Pengertian

Barcode adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang.

Penggunaan awal satu jenis kode batang dalam konteks industri disponsori oleh Asosiasi Kereta Api Amerika di akhir tahun 1960an. Dikembangkan oleh General Telephone and Electronics (GTE) dan disebut KarTrak ACI (Automatic Car Identification), skema ini melibatkan penempatan garis-garis berwarna dalam berbagai kombinasi pada plat baja yang ditempelkan di sisi rolling stock kereta api.

Dua piring digunakan per mobil, satu di setiap sisi, dengan susunan garis warna yang mengkodekan informasi seperti kepemilikan, jenis peralatan, dan nomor identifikasi. Pelat itu dibaca oleh pemindai trackside, yang terletak misalnya di pintu masuk halaman klasifikasi, sementara mobil itu bergerak melewatinya. Proyek ini ditinggalkan setelah sekitar sepuluh tahun karena sistem ini terbukti tidak dapat diandalkan setelah penggunaan jangka panjang.

Barcode menjadi sukses secara komersial ketika mereka terbiasa mengotomatisasi sistem checkout supermarket, sebuah tugas yang hampir menjadi hal yang universal. Penggunaannya telah menyebar ke banyak tugas lain yang secara umum disebut sebagai identifikasi otomatis dan pengambilan data (AIDC). Pemindaian pertama kode barcode Produk Universal (UPC) yang ada di mana-mana ada di kemasan permen karet Wrigley Company pada bulan Juni 1974.

Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDC, tetapi kesederhanaan, universalitas dan harga rendah kode batang telah membatasi peran sistem-sistem baru ini. Seharga US$0.005 untuk membuat kode barang bila dibandingkan dengan RFID yang masih seharga sekitar US$0.07 hingga US$0.30 per tag. Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.

Sejarah

Pada abad kelima, di irlandia suku celtic menggunakan Ogham, suatu abjad yang di ukir kedalam kayu dan batu secara horizontal atau bentuk yang merosot memotong suatu garis tegak. Pada tahun 1890 Punch Cards, pertama kali dikembangkan pada tahun 1890 untuk keperluan sensus penduduk di A.S, salah satu yang pertama kali di kerjakan untuk otomatisasi data.

Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi kode batang dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.

Pada tahun 1932 Wallace Flint, seorang mahasiswa Lulusan Business administration dari Universitas Harvard, ia menulis thesis untuk gelar master nya mengenai masa depan supermarket, dimana ia meramalkan pelanggan yang menggunakan punch cards dapat membuat pemilihan porduk, mempunyai Punch Cards yang dibaca pada gerbang keluar (kasir), barang-barang tiba dilewati dengan conveyer belt dan data transaksi tersimpan dan tersedia pada manajemen supermarket tersebut.

Pada tahun 1948 Bernard Silver, seorang lulusan mahasiswa, yang mendengar suatu perbincangan didalam aula Drexel Institute of technology di kota Philadelphia. Presiden dari sebuah perusahaan penyuplai makanan meminta kepada salah satu dekan untuk melakukan riset “menangkap suatu informasi produk secara otomatis di gerbang keluar”, namum dekan menolak permintaan tersebut, tetapi bernard silver memberitahukan perbicangan tersebut kepada teman nya Josesph Woodland, seorang lulusan mahasiswa yang berusia 27 tahun dan juga seorang dosen di drexel. Merupakan suatu tantangan yang menarik buat woodland.

Ide pertama nya adalah menggunakan pola tinta yang bercahaya dibawah sinar ultra violet,dan dua orang membangun (membuat) sebuah alat untuk menguji konsep tersebut. setelah dilakukan, mereka menemukan suatu permasalahan dari ketidakstabilan tinta untuk biaya percetakan. Meskipun begitu, woodland yakin ide nya dapat terealisasi. Ia mencari biaya (nafkah) di beberapa bursa saham, dan meninggalkan kota Drexel, dan pindah ke aparteman kakek nya yang berada di kota floridauntuk mencari solusi. Setelah beberapa bulan bekerja ia mengusulkan Barcode (Kode Batang) yang linier. Menggunakan unsur-unsur dari dua teknologi, pita suara film dan kode morse.

Woodland, mengingat bahwa setelah mulai dengan kode morse,dia hanya memperluas (memperbesar) dot (titik) itu dan membuat garis sempit (kecil) dan garis lebar. untuk membaca data tersebut, ia menggunakan sistem suara nya Lee De Forest (1920). De forrest telah mencetak suatu pola dengan bermacam-macam derajat tingkat ketransparanan pada tepi film, kemudian ditempelkan (disinari) oleh cahaya ketika pada saat gambar (film) tersebut berjalan.

Suatu tabung yang sensitif di sebalah lain nya menterjemahkan pergeseran itu dalam cahaya kedalam bentuk gelombang elektrik, lalu dikonversi ke bentuk suara dengan pengeras suara (speaker). Woodland telah merencanakan untuk menyesuaikan (adopsi) sistem tersebut dengan mencerminkan cahaya itu untuk garis lebar dan garis sempit dan menggunakan suatu tabung yang serupa untuk menginterpretasikan hasil nya.

Pada tahun 1949 Woodland, mengambil keputusan untuk kembali ke drexel, dimana ia mulai mengaplikasikan nya bersamaan untuk mematenkan nya. Dia memutuskan untuk menggantikan lebar nya dan membatasi garis tegak dengan lingkaran-lingkaran konsentris, sehingga dapat di baca dari arah manapun. Ini dikenal sebagai “Bull’s eye code” (kode sasaran). Sementara itu, silver menyelidiki format kode apa yang akhir nya perlu diambil, keduanya mematenkan apalikasi tersebut pada 20 oktober 1949.

Pada tahun 1952 Woodland bekerja pada Perusahaan IBM, dimana ia mengaharapakan rancanagan nya dapat berkembang. pada tahun berikutnya dia dan silver untuk pertama kalinya membuat (membangun) alat pembaca barcode pada ruangan rumah woodland di kota Binghamton, New york.

Alat nya seukuran Meja Tulis dan harus dibungkus dengan taplak berlapis minyak berwarna hitam agar cahaya dapat keluar dengan menyinari. Alat itu bersandar pada dua unsur-unsur terpenting, pertama pada 500 watt lampu bolham yang menyinari sebagai sumber cahaya dan kedua pada sebuah tabung RCA 935 Photo-Multiplier, yang dirancang untuk sistem suara film, dan juga sebagai pembaca. Tabung RCA 935 yang telah bengkok di tempelkan kan pada kabel OSCILOSCOPE.

Kemudian ia mengerak kan secarik kertas yang bergambar garis balok tipis kepancaran sinar dari sumber cahaya. Cahaya balok yang dicerminkan diarahkan pada tabung itu. Sebuah titik panas dari panas bolham yang kuat menetapkan kertas itu memendam. Sedikit lagi, Woodland mendapatkan apa yang ia inginkan. Ketika kertas digerakan, sinyal pada OSCILOSCOPE bergerak melompat. Ia dan silver telah menciptakan suatu alat yang bisa secara elektronis membaca hasil cetakan.

Tidaklah secepat itu selesainya, sekarang bagaimana cara mengubah bentuk tanggapan elektronik yang kasar ini ke dalam suatu format yang bermanfaat. Komputer yang kuno (primitif) pada saat itu adalah susah untuk dioperasikan (digunakan), hanya dapat melaksanakan kalkulasi sederhana. Gagasan untuk penerapan (instalasi) beribu-ribu alat tersebut di supermarket akan menjadi khyalan semata. Namun tidak begitu mudah dan murah untuk merekam data dari kode woodland dan silver.

Kemudian pada bolham yang berdaya 500 watt itu. Bolham tersebut menciptakan suatu cahaya dengan begitu besar, hanya suatu pecahan kecil cahaya yang mana telah dibaca oleh tabung RCA 935. Sisanya telah melepaskan panas. Bolham tersebut tidak boleh untuk dilihat, Woodland mengingatkan.”Karena itu dapat merusak mata”. Pencipta perlu suatu sumber yang bisa memusatkan sejumlah besar cahaya kedalam suatu ruang yang kecil. Resep yang cocok untuk hal tersebut menggunakan laser, tetapi di tahun 1952 teknologi laser tidak ada.

Tapi Woodland dan silver merasakan perlu menekan potensi itu. Pada oktober 1952 hak paten mereka telah diwarisi. Woodland telah menetap dengan IBM dan pada akhir tahun 1952 membujuk perusahaan itu untuk mangadakan suatu konsultasi untuk mengevaluasi Barcode. Konsultan menyetujui bahwa mereka mempunyai berbagai kemungkinan besar tetapi mereka akan memerlukan teknologi baru yang paling tidak butuh waktu sedikitnya 5 tahun. Hampir 17 tahun separuh hidupnya hak patennya woodland dan silver berkahir.

Pada tahun 1960 Gerbong muatan adalah sering berkeliling, mengelilingi semua penjuru negeri. Mengawasi nya adalah salah satu tugas yang paling rumit yang dihadapi oleh industri perkeretapian dan itu menarik perhatian David J. Collins di awal tahun 1960. Collin mendapat gelar master untuk MIT di tahun 1959 dan langsung bekerja di perusahaan Sylvania, dimana ia sedang mencoba mencari aplikasi militer pada komputer yang telah dibangun.

Melihat (mengingat) saat itu ia belum lulus dan collins telah bekerja di perusahaan kereta api Pennsylvania dan ia mengetahui perusahaan kereta api membutuhkan cara mengindentifikasi mobil secara otomatis dan kemudian menagani informasi tersebut lalu dikumpulkan.

Komputer Sylvania belakangan ini dapat melakukan nya. Collin membutuhkan semua cara untuk mendapat kan hal itu. beberapa macam label berkode nampak nya sebagai pendekatan termurah dan yang paling mudah.

Pada hakekat nya label collins yang diusulkan tidaklah mengahalangi code. sebagai ganti bersandar pada palang hitam atau arena yang mereka gunakan kelompok berwarna orange dan belang biru dibuat dari suatu material yang memantulkan cahaya yang bisa diatur untuk mengahadirkan (menampilkan) digit 0 sampai 9. Masing masing mobil telah diberi suatu nomor dengan jumlah 4 digit untuk mengindentifikasi jalan kereta api itu yang memiliki suatu nomor dengan jumlah 6 digit untuk mengidentifikasi kereta itu sendiri. Disaat mobil memasuki galangan kapal, pembaca akan menyiarkan suatu berkas cahaya dari cahaya kode yang berwarna dan menginterpretasikan pemantulan itu.

Pada akhir tahun 1960 Teknologi Laser baru saja bisa diusahakan. Suatu mili-watt helium-neon sinar laser bisa dengan mudah memenuhi pekerjaan itu yang dilaksnakan (dikerjakan) dengan 500 watt bolham yang dipakai Woodland. Suatu cahaya tipis mengangsur suatu kode barcode akan diserap oleh belang yang hitam dan yang cerminkan oleh yang putih, scanner memberi sensor diamana suatu isyarat on/off. Laser bisa membaca dimanapun barcode dari tiga inci dari jalan beberapa feet, dan mereka bisa membaca beratus-ratus kali setiap detik nya, pembaca dapat membaca kode tunggal dari setiap sudut yang berbeda. Itu akan membuktikan untuk menjadi bantuan yang besar di dalam menerjemahkan label yang tergores.

Pada tahun 1961 Perusahaan kereta api boston danmaine menyelenggarakan test yang pertama menggunakan sistem pada mobil ditahun 1961.

Pada Tahun 1962 IBM menawarkan kepada woodland dan silver untuk membeli hak paten itu, tetapi sangat sedikit pecipta pikir itu adalah berharga. Pada tahun 1962 Philico menemukan harga yang cocok, dan mereka menjual nya. Pada tahun berikutnya silver meninggal dunia di usia 38 tahun. Kemudian Philico menjual hak paten itu ke RCA.

Pada tahun 1967 Banyak kekusutan telah terpecahkan dan suatu standarisasi untuk sistem persandian telah diadopsi.semua tinggal menunggu perusahaan kereta api untuk membeli dan menginstall perlatan itu.

Collins meramalkan aplikasi untuk pengkodean secara otomatis akan digunakan diluar Perusahaan Kereta api dan pada tahun 1967 ia memberikan gagasan (ide) itu kepada bos nya di Sylvania. ”apa yang telah kami lakukan sekarang adalah perkembangan dari padanan garis hitam dan puith yang kecil pada conveyor kontrol dan untuk semua hal pergerakan barang”. Ia mengingatkan. Dalam sebuah kasus perusahaan menggangap remeh hal klasik serta perusahaan menolak untuk membiayai hal itu. Mereka berkata “kita tidak ingin menginvestasikan lebih lanjut. Mereka telah mendapat pasar yang besar ini dan menjadi kaya darinya”. Collin berhenti bekerja padasylvania dan mulai bekerja pada perusahaan Computer Identics.

Pada tahun 1969 sementara itu perusahaan komputer Identics menjadi makmur karena sistem nya menggunakan laser. Pada musim panas tahun 1969 Computer Identic diam-diam menginstall yang pertama kali pada kedua sistem yang mungkin lebih dulu benar dimanapun berada sistem barcode. Seorang pergi ke sebuah perusahaan General Motor di kota Pontiac, Michigan, dimana telah digunakan untuk memonitor produksi dan distribusi mobil.

Yang lainya pada fasilitas distribusi yang dijalankan oleh perusahaan General Trading di kota Carlsbag, New jersey, untuk membantu pengiriman langsung ke pintu pemuatan barang. Dalam posisi ini dimana alat tersebut masih dibuat sendiri oleh tangan Collins. Collins membuat lampiran itu pada scanner dengan memutarkan keranjang barang yang di pres oleh fiberglass. Kedua sistem tersebut bersandar pada barcode yang sangat sederhana karena hanya dua digit informasi (data) yang diperlukan. Tetapi pabrik pontiac hanya membuat delapan belas jenis data, dan General Trading facility mempunyai paling sedikit seratus pintu.

Computer Identic membuktikan sebuah potensi itu untuk barcode di dalam pengaturan industri. Tetapi itu adalah industri toko bahan makanan yang akan berkembang menuju teknologi itu.

Pada tahun 1970 Sylvania tidak pernah mendapatkan laba lagi dari melayani industri kereta api. Penggangkut yang telah mulai diterapkan (di install) scanner pada tahun 1970 dan sistem yang telah bekerja terlalu mahal. Meskipun komputer telah menjadi lebih kecil, lebih murah dan lebih cepat mereka masih banyak berharga menjadi hemat dalam setiap jumlah yang diperlukan. Resesi ekonomi pada pertengahan tahun 1970 an telah membunuh sistem itu sebagai akibat dari memusnahkan anggaran industri perkereta apian yang diambang kebangkrutan. Sylvania telah ditinggalkan dengan sesuatu yang sukar dipelihara.

Sementara itu perusahaan Computer Identics menjadi makmur karena sistem nya yang menggunakan teknologi laser. Pada tahun 1970 pada awal tahun 1970 industri dikenalakan dengan teknologi tersebut dimana telah menjadi impian woodland dan silver dan Computer Identic telah membuktikan hal tersebut.

RCA telah siap membantu indsutry itu, dimana pada tahun 1966 Para eksekutif RCA yang telah mengadakan pertemuan dengan para industri bahan makanan untuk menggembangkan barcode, dan mereka menjadikan nya bisnis baru. Suatu kelompok kerja khusus ditempatkan di laboratorium RCA di kota Princeton, New Jersey. Di pertengahan tahun 1970, suatu industri gabungan mendirikan suatu komite (panitia) khusus untuk membahas mengenai barcode. Komite menetapkan petunjuk untuk mengembangkan barcode dan menciptakan suatu simbol, subkomite membantu memilih pendekatan standarisasi.

ini adalah projek manhattan industri bahan makanan. Dan alan haberman, yang memimpin subkomite sebagai presiden pertama pergudangan Nasional. Dengan bangga ia menyambut, “kita telah menunjukan bahwa itu bisa dilaksanakan pada skala raksasa (besar), yang mana kerjasama tanpa adanya monopoli memungkinkan akan baik untuk semua pihak, dan bisnis tersebut tidak memerlukan pemerintah untuk mendorongnya (mengarahkan) ke arah yang benar”.

Petunjuk dalam hati adalah beberapa prinsip dasar. Untuk membuat hidup yang lebih mudah untuk pemegang kas, tidak lebih keras, barcode dapat di baca hampir dari sudut manapun dan pada suatu cakupan jarak yang luas. Sebab mereka akan direproduksi orang banyak, label menjadi murah dan mudah untuk dicetak. Dan menjadi bisa diusahakan, sistem otomatis gerbang keluar ingin mempunyainya mereka membayar dengan dua setengah tahun. Ini adalah goal terakhir nya ternyata adalah sungguh masuk akal. Pada tahun 1970 di studi (diriset) oleh Mckinley dan perusahaan nya meramalkan bahwa industri akan menghemat biaya sekitar 150 juta US dollar setahun dengan mengadopsi sistem itu.

Pada tahun 1971 di musim panas pada tahun 1971 RCA Memepertunjukan suatu sistem barcode pada suatu industri bahan makanan. Pengunjung membawa produk timah ke kasir dan jika kode yang tertera pada produk tersebut benar adanya mereka mendapatkan hadiah. Para eksekutif IBM pada pertemuan tersebut mencatat Kelompok RCA telah menggambarkan dan merasa cemas bahwa mereka sedang tidak mencapai (memperoleh) suatu potensi pasar yang besar.

Kemudian Alec Jabionever, seorang spesialis penjualan (marketing). Telah ingat bahwa perusahaan nya mempunyai staff yang menciptakan Barcode. Segera hak paten Woodland yang telah berakhir tahun 1969 telah ditransfer ke Fasilitas IBM di Carolina Utara, dimana ia memainkan suatu peran penting di dalam mengembangkannya ke arah yang lebih popular (dikenal). Dan versi yang penting didalam teknologi kode produk yang universal (UPC/Universal Produk Code).

Pada tahun 1972 RCA tetap melanjutkan untuk mendorong kode sasaran nya (Bull’s-eye). Yang pada bulan juli 1972 memulai menguji selama delapan bulan di Toko Kroger di cincinnati. Permasalahan terjadi pada hasil cetakan dan kesulitan pembacaan yang membatasi penggunaan Bull’s-eye tersebut. Mesin cetak kadang -kadang mencoreng tinta ketika kertas sedang menjalankan. Ketika ini terjadi pada Bull’s-eye, mereka tidak meneliti dengan baik. Dengan UPC, pada sisi lain, manapun tinta ekstra yang mengalir keluar alas atau puncak itu dan tidak ada informasi yang hilang.

Untuk sementara waktu eksotis sebagai meretak bintang kode dan karakter pembacaan optik telah dipertimbangkan, tetapi secepatnya yang secara teknis IBM lahirkan UPC memenangkan pertempuran itu untuk di pilih oleh industri. Tidak ada peristiwa di dalam sejarah logistik modern jadilah lebih penting mengadopsi kode produk yang universal, pada 3 april 1973, barcode yang diubah dari suatu kecurigaan teknologi kedalam suatu nafsu bisnis.

Sebelum adanya UPC, berbagai sistem yang telah mulai untuk masuk kedalam penggunaan diseluruh dunia didalam gudang (toko), perpustakaan, pabrik-pabrik, dan semacam nya. Setelah itu beberapa barcode pada beberap produk bisa dibaca dan dipahami tiap-tiap gudang (toko) yang sesuai diperlengkapi di dalam negeri itu. standarisasi membuat biaya harga untuk pabrikan untuk menaruh simbol (lambang) tersebut, pada pengepakan barang mereka dan untuk printer dikembangkan jenis tinta baru, plat, dan teknologi lain untuk reproduksi kode itu dengan toleransi yang tepat pada keperluannya.

Anggaran dana untuk berevolusi kebarcode adalah pada suatu skala segilima. Masing-masing negara sekitar sepuluh ribu toko bahan makanan ingin mempunyai nya dengan membelanjakan $200.000 untuk peralatan baru, cabang-cabang ingin mempunyai untuk menginstall pusat pengolahan data baru dan melatih kembali karyawan mereka. Pabrik akan berpotensi membelanjakan $200 juta satu tahun pada label itu.

Namun test menunjukan bahwa sistem akan membayar sendiri dalam beberapa tahun standarisasi kode dengan maksud suatu sistem angka-angka yang dibakukan untuk terus menerus. “Sebelum kita mempunyai barcode, tiap-tiap perusahaan mengerti cara menunjuk produk miliknya”. Haberman mengatakan, “beberapa angka digunakan, beberapa kedua-keduanya digunakan, dan beberapa kode tidak mempunyai sama sekali”. Ketika UPC mengambil alih, perusahaan ini harus lebih dulu menyerahkan metoda individu mereka dan mendaftarkan dengan suatu Dewan Kode Seragam Baru (UCC/uniform Code Council).

kode dipecah menjadi dua terdapat enam digit untuk masing-masing bagian. Digit pertama selalu NOL, kecuali produk seperti daging dan hasil yang mempunyai berat variabel, dan beberapa materi khusus lainnya. Yang berikutnya lima digit adalah kode manufaktur, lima digit berikutnya adalah kode produk dan yang terakhir adalah suatu cek digit yang digunakan untuk memverifikasi bahwa digit yang terdahulu (sebelumnya) telah diteliti dengan baik. Pabrikan mendaftarkan ke UCC untuk mendapatkan suatu kode identifier untuk perusahaan mereka, dan kemudian mendaftarkan masing-masing produk mereka. Dengan begitu masing-masing paket yang lewat di suatu gerbang keluar mempunyai nomor unik identifikasi sendiri.

Dua perkembangan teknologi pada tahun 1960 akhirnya membuat scanner yang sederhana dan cukup bisa diandalkan. Satu laser murah. Lainnya adalah integrated sirkuit (IC).ketika woodland dan silver yang pertama kali mengusulkan gagasan nya, mereka pasti telah membutuhkan dinding penuh dengan tombol dan menyiarkan ulang untuk menangani informasi sebuah scanner yang diambil oleh microchip.

Pada 26 juni 1974, semua tes telah dilaksanakan, semua proposal telah lengkap,semua standar telah di set, dan pada supermarket Marsh di Troy, Ohio, satu kemasan permen karet menjadi produk eceran yang pertama menjual dengan bantuan suatu scanner. Skema dekade dan beberapa milyar dollar US di investasikan, sekarang menjadi suatu kenyataan prkatis. Penggunaan scanner tumbuh secara perlahan-lahan awalnya. Sedikitnya 85 persen dari semua produk ingin mempunyai kode tersebut sebelum terdapat sistem, dan ketika para penyalur mencapai ukuran (level) tersebut, pada akhir tahun 1970, penjualan sistem telah mulai beranjak naik.

Pada tahun 1978 kurang dari satu persen Toko Grosir pada sebagian negara telah memiliki scanner. Pada pertengehan tahun 1981 mencapai 10 persen, tiga tahun kemudian mencapai 33 persen dan sekarang lebih dari 60 persen semua sudah memilikinya.

Sementara itu, teknologi tengah merambat ke industri-industri lain dan organisasi. Para peneliti sudah menjulang barcode kecil pada lebah untuk menjejaki kebiasan serangga kawin. Angkatan perang amerika serikat menggunakan two-foot-long (panjang dua kaki) barcode ke label perahu lima kaki (panjang lima kaki) didalam gudang penyimpanan pada akademi militer di West Point. Pasien rumah sakit memakai gelang barcode ID. Kode nampak pada bagian part truk dokumen bisnis, karton pengiriman, pelari maraton, dan bahkan membukukan gudang penyimpanan kayu.

Federal Express (FEDEX), paket pengiriman terbesar, mungkin satu-satunya pemakai terbesar didunia yang menggunakan teknologi tersebut. Pada label pengirimannya terdapat suatu kode yang disebut CODABAR.sepanjang perbaikan UPC yang basis dasar telah dikembangkan, yaitu sistem European Article Numbering (EAN), yang dikembangkan oleh Joe Woodland, yang mempunyai suatu penghembus ekstra digit dan adalah pada cara nya lah dunia secara luas menggunakan sistem. Kode lain, yang diberi nama cukup fantastis, kode 39, kode 16K, dan interleaved 2/5, kadang-kadang dapat berisi seperti halnya angka-angka.

Woodland tidak pernah mendapat kaya dari Barcode, meskipun demikian ia telah diberi penghargaan pada tahun 1992 medali teknologi nasional oleh presiden Bush. Tetapi mereka semua melibatkan pada awal hari berbicara tentang penghargaan setelah dibawa suatu cara yang baru berdagang kepada dunia”. Hal ini adalah suatu cerita yang berakhir baik pada cara amerika melakukan berbagai hal”, haberman berkata, “prakarsa kita sendiri, mengambil nya pada diri kita, mengundang dunia untuk bergabung. Mempunyai sesuatu untuk katakan pada sekitar orang kecil dengan kelompok visi”.

Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel patent application, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototipe ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya kode batang dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. Membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).

Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan kode batang untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.

Pembaca Kode Batang

Pada awalnya pembaca kode batang yaitu scanner atau pemindai dibangun dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada kode batang.

Kode batang scanner dapat digolongkan menjadi tiga katagore berdasarkan koneksi ke komputer, yaitu : Jenis RS-232 kode batang scanner. Jenis ini membutuhkan program khusus untuk mentransfer data input ke program aplikasi. Jenis lain,adalah bercode yang menghubungkan antara komputer dan PS 2 atau AT keyboard dengan menggunakan kabel adaptor.

Jenis ketiga adalah USB kode batang scanner, yang merupakan lebih modern dan lebih mudah diinstal perangkat daripada RS-232 scanner, karena scanner kode batang ini memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan kode atau program untuk mentransfer data input ke program aplikasi, ketika anda melacak kode batang datanya dikirim ke komputer seakan-akan telah mengetik pada keyboard.

Cara membaca Kode Batang

  • Kode batang terdiri dari garis hitam dan putih. Ruang putih di antara garis-garis hitam adalah bagian dari kode.
    Ada perbedaan ketebalan garis. Garis paling tipis “1”, yang sedang “2”, yang lebih tebal “3”, dan yang paling tebal “4”.
  • Setiap digit angka terbentuk dari urutan empat angka. 0 = 3211, 1 = 2221, 2 = 2122, 3 = 1411, 4 = 1132, 5 = 1231, 6 = 1114, 7 = 1312, 8 = 1213, 9 = 3112.
  • Standar kode batang retail di Eropa dan seluruh dunia kecuali Amerika dan Kanada adalah EAN (European Article Number) – 13. EAN-13 standar terdiri dari:
  • Kode negara atau kode sistem: 3 digit pertama kode batang menunjukkan negara di mana manufacturer terdaftar.
  • Manufacturer Code: Ini adalah 5 digit kode yang diberikan pada manufacturer dari wewenang penomoran EAN.
    Product Code: 5 digit setelah manufacturer code. Nomor ini diberikan manufacturer untuk merepresentasikan suatu produk yang spesifik.
  • Check Digit atau Checksum: Digit terakhir dari kode batang, digunakan untuk verifikasi bahwa kode batang telah dipindai dengan benar.

Jenis-jenis Barcode

1. Barcode Satu Dimensi (Linear Barcodes)

Dari banyak jenis barcode yang berbeda-beda, hanya 6 yang umum digunakan antara lain: EAN, UPC, Interleaved 2 of 5 (ITF), Code 39, Codabar, dan Code 128.

EAN

EAN adalah singkatan dari European Article Number. Ada dua tipe utama barcode EAN: EAN 13 yang menampilkan angka tiga belas digit dan EAN 8 yang mengkodekan delapan digit. Dalam system ini digunakan kata digit dan bukan karakter. Tidak ada karakter Alphabet yang diperkenankan dalam kode ini.

EAN-13

Kode EAN-13 membagi kelompok dalam empat bagian, tiga angka untuk kelompok pertama, 4 angka untuk kelompok kedua, dan 5 angka untuk kelompok ketiga serta satu angka untuk kelompok keempat.

Tiga digit pertama mewakili Negara dimana barcode dikeluarkan, masing-masing Negara berbeda angka (nomor kodenya). Nomor 899 diberikan untuk Indonesia. Tidak ada Negara lain di dunia yang akan memakai angka 899 kecuali Indonesia, angka ini biasanya dikenal sebagai FLAG sehingga tidak mungkin ada nomor yang dikeluarkan di dua Negara terpisah dengan nomor yang sama. Hal ini diatur oleh EAN International.

Keempat digit kode berikutnya adalah untuk perusahaan pengguna (manufactur number). Jika perusahaan disebut “ABC” diterbitkan dengan nomor perusahaan “5522”, semua hal yang ditandainya harus mempunyai barcode yang dimulai dengan tujuh angka “8995522”. Karena tidak ada perusahaan Indonesia lainnya yang akan diterbitkan dengan nomor “5522”, maka hal ini tidak akan ada angka duplikasi. Susunan lima digit berikutnya mewakili kode produk dan dialokasikan oleh perusahaan untuk produk-produk unik.

Perusahaan harus secara mutlak memastikan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan nomor yang sama dua kali. Jika produk diganti dengan cara apapun juga, sekecil apapun jumlahnya (sekalipun sedikit mengganti kemasan dengan menambahkan kata ekstra “NEW FORMULA”), nomor lima digit barus harus dialokasikan.

Dalam rencana produk pertama “ABC”, dengan nomor barcode “00001”, maka akan mempunyai nomor barcode “899552200001”. Untuk melengkapi kode EAN 13 (13 digit), sebuah CHECK DIGIT tercantum pada angka terakhir sesudah 12 digit terpasang. Check digit disusun secara aritmatik dari dua belas digit pertama. Sebuah perangkat lunak desain (barcode) secara otomatis akan dapat menghasilkan (menghitung) check digit ini.

Check digit digunakan oleh barcode reader (alat baca barcode) untuk memastikan agar dibaca secara akurat. Reader (alat baca) barcode akan membaca keseluruh tiga belas digit dari kanan ke kiri (sebaliknya), menyusun dari keduabelas pertama angka berapa yang seharusnya menjadi digit ketigabelas dan jika hitungan ini benar, maka reader akan menganggap bahwa keseluruhan kode telah dibaca dengan benar.

EAN-8

Barcode EAN 8 dibuat dengan cara serupa dengan EAN 13. Ketiga digit pertama merupakan Flag, yang diikuti oleh empat digit Pengenal Singkat (Short Identifier) berikutnya. Pengenal ini terdiri dari dua digit nomor perusahaan dan dua angka lainnya untuk produk yang unik. Digit terakhir juga merupakan check digit.

UPC (Universal Product Code)

UPC diciptakan oleh Amerika Serikat yang mewakili Kode Produk Universal (Universal Product Code) dan setara dengan European Article Number, EAN. Kode-kode UPC mudah dilihat mata yang tak terlatih yang hamper tepat sama dengan kode-kode EAN, tetapi hanya akan mengkodekan dua belas digit (UPC-A) dan delapan digit (UPC-E)

INTERLEAVED 2 OF 5

Tipe barcode lainnya adalah yang dikenal dengan nama Interleaved 2 of 5 atau ITF, seperti EAN, maka kode ini merupakan simbologi yang hanya terdiri dari angka-angka tetapi panjangnya dapat berubah-ubah. Satu-satunya factor pembatas untuk panjang kode ITF adalah kemampuan alat baca yang akan digunakan untuk membaca kode tersebut dan juga bahwa ITF harus memiliki jumlah digit genap. ITF digunakan untuk aplikasi industri dimana kode angka saja sudah mencukupi dan juga digunakan dalam lingkungan penjualan eceran untuk menandai BUNGKUS LUAR. ITF juga digunakan oleh pedagang eceran perhiasan, sepatu, garmen/pakaian dll, karena karakter panjangnya yang dapat diubah-ubah.

CODE 39

Code 39 yang juga dikenal sebagai code 3 of 9, merupakan kode pertama berupa Alpha Numeric (huruf dan angka). Kode tersebut dapat membaca seluruh huruf besar abjad dan karakter angka serta karakter tambahan seperti -$ / + % * dan spasi. Huruf kecil tidak dapat dikodekan. Code 39 juga dimulai dan diakhiri dengan tanda bintang (*) yang dikenal sebagai kartakter start/stop dan hanya boleh digunakan pada awal dan akhir kode.

CODABAR

Barcode lain yang umumnya digunakan adalah simbologi CODABAR, seperti Code 39 tetapi hanya angka-angka dan $ – / + saja yang dapat dikodekan. Karakter alpha tidak dapat dikodekan. Codabar juga menggunakan karakter start/stop, yaitu A, B, C dan D dan dapat digunakan sembarang kombinasi: satu untuk memulai kode dan satu untuk mengakhirinya. Dewasa ini simbologi ini sudah jarang digunakan.

CODE 128

Code 128 merupakan symbol barcode yang namanya mendefinisikan kemampuannya untuk mengkodekan seluruh karakter ASCII 128. Simbol ini juga terkenal karena kemampuannya mengkodekan karakter-karakter tersebut dengan menggunakan unsure kode per-karakter yang lebih sedikit sehingga menghasilkan kode yang lebih padat. Kode ini memiliki ciri khusus berupa karakter start dan stop yang unik untuk pengkodean dua arah dan panjangnya dapat diubah-ubah, baik paritas karakter bar maupun spasinya dan sebuah cek character untuk integritas symbol.

2. Barcode Dua Dimensi

Adalah barcode yang dikembangkan lebih dari sepuluh tahun lalu, tetapi baru sekarang ini mulai semakin populer. Barcode dua dimensi ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan linear bar codes (barcode satu dimensi) yaitu, dengan menggunakan barcode dua dimensi, informasi atau data yang besar dapat disimpan di dalam suatu ruang (space) yang lebih kecil. Contoh barcode dua dimensi adalah “symbology PDF417” yang dapat menyimpan lebih dari 2000 karakter di dalam sebuah ruang (space) yang berukuran 4 inch persegi (in2).

Keuntungan Menggunakan Teknologi Barcode

Akurasi

Saat teknologi barcode belum ramai digunakan, banyak sekali bisnis bergantung pada sistem manual dalam kegiatan menginputkan informasi tentang produk mereka. Produk yang masuk dan keluar ditulis secara manual, sehingga besar kemungkinan terjadi kesalahan dalam penginputan informasi tersebut, kesalahan tersebut dapat saja terjadi karena human error. Berbeda dengan teknologi barcode, teknologi ini menawarkan cara yang sangat realistis untuk keakuratan informasi yang dibaca. Teknologi ini mampu mengurangi berbagai kesalahan yang mungkin dilakukan saat penginputan informasi dengan sistem manual.

Kecepatan

Penginputan data secara manual mampu menghabiskan waktu yang cukup lama dalam proses penyelesaiannya. Dan hal ini menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi para pelaku bisnis. Berbeda saat mulai menggunakan barcode, proses registrasi produk dapat diselesaikan dengan cepat. Banyak produk dapat diregistrasi dalam hitungan menit. Teknologi barcode dapat menghemat waktu anda dalam menyelesaikan pekerjaan, suatu hal yang baik bukan? Mengingat ada ungkapan “Time is money”.

Inventory Control

Karena setiap produk memiliki label barcode, maka hal ini juga dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan ketersedian barang. Contohnya untuk kegiatan digudang, semua produk yang masuk dan keluar dapat discan barcode sehingga dapat terdata dengan benar. Inventory dapat dianggap sebagai nyawa dalam sebuah bisnis sehingga data inventory harus benar-benar terdata dengan benar tanpa kesalahan apapun, pilihan untuk menggunakan barcode dalam proses mendata barang-barang yang masuk dan keluar adalah pilihan terbaik untu saat ini, tak perlu difikir dua kali.

User friendly

Saat mulai mengimplementasikan sebuah teknologi baru, hal yang perlu diperhatikan apakah anda atau pekerja anda dapat mengoperasikan teknologi tersebut atau tidak? Teknologi barcode sangat mudah untuk dioperasikan, sehinggan anda tidak perlu membuang biaya untuk training pekerja. Karena penggunaan dari teknologi ini sangat mudah. Biaya yang plotkan untuk training pekerja dapat anda alihkan pada hal lain untuk meningkat pelayanan terhadap pelanggan anda.

Biaya

Teknologi ini mengurangi kekhawatiran anda soal biaya, sebab untuk dapat menggunakan teknologi barcode ini tidak perlu menghabiskan dana yang cukup besar. Teknologi barcode sangat ramah dikantong, sehingga sangat mungkin untuk digunakan dalam bisnis anda. Bahkan bisnis skala kecil juga mampu menggunakan teknologi ini.

Mampu Meningkatkan Pelayanan

Pemanfaatan teknologi barcode lazim ditemukan pada kasir di swalayan, dengan memanfaatkan teknologi ini proses penghitungan jumlah yang harus dibayarkan oleh pelanggan anda akan lebih cepat dan akurat dibandingkan jika harus melakukan secara manual. Hal ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan perhitungan. Selain itu juga akan mengurangi antrian pelanggan di meja kasir, sebagian pelanggan sangat merasa tidak nyaman jika harus mengantri terlalu lama di kasir. Kesimpulannya dengan mulai menggunakan sistem kasir berbasis barcode scan akan mampu meningkatkan pelayanan anda terhadap pelanggan.

Nah, itulah pembahasan mengenai barcode. Sekarang kamu sudah mengerti bukan tentang barcode? Gimana? Apakah menurut kamu penemuan teknologi barcode ini berguna untuk manusia? Jika pertanyaan tersebut ditanya ke saya. Saya akan menjawab sangat berguna. Kenapa? Tentu saja alasannya seperti diatas. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga artikel ini bisa sangat bermanfaat dan menambah wawasan ya.